Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Perdagangan Bebas Bisa Berimbas Negatif Pada Indonesia

hasil ktt apec, perdagangan bebas, dampak negatif, liberalisasi perdagangan

Posted on 11 Oct 2013. Hits : 522

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Harry Azhar Azis mengingatkan, penekanan kepada perdagangan bebas sebagaimana hasil KTT APEC di Bali beberapa waktu lalu bisa berimbas negatif bila Indonesia tidak siap melakukannya.

'Seharusnya pemerintah bertanya pada diri sendiri apakah kita siap dengan liberalisasi perdagangan yang mana nantinya bea masuk produk dikenakan 0-5 persen saja,' kata Harry Azhar Azis dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Politisi Partai Golkar itu menyesalkan pemerintah yang menyetujui poin kesepakatan perdagangan bebas di APEC yang sangat merugikan Indonesia karena belum siap menghadapi derasnya arus komoditas dan produk dari luar negeri.

Pada sisi lain, menurut dia, Indonesia belum mempersiapkan diri dengan industri yang memberi nilai tambah komoditas menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah ekonomi untuk memberikan manfaat bagi neraca perdagangan.

'Kita sudah mendapat imbas perdagangan bebas yang membuat neraca perdagangan Indonesia minus dan melemahkan rupiah. Sementara kita terus asyik mengobral ekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah,' ujarnya.

Ia juga mengingatkan berbagai permasalahan lainnya seperti tingginya biaya perizinan, buruh, dan buruknya infrastruktur yang membebani produk buatan Indonesia sehingga sulit bersaing baik di skala regional maupun global.

Sebagaimana diberitakan, LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Aliansi Rakyat Indonesia menyatakan, penguatan liberalisasi yang menjadi hasil pertemuan KTT APEC di Bali bakal memperkuat dominasi investor asing di Indonesia.

'Liberalisasi hari ini semakin memperkuat dominasi investor asing untuk memonopoli perdagangan dan sumber daya alam di Indonesia,' kata Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Abet Nego Tarigan.

Senada dengan Abet, juru bicara Aliansi Rakyat Indonesia Irhash Ahmady mengatakan, liberalisasi dan intervensi negara maju dalam berbagai pertemuan global hanya untuk memecahkan krisis yang sedang dialami mereka sehingga negara berkembang seperti Indonesia hanya dijadikan sebagai solusi atas krisis tersebut.(ant/rd)

Hipertensi Dominasi Penyakit Pemudik Di Kampung Rambutan

Gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh stres, kecapaian dan kurang tidur mendominasi penyakit pemudik yang memerlukan pertolongan kesehatan di pos kesehatan Lebaran Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.

Jokowi Gelar Open House Di Kampung Halaman

Ribuan warga Kota Solo dan daerah sekitarnya hadiri acara 'open house' yang digelar oleh Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di gedung Graha Saba di Sumber, Solo, Rabu.

Pusat Pembelanjaan Di Kupang Mulai Ramai

Pusat pembelajaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ramai dikunjungi konsumen untuk membeli kebutuhan pokok pascapenutupan pada puncak Idul Fitri dan hari pertama Lebaran 1435 Hijriah.

Ribuan Masyarakat Hadiri 'Open House' Jokowi

Ribuan masyarakat baik dari Kota Surakarta maupun luar daerah tampak antusias menghadiri acara 'Open House' atau halal bihalal dengan calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Pertemuan Graha Saba, Sumber Banjarsari Solo, Rabu.

DPRD Surabaya Minta Swalayan Langgar Aturan Ditindak

Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota menindak toko atau pasar swalayan yang melanggar aturan selama Ramadhan tahun ini.