Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Harga Tomat Turun Tajam, Petani Merugi

harga tomat, tomat

Posted on 27 Nov 2012. Hits : 619

Petani tomat di sejumlah sentra sayuran di Cianjur, Jawa Barat, merugi karena sejak satu pekan terakhir harga tomat di pasaran menurun tajam sehingga harga jual tidak seimbang dengan biaya operasional.

Saat ini, di sejumlah pasar tradisional, harga tomat perkilo, berkisar antara Rp400 sampai Rp600. Sebelumnya, harga jual tomat di tingkat petani mencapai Rp3.000 per kilogram.

"Musim panen yang serempak, membuat tomat melimpah di pasaran. Sehingga otomatis harga menurun tajam. Saat ini, hal yang sama terjadi pada sayuran kol, yang turun Rp2000 perkilo dari Rp4000 perkilo," kata Ujang (45) salah seorang petani di Kecamatan Cugenang, Selasa.

Dia menuturkan, saat ini hanya harga wortel yang masih stabil di pasaran. Di tingkat petani wortel dijual Rp5.000 per kilogram, sedangkan di pasar tradisional, harganya mencapai Rp8.000 hingga Rp10 ribu per kilogram.

Namun pihaknya memperkirakan masuknya musim hujan, akan berdampak pada turunnya harga berbagai jenis sayur mayur lainnya, satu bulan ke depan.

"Harga sayuran selama ini, tidak pernah stabil, terlebih memasuki musim hujan, harganya biasanya akan terus menurun," keluhnya.

Sementara itu, Miming (38) salah seorang pemasok sayur mayur di Kecamatan Pacet, membenarkan, penurunan harga sejumlah komoditas sayuran tersebut, terutama tomat.

Penurunan harga tersebut, ungkap dia, nyaris rata terjadi di setiap daerah penghasil sayuran mayur di dalam maupun di luar wilayah Cianjur. Dia mengaku, turunnya harga sayur mayur tersebut, membuat pihaknya memutar otak untuk menutupi biaya operasional.

"Kami biasa memasok sayur mayur ke pasar induk di Bandung dan Jabodetabek. Untuk tomat biasanya satu kali pengiriman sekitar 6 ton, namun karena harganya murah, saat ini, terpaksa kami kirim sebanyak 7 ton, untuk menutupi ongkos," ucapnya.

Sementara itu, tambah dia, saat ini tomat yang hendak dijual ke pasaran, tidak melalui penyortiran berdasarkan jenis tomat super atau biasa, karena harganya tidak jauh berbeda. (ant/as)

Kader: Golkar Kacau Karena Pihak Luar

Kader sekaligus Sekretaris Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Afrizal Arifin mengungkapkan kekacauan yang terjadi di dalam tubuh parpol tersebut menjelang pemilihan kepengurusan baru diakibatkan adanya kepentingan pihak luar.

Jepang Buka Kembali Impor Ayam Olahan Indonesia

Pemerintah Jepang membuka kembali kran impor daging ayam olahan Indonesia setelah ditutup pada 2003 karena merebaknya kasus flu burung (H5N1) pada sekitar satu dasawarsa lalu itu.

Masjid di Kota Pelabuhan Kenya Dibuka Kembali

Pihak otoritas di kota pelabuhan Mombasa, Kenya, mengatakan, Kamis (27/11), mereka akan membuka kembali empat masjid menyusul serangkaian penyerangan dalam upaya pencarian senjata dan pendukung militan Shebab Somalia.

Jaktim Siapkan Belasan Rumah Pompa

Pemerintah Kota Jakarta Timur menyiapkan 13 rumah pompa dengan pompa stasioner dan pompa "mobile" terpasang di lokasi rawan banjir memasuki musim hujan ini.

Menteri LH Tinjau Izin Perusahaan Baru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan, Siti Nurbaja, mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan dirinya untuk segera meninjau ulang izin dari sebuah perusahaan di Provinsi Riau untuk mencari solusi masalah kebakaran lahan dan hutan.