Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Busana Muslim Rancangan Ghea Panggabean Tampil di Malaysia

busana muslim, ghea panggabean, tampil malaysia

Posted on 03 Jul 2013. Hits : 998

Rancang busana perancang terkemuka Indonesia Ghea Panggabean yang digemari para putri-putri dari kerajaan dan kesultanan Malaysia kembali berpartisipasi dalam peragaan busana Muslim dalam rangkaian Islamic Fashion Festival (IFF) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia baru baru ini.

Merupakan suatu kebanggan tersendiri untuk senantiasa dapat mewakili Indonesia mempresentasikan karya-karyanya dalam IFF baik di dalam maupun di luar negeri, ujar Ghea Pangabean yang sejak awal mengikuti IFF yang digagas Datto Reza Raja Shah dari Malaysia kepada ANTARA, Rabu.

Keikutsertaan perancangan busana Muslim, Ghea Pangabean dalam IFF bukan yang pertama kalinya. IFF digelar sejak tahun 2006 mengadakan peragaan busana Muslim di berbagai negara di antaranya di Jakarta, Kuala Lumpur, Dubai, Monaco dan London.

Ghea telah dianggap menjadi salah satu 'patron' IFF oleh founder IFF Datto Reza Raja Shah, karena senantiasa berpartisipasi dari semenjak pertama kali IFF diadakan .

"Saya semakin respect dengan diadakannya Islamic Fashion Festival selain memberikan nuansa baru terhadap busana Muslim juga 'friendship' atau persahabatan antarbangsa dan memberikan kesan indah tentang Islam melalui penyelenggaraan fashion festival ini," ujar Ghea yang menyelesaikan pendidikan fashionnya di London.

Dikatakannya dalam penyelenggaraan IFF yang bertemakan "Beaty in Modesty," itu berupaya menghilangkan kesan yang negatif sejak peristiwa 9/11.

Peragaan busana yang segalar selama tiga hari juga dimeriahkan dengan aneka stand busana pernak pernik maupun accessories. "Sangat menarik dan pengunjungpun banyak dan antusias. saya sangat senang bisa berpartisipasi dan menjadi bagian dari IFF ini," ujar Ghea.

Ghea merasa bersyukur koleksinya tetap digemari dan bahkan setelah peragaan banyak yang ingin memiliki rancangannya. "Saya bersyukur masih tetap bisa berkreativitas dan inspirasi terus mengalir" ujarnya.

Dikatakannya meskipun show digelar selama tiga hari berturut turut tidak membuatnya merasa lelah, justru bahagia karena pekerjaannya selama ini tidak sia-sia didukung dengan tim yang bekerja keras mempersiapkan koleksi secara serius Dikatakannya, setiap hari busana rancangannya menjadi "Closing" yang ditampilkan sebagai puncak acara show dari tiga hari rangkaian acara fashion show yang menampilkan desainer-desainer dari berbagai negara.

Menurut Ghea Panggabean, perancang busana asal Indonesia lain yang ikut dalam IFF di Malaysia diantaranya perancang busana Milo dari Bali, Jenny Tjahyawati dan Zainal Songket. Sementara dua desainer khusus busana Muslim berpartisipasi yaitu Monica Jufrie dan Dian Pelangi dari Jakarta. Sedangkan dari Malaysia diwakili desainer Melinda Looi dan Tom Abang Saufi.

Tema dari IFF kali ini adalah "Treasures of the Sea" dan Ghea Panggabean memilih tema "Wonders of the Southern Sea" untuk koleksinya yang terinspirasi dari kekayaan alam laut Indonesia seperti ganggang laut, kerang dan terumbu karang (coral) yang direpresentasikan dalam print berwarna dan dalam gaya baju muslim yang modern dan fashionable.

Rancangan Ghea mendapatkan sambutan dari para penggemar dan pelanggan setianya di Malaysia kebanyakan putri-putri dari kerajaan dan kesultanan Malaysia. Salah satu host untuk show Ghea kali ini yang juga adalah pelanggan setianya adalah Tengku Muhaini, Princess dari Pahang.(ris/ant)

Martapura Turunkan Mantan Pemain PSM Di Makassar

Tim Divisi Utama Martapura FC akan menurunkan tiga mantan pemain PSM saat menghadapi tim 'Juku Eja' pada laga uji coba di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulsel, 30 Maret 2015.

Rakornas KPI Bahas Kesiapan Penyiaran Hadapi MEA

Rapat Koordinasi Nasional Komisi Penyiaran Indonesia yang akan digelar di Makassar akan fokus pada kesiapan lembaga penyiaran dalam menghadapi persaingan pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Nuh Bantah Kurikulum 2013 Ajarkan Radikalisme

Mantan Mendikbud Mohammad Nuh membantah Kurikulum 2013 (K13) mengajarkan radikalisme, karena kurikulum itu justru mengajarkan toleransi dengan pendekatan baru.

Pemkab Sukabumi Ungsikan 100 Jiwa Korban Longsor

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengungsikan sekitar 100 jiwa korban bencana tanah longsor tebing setinggi kurang lebih 30 meter di Kampung Cimerak yang menyebabkan 10 orang tertimbun.

LSM Kritik Kebijakan Wacana Pengampunan Pajak

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Forum Pajak Berkeadilan (FPB) mengkritik wacana bakal adanya kebijakan pengampunan pajak yang dinilai berpotensi memberi keringanan bagi pelaku kejahatan perpajakan dan keuangan.