Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Petani Sayuran di Lampung Timur Berkurang

petani sayuran, lampung timur

Posted on 04 Dec 2012. Hits : 375

Petani yang menanam sayuran di Kabupaten Lampung Timur berkurang, karena harga komoditas lainnya jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan hasil dari menanam sayuran.

"Petani banyak yang berkonsentrasi menanam padi, jagung dan singkong menyambut musim hujan ini," kata Subarti, salah seorang petani di Desa Gunungpasir Jaya Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur, Selasa.

Ia mengatakan petani mulai menanam sayuran pada musim kemarau lalu dan saat musim hujan ini mengembalikan fungsi utama lahan dengan menanam padi di perladangan itu.

Selain itu, bagi petani yang sebelumnya menanam sayur di lahan tadah hujan saat kemarau akan menanam padi, sedangkan di perladangan akan menanam jagung atau singkong sebagai penghasilan utama mereka.

"Jika lahan tadah hujan tetap ditanami sayur akan membusuk karena saat curah hujan tinggi akibat tergenang air," kata dia.

Petani setempat lainnya, Handoyo mengatakan petani saat ini mulai menanam komoditas utama seperti jagung, padi dan singkong itu.

"Hasil menanam sayuran sebelumnya untuk modal tanam sekarang, sesuai dengan perencanaan para petani," kata dia.

Selain itu, kata dia, dari tahun ke tahun harga sayuran saat curah hujan tinggi selalu turun, karena kalah dengan pasokan sayuran dari daerah lain yang memang khusus menanam sayuran.

Petani daeraah itu, lanjut dia, hanya menanam sayuran hanya saat kemarau dengan memanfaatkan embung air atau aliran sungai untuk menyiram, sedangkan saat musim hujan menanam padi karena biasanya sungai meluap merendam lahan tanaman itu.

"Mudah-mudahan musim tanam padi rendeng tahun ini mendapatkan hasil maksimal karena pasokan air mencukupi dibandingkan dengan musim gadu sebelumnya yang kekurangan air," kata dia. (ant/as)

Mendag Diminta Cabut Permendag 44/2014

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang meminta Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44 Tahun 2014, karena mendorong penyelundupan timah dalam jumlah besar.

Uranium Sulbar Tidak Dikomersialisasi

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan kandungan uranium yang terdapat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat tidak akan dibuat menjadi komersial tetapi untuk pembangunan bangsa ini.

Pemerintah Akan Perkuat Sistem Logistik Nasional

Pemerintahan Indonesia akan mengoptimalkan penerapan sistem logistik nasional untuk meningkatkan industri logistik Tanah Air, kata Asisten Deputi Fasilitas Sistem Logistik dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erwin Raza.

KRKP Berharap Pemerintah Lirik Kedelai Edamame

Pemerintah diharapkan dapat melirik produksi kedelai edamame, pasalnya komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memberikan keuntungan bagi petaninya, kata Manager Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah.

Kota Batu Gratiskan Sekolah Swasta

Seluruh sekolah swasta mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK swasta di wilayah Kota Batu, Jawa Timur, mulai tahun pelajaran 2015 digratiskan karena biaya operasional sekolah didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).