Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Masyarakat Bangka Barat Minati Ternak Sapi

bangka barat, ternak sapi

Posted on 11 Dec 2012. Hits : 358

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, mengungkapkan sektor peternakan sapi semakin diminati masyarakat setempat karena memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Diliriknya peternakan sapi sebagai salah satu sektor perekonomian karena nilai jualnya tinggi rata-rata Rp12 juta per ekor, ini peluang karena selama ini pedagang masih mengandalkan pasokandariluar daerah," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Suhadi di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, memelihara sapi memiliki keuntungan selain bisa menjual sapi untuk dikonsumsi, kotorannya juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik yang banyak diminati petani dengan hargA Rp20.000 per kantong.

Menurut dia, struktur tanah setempat banyak mengandung pasir dengan unsur hara rendah sehingga dibutuhkan pupuk organik cukup banyak untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Suhadi mengatakan, animo masyarakat mengembangkan ternak sapi dapat dilihat dari bertambahnya jumlah kelompok tani di daerah itu.

"Untuk tahun ini bertambah lima kelompok peternak, dua kelompok di Desa Mislak dan masing-masing satu di Air Gantang, Nyikep serta Kelapa, dan kami yakin ke depan akan tumbuh banyak lagi kelompok peternak baru," katanya.

Indikasi tersebut, kata dia, dapat dilihat dari banyaknya proposal pengajuan bantuan bibit sapi yang sudah diterima pemkab setempat yang saat ini sudah mencapai puluhan proposal.

Ia menambahkan, lima kelompok baru tersebut pada awal 2012 mendapatkan bantuan masing-masing 20 ekor sapi, namun saat ini sudah berkembang menjadi 27 ekor sapi per kelompok.

"Selain mengharapkan mendapat kotoran untuk pupuk, anggota kelompok tersebut juga ada yang sekadar menyalurkan kesenangan," ujarnya.

Menurut dia, daerah yang memiliki sekitar 80 persen lebih penduduknya bermata pencaharian petani dan pekebun tersebut memang potensial untuk mengembangkan peternakan sapi dan ternak lainnya.

"Kalau dihitung potensi, lebih dari 90 ribu ekor sapi dapat dikembangkan di Bangka Barat dengan pola integrasi ternak-kebun dan ternak-pertanian," kata dia.

Pola integrasi sapi-sawit, sapi-karet, sapi-lada dan sapi-sawah bisa dikembangkan untuk meningkatkan populasi sapi dalam upaya menjadi lumbung sapi nasional.

Menurut dia, luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan lebih dari 40 ribu hektare, milik masyarakat lebih dari 15 ribu hektare, luas perkebunan karet 24 ribu hektare lebih, lada lima ribu hektare dan pertanian lebih dari 1.200 hektare.

"Satu ekor sapi hanya butuh pakan rumput satu hektare per tahun, jadi jika ingin dikembangkan bisa mencapai 90 ribu ekor sapi," kata dia.

Dengan potensi besar tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai peningkatan keterampilan peternak dengan mengoptimalkan petugas penyuluh, budi daya yang efektif dan efisien serta memberikan bantuan induk sapi dan pengolahan pupuk organik.

"Kami yakin setelah ada bukti nyata dari kelompok peternak beserta pemanfaatan kotoran sapi untuk pupuk dan sumber energi seperti yang dikembangkan di Kecamatan Jebus, banyak warga yang akan melirik sektor peternakan sebagai salah satu mata sektor ekonomi," kata dia. (ant/as)

Penyebaran Titik Pameran Majukan Seni Rupa Sumbar

Penyebaran titik berpameran di 19 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dinilai merupakan salah satu potensi yang dapat memajukan seni rupa di daerah itu.

Puluhan Ribu Umat Kristen Manado Rayakan Paskah

Puluhan ribu umat Kristen di Manado, Sulawesi Utara merayakan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus dalam ibadah agung di gereja, Minggu.

Penelitian Ikan 'Mikih' Butuh Waktu Tujuh Tahun

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengatakan penelitian untuk pengembangan dan budi daya ikan 'Mikih' yang endemik di daerah itu membutuhkan waktu tujuh hingga sepuluh tahun.

BI Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

Bank Indonesia (BI) berencana menahan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada 2014 agar berada pada angka enam persen.

Keterlambatan Kotak Suara Berpeluang Terjadi Kecurangan

Keterlambatan membawa masuk kotak-kotak suara dari PPS ke PPK sesuai jadwal waktu, seperti di Kecamatan Teluk Ambon Baguala (Kota Ambon) bisa membuka peluang terjadi kecurangan.