Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Harga Karet di Sumsel Fluktuatif

harga karet, sumatera selatan, gapkindo

Posted on 09 Jan 2013. Hits : 1012

Harga bahan olah karet kualitas 90 persen di Sumatera Selatan, Rabu tercatat Rp26.467 per kilogram atau turun dibanding sebelumnya Rp26.610 per Kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Awie Aman di Palembang, mengatakan, harga bahan olah karet atau bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik selama sepekan terakhir( 2-8 Januari 2013) cenderung fluktuatif.

Ia menjelaskan, harga bahan olah karet (bokar) kualitas 90 persen pada 2 Januari masih tercatat Rp25.943 per kg, sehari berikutnya naik menjadi Rp26.355 per kg, kemudian bergerak lagi hingga Rp26.610 dan terakhir pada Rabu ada penurunan menjadi Rp26.467 per kg.

Berdasarkan data di Gapkindo setempat, harga bokar kuaitas 90 persen selama sepekan terakir berada dikisaran Rp25 ribu hingga di atas Rp26 ribu per kg, tergantung pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil komoditas perkebunan Sumsel itu diekspor.

Khusus di Sumatera Selatan, hingga saat ini tercatat belasan pabrik pengolahan karet anggota Gapkindo rata-rata total kisaran 60 ribu ton hingga 70 ribu ton karet per bulan di ekspor ke beberapa negara konsumen.

Menurut Awie, biasanya para pedagang pengumpul dari beberapa daerah penghasil memasok Karet ke sejumlah pengusaha pabrik pengolahan di Sumsel yang sebagian besar berada di Kota Palembang.

Sejumlah pabrik pengolahan di Palembang yang biasa menampung karet petani itu antara lain PT Remco, PT Muara Kelingi dan PT Sunan Rubber.

Sementara, daerah penghasil karet di Sumsel antara lain Kabupaten Muaraenim, Lahat, Banyuasin, Musibanyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, termasuk sebagian dari Kabupaten Musirawas, Kota Pagaralam dan Kota Prabumulih.

Secara keseluruhan luas areal perkebunan karet di Sumsel total mencapai lebih dari satu juta hektare, baik diusahakan oleh perkebunan besar swasta nasional dan asing, maupun dikelola oleh petani secara tradisional.

Sedangkan hasil olahran karet sebagian dibeli langsung oleh pedagang pengumpul melalui petani, dan ada juga lewat pasar lelang di Koperasi Unit Desa.

Pantauan Antara di sejumlah pabrik yang biasa menampung karet petani seperti PT Remco, dan PT Muarakelingi di kawasan Kecamatan Kertapati, setiap hari terdapat belasan mobil truk sarat bermuatan karet melakukan transaksi di sana.

Mengenai ekspor karet, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel dari tujuh jenis komoditas utama ekspor nonmigas provinsi tersebut periode Januari-Oktober 2012 total menghasilkan devisa 2,680 miliar dolar Amerika Serikat.

Kepala BPS Sumsel Baehdi Ruswana, sebelumnya mengatakan bahwa dari total nilai devisa ekspor nonmigas provinsi tersebut, karet menjadi komoditas penyumbang devisa terbesar mencapai 2,541 miliar dolar AS, disusul batu bara 100,309 juta dolar, produk kayu 24,879 juta dolar dan kopi hanya 12,618 juta dolar AS.

Nilai ekspor nonmigas Sumsel sebesar 2,680 miliar dolar itu, bila dibandingkan dengan periode bulan yang sama tahun sebelumnya mencapai 3,603 miliar dolar AS, terjadi penurunan, katanya. (ant/as)

Pemerintah Fokus Kurangi Kematian Ibu

Pemerintah menargetkan untuk mengurangi jumlah kematian ibu menjadi 226 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2015, dari 359 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2012, sesuai hasil survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).

Produksi Kedelai Mataram Diatas Rata-rata

Produktivitas kedelai Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mencapai rata-rata 1,5 ton per hektare atau di atas rata-rata nasional sebesar 1,4 ton per hektare.

Kampung Terpencil Nikmati Listrik

Salah satu kampung terpencil di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur segera menikmalti penerangan listrik yang dibangun dengan dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd).

Cirebon Tingkatkan Populasi Sapi

Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berencana meningkatkan populasi sapi lokal karena selama ini masih kurang sehingga kebutuhan daging masih mengandalkan kiriman dari luar daerah.

Bazis Miliki Program Baru

Perenovasian rumah menjadi layak huni (bedah rumah) bagi warga miskin menjadi program baru Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (BAZIS) Jakarta Pusat pada 2014.