Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Produksi Minyak Chevron Menurun Drastis

produksi minyak, chevron, rokan hilir

Posted on 07 May 2013. Hits : 199

Produksi minyak bumi PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) mengalami penurunan drastis khususnya untuk wilayah kerja Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yakni mencapai 20 ribu hingga 30 ribu barel.

Informasi yang diterima kalangan internal Chevron, Selasa, menyebutkan penurunan produksi minyak di kawasan Bangko terjadi sejak Sabtu (4/5) dan terus berlanjut hingga Senin (6/5).

Pada Sabtu (4/5), penurunan produksi minyak dikabarkan mencapai 15 ribu barel, kemudian terus meningkat pada Minggu (5/5) yakni menjadi 20 ribu barel.

Selanjutnya pada Senin (6/5), dikabarkan penurunan produksi terus berlangsung hingga menjadi lebih dari 30 ribu barel.

Sebelumnya sempat dikabarkan penurunan produksi minyak tersebut disebabkan aktivitas sumber daya manusia yang terus melemah akibat terus bergulirnya kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi di area kerja Minas, Kabupaten Siak, Riau.

Pada kasus ini, pihak Kejaksaan Agung menetapkan lima orang sebagai tersangka, tiga diantaranya dari kalangan karyawan Chevron sementara dua lagi merupakan pihak rekanan (kontraktor) proyek bioremediasi itu.

Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Bintoro dihubungi per telepon mengatakan, penurunan produksi minyak di Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, tidak berkaitan langsung dengan kasus yang tengah dihadapi sejumlah karyawan Chevron.

"Yang jelas, tidak ada efek terhadap pendapatan negara, karena hanya penundaan pemompaan ke tanki pengumpul utama. Sehingga dapat dikatakan memang produksi minyak di sana berkurang," katanya.

Sedangkan produksi dari masing-masing sumur, kata Elan, sejauh ini tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan seperti yang sebelumnya sempat dikabarkan.

Dengan demikian, kata dia, sama artinya dengan minyak hanya terkumpul di tangki-tangi lapangan untuk sementara waktu saja.

Kemungkinan hari ini minyak tersebut yang sebelumnya sempat dinyatakan penurunan produksi, akan tetap terpompa sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi negara," katanya.

Elan mengatakan, SKK-Migas sangat mengharapkan karyawan Chevron tidak melakukan aksi-aksi atau tindakan yang dapat merugikan perusahaan dan negara.

"Kami juga mengharapkan kepada lembaga penegak hukum untuk memproses kasus bioremediasi seadil-adilnya. Jangan sampai ada pelanggaran HAM dan keberpihakan," katanya. (ant/as)

Kajati : Jangan Biarkan ISIS Berkembang Di Bengkulu

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu ,Syahril Yahya mengajak semua masyarakat tidak membiarkan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS berkembang di daerah itu.

Sukuk Rp 1,5 Triliun Dilelang Pekan Depan

Pemerintah berencana melakukan lelang penjualan tiga seri Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara dengan target indikatif sebesar Rp1,5 triliun pada Selasa (23/9).

Singapura Sambut Indonesia Ratifikasi Pakta Asap Asean

Pemerintah Singapura mengatakan Selasa bahwa ia menyambut baik keputusan parlemen Indonesia untuk meratifikasi Perjanjian Polusi Asap Lintas Batas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Muarojambi Kekurangan Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Muarojambi masih kekurangan personil, kondisi ini telah mengurangi efektivitas kinerja satuan penegak peraturan daerah di Kabupaten Muarojambi ini.

Pemkab Banyumas Instruksikan Dinkes Bagikan Masker

Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menginstruksikan Dinas Kesehatan setempat membagikan masker kepada masyarakat, karena debu vulkanik Gunung Slamet telah menjangkau permukiman penduduk.