Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Perdagangan Bebas Bisa Berimbas Negatif Pada Indonesia

hasil ktt apec, perdagangan bebas, dampak negatif, liberalisasi perdagangan

Posted on 11 Oct 2013. Hits : 530

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Harry Azhar Azis mengingatkan, penekanan kepada perdagangan bebas sebagaimana hasil KTT APEC di Bali beberapa waktu lalu bisa berimbas negatif bila Indonesia tidak siap melakukannya.

'Seharusnya pemerintah bertanya pada diri sendiri apakah kita siap dengan liberalisasi perdagangan yang mana nantinya bea masuk produk dikenakan 0-5 persen saja,' kata Harry Azhar Azis dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Politisi Partai Golkar itu menyesalkan pemerintah yang menyetujui poin kesepakatan perdagangan bebas di APEC yang sangat merugikan Indonesia karena belum siap menghadapi derasnya arus komoditas dan produk dari luar negeri.

Pada sisi lain, menurut dia, Indonesia belum mempersiapkan diri dengan industri yang memberi nilai tambah komoditas menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah ekonomi untuk memberikan manfaat bagi neraca perdagangan.

'Kita sudah mendapat imbas perdagangan bebas yang membuat neraca perdagangan Indonesia minus dan melemahkan rupiah. Sementara kita terus asyik mengobral ekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah,' ujarnya.

Ia juga mengingatkan berbagai permasalahan lainnya seperti tingginya biaya perizinan, buruh, dan buruknya infrastruktur yang membebani produk buatan Indonesia sehingga sulit bersaing baik di skala regional maupun global.

Sebagaimana diberitakan, LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Aliansi Rakyat Indonesia menyatakan, penguatan liberalisasi yang menjadi hasil pertemuan KTT APEC di Bali bakal memperkuat dominasi investor asing di Indonesia.

'Liberalisasi hari ini semakin memperkuat dominasi investor asing untuk memonopoli perdagangan dan sumber daya alam di Indonesia,' kata Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Abet Nego Tarigan.

Senada dengan Abet, juru bicara Aliansi Rakyat Indonesia Irhash Ahmady mengatakan, liberalisasi dan intervensi negara maju dalam berbagai pertemuan global hanya untuk memecahkan krisis yang sedang dialami mereka sehingga negara berkembang seperti Indonesia hanya dijadikan sebagai solusi atas krisis tersebut.(ant/rd)

Pemda Harus Antisipasi Peredaran Apel

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi atas peredaran buah apel asal Amerika Serikat di pasaran yang diduga mengandung bakteri berbahaya bagi manusia.

AS Tidak Akan Serahkan Kembali Guantanamo Kepada Kuba

Usaha-usaha untuk memperbaiki hubungan dengan Kuba tidak akan sampai menyerahkan kembali kekuasaan atas Teluk Guantanamo kepada Havana, kata Gedung Putih, Kamis.

Pekanbaru Belum Berlakukan, Moratorium Hotel

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menilai belum saatnya berlakukan kebijakan moratorium atau pembatasan terhadap pembagunan hotel berbintang di wilayah tersebut, walau sudah dua hotel ditutup pada 2014.

Inilah Kesalahan Utama Saat Melamar Kerja

Saat berburu pekerjaan, tentu Anda menyiapkan surat lamaran sebaik mungkin.

Tiongkok Larang 'Nilai-nilai Barat' Masuki Universitas

Menteri Pendidikan Tiongkok Yuan Guiren berjanji untuk melarang semua buku universitas yang menganut "nilai-nilai barat", kata media pemerintah, yang menunjukkan usaha pengetatan ideologi di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.