Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Penyaluran KUR BRI Kudus Capai Rp61,90 Miliar

kredit usaha rakyat, bri, kudus

Posted on 11 Dec 2012. Hits : 306

Bank Rakyat Indonesia cabang Kudus, Jawa Tengah, berhasil menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) selama Januari hingga November 2012 sebesar Rp61,90 miliar.

"Dengan realisasi penyaluran KUR sebesar Rp61,90 miliar, maka persentasenya sudah mencapai 79,41 persen dari target sebesar Rp77,95 persen," kata Asisten Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Kudus, Yuriman, di Kudus, Selasa.

Sedangkan pertumbuhannya dibanding penyaluran KUR tahun 2011, katanya, mencapai Rp11,35 miliar, karena KUR yang tersalurkan selama 2011 hanya Rp50,55 miliar.

Ia mengakui, untuk mencapai target penyaluran KUR hingga 100 persen memang berat, karena petugas juga dituntut menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan pinjaman.

Hal tersebut, kata dia, sebagai salah satu upaya menghindari potensi kredit bermasalah.

Saat ini, lanjut dia, BRI Cabang Kudus berhasil memperbaiki tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) menjadi 0,97 persen, dibanding NPL 2011 mencapai 1,05 persen.

Terbakarnya Pasar Kliwon, katanya, turut berpengaruh terhadap pengembalian pinjaman, karena pada 2011 tingkat NPL untuk BRI Unit Kota mencapai 4,28 persen.

Akan tetapi, kata dia, pada tahun ini sudah diperbaiki dan terjadi penurunan menjadi 0,84 persen.

Dari 15 unit kantor BRI yang ada di Kabupaten Kudus, katanya, penyaluran KUR terbesar di BRI Unit Jati sebesar Rp6,9 miliar atau 107 persen dari target setahun.

Sedangkan penyaluran KUR terendah dialami BRI Unit Undaan karena baru menyalurkan Rp2,16 miliar atau 47 persen dari target.

Penyaluran KUR di Kudus, katanya, diprioritaskan untuk sektor produktif, seperti sektor industri rumah tangga, pertanian, dan perdagangan.

Besarnya kredit yang disalurkan untuk masing-masing pemohon maksimal Rp20 juta dengan disertai agunan surat berharga.

"Akan tetapi, bagi pemilik usaha tertentu dan memang prospek serta tidak memiliki agunan tetap bisa mendapatkan KUR," ujarnya.

Sedangkan usaha kecil mikro yang mengalami pertumbuhan dan bersifat menguntungkan (bankable), katanya, tidak bisa mendapatkan KUR, melainkan akan diarahkan untuk mendapatkan nilai kredit yang lebih besar lewat produk komersial BRI.

Ia berharap, masyarakat memahami fasilitas KUR yang diberikan kepada pengusaha kecil merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan perbankan.

"Jaminan yang diberikan oleh pemerintah hanya 70 persen, selebihnya merupakan jaminan dari BRI," ujarnya. (ant/as)

Semua Negara Diimbau Akhiri Detensi Pada Anak

Bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konvensi Hak-Hak Anak (CRC), Badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR) mengimbau kepada semua negara untuk mengakhiri penggunaan rumah detensi (tahanan) imigrasi untuk anak-anak.

Sejumlah Daerah Tertarik Bangun PLTN

Sejumlah daerah di Tanah Air mengaku tertarik untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk mengatasi krisis listrik di daerahnya, kata pejabat Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN).

Tarif Angkot Dinaikkan 30 Persen

Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tangerang, Banten, tetap menaikkan tarif angkutan kota sebesar 30 persen pascakenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dana Subsidi Sebaiknya Untuk Padat Karya

Pakar Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Agus T Poputra mengatakan dana subsidi pemerintah sebaiknya dijadikan program padat karya hingga ke desa-desa.

DK PBB Susun Aturan Operasi Perdamaian

Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk pertama kalinya mengesahkan resolusi yang mengatur penyusunan misi dan panduan jelas dalam operasi perdamaian bagi petugas di lapangan, Kamis waktu setempat.