Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Menperin Galakkan Industri Telepon Genggam

telepon genggam, menperin, industri

Posted on 13 Feb 2013. Hits : 157

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan Indonesia harus menggalakkan investasi di bidang telekomunikasi khususnya di sektor telepon genggam untuk mengendalikan produk ponsel impor yang membanjiri Tanah Air.

"Itu sebabnya kita harus menggalakkan investasi di bidang industri khusus tadi, yakni bidang ponsel," kata Hidayat di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, hampir semua kebutuhan ponsel dalam negeri dipasok oleh produk impor. Namun, dalam dua tahun ke depan sebagian produk ponsel impor itu akan disubstitusi saat jalinan kerja sama Indonesia dengan salah satu perusahaan perakit ponsel asing terlaksana.

"Target kami dalam dua tahun ke depan sebagian itu (ponsel impor) sudah disubstitusi karena industri kita yang 'join' dengan luar negeri akan terlaksana," ujarnya.

Meski enggan menyebutkan investor yang akan menanamkan investasi di bidang itu, dia mengatakan akan mengumumkan detailnya saat pembahasan mengenai kesepakatan kerja sama telah selesai dibahas.

"Siapa yang akan investasi dan berapa besarnya, tunggu sesaat lagi," katanya.

Sebelumnya, salah satu perakit ponsel, Foxconn Tecnology Group, memastikan akan merealisasikan pembangunan pabriknya di Indonesia tahun ini. Foxconn mulanya berencana membangun pabrik di Indonesia pada akhir tahun lalu.

Meski sempat tertunda karena akuisisi terhadap salah satu perusahaan Jepang, perusahaan perakit IPhone itu juga masih melakukan konsolidasi dengan Cina serta negara lain untuk pengembangan bisnisnya.

Nilai investasi yang dikucurkan Foxconn sekitar 10 miliar dolar AS (Rp94,8 triliun)yang direalisasikan dalam beberapa fase pembangunan. Beberapa peralatan elektronik yang akan dibuat di Indonesia diantaranya perkakas rumah tangga seperti televisi. (ant/as)

Dolar AS Melemah Terhadap Yen Di Tengah Penurunan Minyak

Kurs dolar AS melemah ke tingkat terendah 15-bulan terhadap yen Jepang di New York pada Senin (Selasa pagi WIB), karena penurunan harga minyak mengangkat permintaan pasar terhadap mata uang 'safe haven'.

Wall Street Turun Tajam Terseret Saham Keuangan Dan Teknologi

Saham-saham di Wall Street berakhir turun tajam pada Senin (Selasa pagi WIB), bergabung dengan kemunduran ekuitas Eropa, karena kekhawatiran pelambatan ekonomi memukul keras saham-saham keuangan dan teknologi.

Minyak Jatuh Setelah Pembicaraan Saudi-Venezuela Gagal

Harga minyak mentah merosot lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), mendorong minyak AS di bawah tingkat 30 dolar AS per barel, setelah pembicaraan akhir pekan antara Arab Saudi dan Venezuela memupus harapan untuk pengurangan produksi.

Emas Naik Tajam Didukung Pelemahan Ekuitas AS

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam pada Senin (Selasa pagi WIB), karena melemahnya ekuitas AS memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Pasar Saham Spanyol Berakhir Anjlok 4,44 Persen

Indeks utama pasar saham Spanyol, Ibex-35, anjlok 4,44 persen pada Senin menjadi ditutup di 8.