Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Harga Karet di Lampung Selatan Turun

karet, harga karet

Posted on 28 Nov 2012. Hits : 503

Harga getah karet di tingkat petani di Kabupaten Lampung Selatan turun dalam sepekan terakhir karena mutu komoditas perkebunan tersebut sedang kurang baik.

"Kadar air mulai tinggi saat memasuki musim hujan ini yang membuat harga karet basah turun tipis dari Rp7.000 per kilogram menjadi Rp6.500 per kilogram," kata Eko Putro, salah satu petani di Kecamatan Tanjungsari Lampung Selatan, saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.

Namun, pendapatan petani karet cenderung meningkat memasuki musim penghujan ini karena tetesan getah leboh banyak dibandingkan sebelumnya saat minim curah hujan.

"Sepekan ini lah getah mulai banyak dan pendapatan petani meningkat hingga 25 persen," kata dia.

Dalam tiga hari, biasanya mendapatkan getah karet basah sebanyak 30 kilogram, namun semenjak ada hujan naik menjadi sekitar 40 kilogram karena getah lebih deras.

"Namun kata dia pendapatan petani akan lebih tinggi jika didukung dengan kenaikan harga karet di petani," ujar dia.

Petani setempat lainnya, Suradi mengatakan, petani karet saat memang selalu mengalami kesulitan baik saat musim kemarau maupun musim hujan.

"Jika musim kemarau getah sedikit sedangkan musim hujan terkendala menyadap dan harga karet rendah akibat tingginya kadar air," ujar dia.

Ia berharap, harga karet basah bisa lebih tinggi minimal Rp10.000 per kilogram dan karet kering Rp15.000 per kilogram agar kehidupan petani lebih sejahtera, karena saat ini karet basah hanya pada kisaran Rp6.000 per kilogram sedangkan karet kering Rp9.500 per kilogram.

"Petani merasakan puncak harga karet tiga tahun lalu karena getah karet basah mencapai Rp14.000 per kilogram sedangkan karet kering Rp25.000 per kilogram," ujar dia.

Berdasarkan data luas perkebunan karet milik penduduk di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 3.235 hektare dengan produktivitas 689,2 per hektare. (ant/as)

Mendag Diminta Cabut Permendag 44/2014

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang meminta Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44 Tahun 2014, karena mendorong penyelundupan timah dalam jumlah besar.

Uranium Sulbar Tidak Dikomersialisasi

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan kandungan uranium yang terdapat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat tidak akan dibuat menjadi komersial tetapi untuk pembangunan bangsa ini.

Pemerintah Akan Perkuat Sistem Logistik Nasional

Pemerintahan Indonesia akan mengoptimalkan penerapan sistem logistik nasional untuk meningkatkan industri logistik Tanah Air, kata Asisten Deputi Fasilitas Sistem Logistik dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erwin Raza.

KRKP Berharap Pemerintah Lirik Kedelai Edamame

Pemerintah diharapkan dapat melirik produksi kedelai edamame, pasalnya komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memberikan keuntungan bagi petaninya, kata Manager Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah.

Kota Batu Gratiskan Sekolah Swasta

Seluruh sekolah swasta mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK swasta di wilayah Kota Batu, Jawa Timur, mulai tahun pelajaran 2015 digratiskan karena biaya operasional sekolah didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).