Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 di Borobudur

hari, pusaka, dunia, 2013, candi, borobudur

Posted on 11 Apr 2013. Hits : 557

candi borobudur

Warga Borobudur yang tergabung dalam "Warung Info Jagad Cleguk" Magelang, Jawa Tengah, memperingati momen Hari Pusaka Dunia 2013 dengan cara mendorong anak-anak sekitar candi tersebut semakin memahami pentingnya pelestarian peninggalan dunia di daerah itu.

Demikian disampaikan juru bicara komunitas Warung Info Jagad Cleguk Pitoyo, di Borobudir, Kamis.

"Sasaran kegiatan kami untuk memperingati Hari Pusaka Dunia tahun ini terutama anak-anak, agar mereka semakin memahami pentingnya melestarikan Candi Borobudur sebagai sumber daya budaya," katanya.

Pihaknya bekerja sama dengan peserta Sekolah Lapangan Kawasan Borobudur dan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) menyiapkan peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 yang jatuh pada Kamis (18/4).

Ia menjelaskan peringatan dengan tema "Pusaka Budaya Dunia untuk Anak Bangsa" itu akan berlangsung selama dua hari (17-18 April).

Peringatan itu dikemas dalam bentuk, antara lain "Sonjo (Menengok, red.) Desa", pentas kesenian tradisional oleh anak-anak kawasan Borobudur, dan pentas kolaborasi seni.

Selain itu, katanya, pembacaan geguritan dan sarasehan budaya di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

"Kami memandang perlu, momentum itu untuk secara khusus mendiskusikan tentang situasi, kondisi, dan masalah-masalah kontemporer mengenai Borobudur dan lingkungannya," katanya.

Pihaknya hingga saat ini terus melakukan berbagai persiapan untuk peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng itu.

"Berbagai persiapan sedang kami lakukan, kami kemas secara sederhana namun semoga bisa memberikan makna penting, khususnya kepada anak-anak kami," kata Pitoyo yang juga Penanggung Jawab Peringatan Hari Pusaka Dunia 2013 di kawasan Candi Borobudur.

Ia mengemukakan pentingnya mendorong anak-anak dan masyarakat pada umumnya agar turut terlibat dalam berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan secara tepat Candi Borobudur dengan lingkungannya.

Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra itu, katanya, sebagai sumber daya budaya yang sarat ilmu pengetahuan.

"Borobudur dengan kekuatannya itu harus terus dijaga sebagai pusaka budaya bangsa, untuk diwariskan kepada generasi penerus, dan untuk kepentingan bangsa, melindungi bangsa dalam menapaki jalan ke masa depan," katanya.

Saat simposium International Council on Monuments and Sites (Icomos) di Tunisia, 18 April 1982, muncul usulan penyelenggaraan Hari Monumen dan Situs Dunia. Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) melalui resolusi sesi ke-22 pada November 1983 menyetujui gagasan itu dan selanjutnya merekomendasikan anggotanya menjajaki kemungkinan untuk mendeklarasikan 18 April sebagai Hari Pusaka Dunia.

Pada 1991, Unesco menetapkan Candi Borobudur di antara aliran Kali Elo dengan Progo, Kabupaten Magelang itu sebagai Warisan Budaya Dunia. (bn/ant)

Tiga Guru SDK Samarinda Dilantik Jadi Kepsek

Sebanyak tiga guru Sekolah Dasar Katolik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dilantik menjadi kepala sekolah, karena selama ini mereka memiliki kinerja bagus dan mampu meningkatkan mutu pendidikan.

Harga Kebutuhan Pokok Minahasa Tenggara Stabil

Sejumlah bahan kebutuhan pokok di sentra perdagangan lokal di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utata (Sulut) masih stabil.

Dinas Pariwisata : Dua Menteri Akan Hadiri 'Bulfest' 2015

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Bali Gede Suyasa mengatakan dua menteri Kabinet Kerja RIakan hadir pada pagelaran Buleleng Festival (Bulfest) ke-3 yang akan berlangsung 4 sampai 8 Agustus mendatang.

Sebanyak 1.729 Calon Haji Karawang Ikut Manasik

Sebanyak 1.729 calon haji asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, mengikuti manasik haji sebagai persiapan berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun ini.

'Jakbook' Tawarkan Jaminan Harga Murah Pengguna KJP

Pameran buku 'Jakbook & Edu Fair 2015' menawarkan jaminan harga kelengkapan sekolah yang mereka jual lebih murah di bawah harga pasaran kepada pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP).