Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Harga Kopra di Maluku Utara Turun, Petani Mengeluh

kopra, harga kopra

Posted on 07 Dec 2012. Hits : 687

Warga di kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut), dalam sepekan ini mengeluhkan turunnya komoditi kopra di pasaran Malut tersebut dari Rp5000 ribu per kg ke Rp3500 ribu per kg.

Di Kota Ternate misalnya, menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Khairun Ternate, Nurdin Muhammad, SE, MSi, sudah hampir enam bulan terakhir, harga kopra di berbagai pasaran di Malut hanya Rp5000 per kg, tapi baru sepekan kembali turun hingga Rp3500 ribu per kg.

"Selama ini, pemkab/pemkot di Malut tidak pernah memperhatikan nasib petani kopra, sehingga harga kopra selama ini tidak mengalami perbaikan, sehingga mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani kopra," katanya.

Nurdin juga mengaku, saat ini kualitas kopra di Malut sangat rendah, begitu pula proses pengelohan kopra di Malut dikeringkan dengan cara pengasapan, padahal pengeringan harus dilakukan dengan sinar matahari.

Bahkan, dirinya berharap agar pemda yang daerahnya penghasil kopra seperti di Kabupaten Halmahera Utara harus diberikan berbagai kesempatan untuk mengikuti pelatihan dalam meningkatkan kualitas produksi.

Sementara itu, sejumlah pengusaha hasil bumi di Malut mengaku, harga kopra di pasaran Malut yang biasanya dijual Rp5000 per kg, kini turun menjadi Rp3500 per kg, akibatnya stok kopra di Ternate menurun karena lesunya permintaan pasar dari dalam dan luar negeri.

Anjloknya harga kopra tersebut disebabkan karena turunnya permintaan akan komoditi ini di pasaran lokal. Harga kopra tersebut diperkirakan akan terus turun sampai beberapa bulan ke depan.

Turunnya harga kopra tersebut membuat petani di Ternate dan daerah lainnya di Malut semakin tak bergairah mengolah kopra, sehingga para petani terutama di Pulau Kota Ternate lebih memilih menjual kelapa muda dengan harga Rp5000 per buah, ketimbang membuat kopra.

Seorang petani kelapa di Ternate, Risno misalnya ketika dihubungi mengatakan, dalam satu hektar kelapa, mereka kini bisa menikmati penghasilan kotor sekitar Rp5 juta, dulunya paling tinggi penghasilan Rp7 juta, karena saat itu harga kopra sekitar Rp10 ribu per kg. (ant/as)

Bolt Raih 'Treble' Dunia Dengan Emas Estafet Putra

Usain Bolt meraih medali emas ketiganya pada kejuaraan dunia atletik di Beijing, Sabtu, saat dia menjadi pelari terakhir tim estafet 4x100 meter putra Jamaika, sementara pesaing mereka Amerika Serikat didiskualifikasi.

Produsen Berbahan Kedelai Merugi Akibat Rupiah Melemah

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Bekasi Aceng Solahudin menilai sejumlah produsen makanan berbahan dasar kedelai di wilayah setempat sangat dirugikan oleh melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS.

KAP DOB Balanipa Bertandang Ke Rujab Gubernur

Komite Aksi Pembentukan Daerah Otonom Baru (KAP DOB) Kabupaten Balanipa, Sulawesi Barat, bertandang ke rumah jabatan (Rujab) Ggubernur sebagai bentuk keseriusan untuk melahirkan kabupaten ketujuh yang ada di daerah itu.

Bupati Kolaka Utara Buka Kontes Motor Tua

Bupati Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Rusda Mahmud membuka kontes motor tua sebagai salah satu rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-70 RI di pelataran masjid Agung.

Mahasiswi Spanyol Sayangkan 'Vandalisme' Di Goa Besiang

Seorang mahasiswi asal Spanyol Neus Rossel Civit menyayangkan adanya aksi 'vandalisme' atau perbuatan merusak dan menghancurkan keindahan alam di Goa Besiang, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.