Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kasus Sapi Impor Jadi Penyebab Mahalnya Harga Daging

sapi impor, sapi, daging sapi, kpk

Posted on 14 Feb 2013. Hits : 393

Sejumlah kalangan pejabat di Pekanbaru, Riau, mengklaim mahalnya harga daging di berbagai pasar tradisional di daerah itu akibat adanya kasus sapi impor yang melibatkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

"Bisa jadi ini memang disebabkan isu nasional itu, kasus sapi impor yang saat ini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun saya tidak mengetahuinya lebih jauh," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru Sentot Djoko Prayitno di Pekanbaru, Kamis.

Melalui sambungan telepon, Sentot menjelaskan mahalnya harga daging sapi di wilayahnya memang telah berlangsung cukup lama.

Jika dikaji secara umum, demikian Sentot, penyebabnya adalah minimnya pasokan akibat stok sapi di berbagai daerah penghasil yang terbatas.

"Kondisi demikian biasa terjadi setiap tahunnya tergantung pada momen-momen tertentu, khususnya saat lebaran dan perayaan keagamaan lainnya," kata dia.

Pantauan di beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru, harga daging sapi masih berkisar antara Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Harga tersebut memang lebih murah dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, dimana harga daging sempat menjangkau lebih dari Rp100 ribu per kilogramnya.

Namun pengakuan sejumlah pedagang pengecer, harga itu masih tetap saja mahal karena normalnya harga daging sapi yakni Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Masih mahalnya harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru menurut pedagang membuat minat atau daya beli masyarakat kian minim.

Hal itu kemudian berdampak pada penghasilan para pedagang yang juga turun, bahkan tidak jarang mengalami kerugian akibat daging tidak terjual.

Sentot mewakili Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau agar masyarakat khususnya kalangan pedagang untuk dapat memahami kondisi tersebut.

"Karena mahalnya daging tidak hanya terjadi di Pekanbaru, melainkan dihampir seluruh wilayah tanah air," katanya. (ant/as)

Sebaran Infrastruktur Indonesia Kurang Merata

Pengamat ekonomi Ahmad Heri Firdaus menyatakan, sebaran infrastruktur di Indonesia masih kurang merata terutama pada wilayah di luar Pulau Jawa.

Minibus Pariwisata Tabrakan Di Tlanakan Pamekasan

Minibus pariwisata bernomor polisi B 7444 UDA berkecepatan tinggi menabrak mobil Hyundai yang melaju di depannya di Jalan Raya Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu sekitar pukul 08.

Airasia Tingkatkan Frekuensi Rute Medan-Palembang

Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia meningkatkan frekuensi penerbangan rute Medan-Palembang dan sebaliknya dari saat ini 4 kali sepekan menjadi harian atau 7 kali sepekan mulai tanggal 29 Maret 2015.

LSM : Harga Tanah Melonjak Tanpa Instrumen Pengendali

Lembaga swadaya masyarakat Indonesia Property Watch mengatakan, harga tanah semakin melonjak dan hingga kini belum ada lembaga yang kredibel menjadi instrumen pengendali lonjakan tersebut.

Kemlu Berkomitmen Tingkatkan Fungsi Diplomasi Ekonomi

Kementerian Luar Negeri berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan fungsi diplomasi ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.