Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Pembangunan Pabrik Feronikel WBN Dimulai 2013

pabrik feronikel, weda bay nikel

Posted on 10 Dec 2012. Hits : 279

Pembangunan pabrik feronikel PT Weda Bay Nikel di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, akan dimulai pada awal 2013 dan diharapkan paling lama empat tahun sudah selesai.

Ketua DPRD Halteng Abdurrahim Ode Yani mengatakan di Ternate, Senin, sesuai hasil koordinasi antara Pemkab dan DPRD Halteng dengan PT WBN diperoleh penjelasan bahwa perusahaan asal Prancis itu akan mulai membangun pabrik feronikelnya di Halteng pada awal 2013.

PT WBN telah menyiapkan lahan seluas 400 hektare untuk lokasi pembangunan pabrik feronikel tersebut. Didalam kawasan itu juga akan dibangun pembangkit listrik untuk mendukung operasional pabrik feronikel serta untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di sekitarnya.

Menurut Abdurrahim, lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan pabrik feronikel tersebut telah digali lapisan tanahnya yang mengandung biji nikel dan rencananya biji nikel itu akan diekspor ke luar negeri bekerja sama dengan BUMD setempat.

Tenaga kerja yang akan diserap PT. WBN, termasuk untuk pengerjaan pabrik feronikel tersebut sekitar 5.000 orang dan PT. WBN telah menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam penyerapan tenaga kerja itu.

"DPRD Halteng mendukung pembangunan pabrik feronikel PT WBN tersebut karena selain akan membuka lapangan kerja juga akan memberi kontribusi pendapatan bagi daerah dan masyarakat setempat," katanya.

DPRD Halteng menghimbau kepada masyarakat setempat, terutama yang berada di sekitar lingkar tambang PT WBN untuk tidak melakukan tindakan yang bisa menganggu kelancaran pembangunan pabrik feronikel PT WBN tersebut, apalagi kalau tindakan itu sampai membuat perusahaan hengkang dari Halteng.

Ia menambahkan PT WBN telah mengantongi izin kontrak karya tambang nikel di Halteng sejak 20 tahun silam, namun selama ini perusahaan itu tidak melakukan eksploitasi karena dalam kontrak karya itu disyaratkan bahwa PT. WBN tidak boleh memasarkan nikel dalam bentuk mentah, tapi harus sudah mulai proses pengolahan.

PT WBN sebelumnya menyebutkan bahwa perusahaan itu akan mengalokasikan investasi triliunan rupiah untuk pembangunan kegiatan eksploitasi nikel di Halteng, termasuk di antaranya untuk pembangunan pabrik feronikel.

PT WBN konsesi tambang nikel di Halteng lebih dari 50.000 ha. Sebagian dari lahan itu masuk dalam kawasan hutan, tapi beberapa tahun silam sudah mendapat izin pemanfaatan dari Kementerian Kehutanan. (ant/as)

Tim SAR Medan Cari Tujuh ABK Tenggelam

Tim Search And Rescue (SAR)Medan selama dua hari berturut-turut melakuan penyelaman untuk mencari tujuh orang lagi anak buah kapal (ABK) KM Kumala Endah yang tenggelam di perairan Belawan, Provinsi Sumatera Utara.

Walhi Tunggu Keputusan Pemda Soal Tambak Udang

Wahana Lingkungan Hidup Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu keputusan pemerintah setempat dalam menyikapi operasional tambak udang di tiga kabupaten yang dinilai mencemarkan sumber air masyarakat.

Wapres Minta Pemrpov Bersihkan Sungai Batanghari

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pemerintah Provinsi Jambi membuat program pembersihan air sungai Batanghari agar tidak terlihat keruh seperti sekarang ini.

Warga Mukomuko Resah Babi Bekeliaran Di Permukiman

Warga Kelurahan Bandar Ratu, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, setiap malam mengaku resah dengan kehadiran babi hutan yang banyak berkeliaran di kawasan permukiman penduduk di wilayah itu.

BI : Sektor Tambang Dorong Peningkatan Ekonomi Sultra

Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sulawesi Tenggara, menyatakan kinerja sektor tambang dan industri olahan mendorong peningkatan ekonomi di daerah itu pada triwulan pertama tahun 2015.