Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Menperin Galakkan Industri Telepon Genggam

telepon genggam, menperin, industri

Posted on 13 Feb 2013. Hits : 121

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan Indonesia harus menggalakkan investasi di bidang telekomunikasi khususnya di sektor telepon genggam untuk mengendalikan produk ponsel impor yang membanjiri Tanah Air.

"Itu sebabnya kita harus menggalakkan investasi di bidang industri khusus tadi, yakni bidang ponsel," kata Hidayat di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, hampir semua kebutuhan ponsel dalam negeri dipasok oleh produk impor. Namun, dalam dua tahun ke depan sebagian produk ponsel impor itu akan disubstitusi saat jalinan kerja sama Indonesia dengan salah satu perusahaan perakit ponsel asing terlaksana.

"Target kami dalam dua tahun ke depan sebagian itu (ponsel impor) sudah disubstitusi karena industri kita yang 'join' dengan luar negeri akan terlaksana," ujarnya.

Meski enggan menyebutkan investor yang akan menanamkan investasi di bidang itu, dia mengatakan akan mengumumkan detailnya saat pembahasan mengenai kesepakatan kerja sama telah selesai dibahas.

"Siapa yang akan investasi dan berapa besarnya, tunggu sesaat lagi," katanya.

Sebelumnya, salah satu perakit ponsel, Foxconn Tecnology Group, memastikan akan merealisasikan pembangunan pabriknya di Indonesia tahun ini. Foxconn mulanya berencana membangun pabrik di Indonesia pada akhir tahun lalu.

Meski sempat tertunda karena akuisisi terhadap salah satu perusahaan Jepang, perusahaan perakit IPhone itu juga masih melakukan konsolidasi dengan Cina serta negara lain untuk pengembangan bisnisnya.

Nilai investasi yang dikucurkan Foxconn sekitar 10 miliar dolar AS (Rp94,8 triliun)yang direalisasikan dalam beberapa fase pembangunan. Beberapa peralatan elektronik yang akan dibuat di Indonesia diantaranya perkakas rumah tangga seperti televisi. (ant/as)

Pengamat: Merger BTN-Mandiri Opsi Tepat

Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar, Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan rencana penggabungan (akuisisi) Bank Mandiri dengan Bank BTN merupakan opsi terbaik bagi proses konsolidasi perbankan nasional.

Kota Binjai Miliki 37 PAUD Inti

Kota Binjai, Sumatera Utara, sekarang ini memiliki 37 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang membina anak-anak masa usia emas untuk memiliki akhlak dan pengetahuan yang baik.

Harga Karet Melemah, Perbankan Terganggu

Harga karet melemah di perdagangan internasional sejak awal tahun mempengaruhi bisnis perbankan di Sumatera Selatan, dengan mencatat penurunan penyerapan dana pembiayaan dan dana pihak ketiga.

Sistem Pendidikan JIS Perlu Diaudit

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengaudit sistem pendidikan di Jakarta International School (JIS).

Produksi Ikan Laut di Lebak Merosot

Produksi hasil tangkapan nelayan tempat pelelangan ikan Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, merosot akibat cuaca buruk di Perairan Samudera Hindia.