Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Harga Hasil Perkebunan Bali Melonjak

bali, hasil perkebunan, kopi, kakao

Posted on 19 Nov 2012. Hits : 422

Harga hasil perkebunan yang digeluti petani Bali mengalami kenaikan yang cukup berarti hingga menjelang akhir tahun 2012, kondisi itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan di daerah ini.

Harga komoditas unggulan seperti kopi maupun kakao hasil penanaman pekebun daerah ini mengalami kenaikan yang cukup berarti di tingkat produsen, kata Ir Made Adi Wahyuni M Agb, staf Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Senin.

Ia mencontohkan, harga kopi arabika biji kering Ose Olah basah di tingkat petani di Kabupaten Bangli tercatat Rp36.000/kg pertengahan November 2012, pada hal Januari lalu hanya Rp32.000/kg, atau naik Rp4.000/kg.

Kopi robusta di tingkat petani di Kabupaten Tabanan dan Buleleng seharga Rp27.000/kg naik Rp4.000 jika dibandingkan pada awal Januari 2012 hanya Rp22.000/kg. Kopi kedua jenis itu banyak dihasilkan di Bali bagian utara.

Kakao yang mulai banyak dikembangkan petani di Kabupaten Tabanan, Gianyar dan Jembrana kini mengalami panen. Produksi banyak ditampung para pedagang luar daerah terutama dari Jawa Timur yang akan dijadikan mata dagangan ekspor.

Wahyuni mengatakan, harga kakao biji kering fermentasi di tingkat petani seharga Rp22.800/kg, naik jika dibandingkan Januari lalu hanya Rp19.000/kg, begitu pula jenis kering asalan dari Rp17.000 menjadi Rp20.300/kg.

Sementara biji mete yang dihasilkan pekebun di daerah Karangasem, Bali bagian timur memiliki harga yang cukup stabil yakni Rp10.000/kg, biji mete gelondongan organik Rp13.000/kg di tingkat petani.

Cengkeh hasil perkebunan rakyat di daerah ini justru berkurang yang bisa diterima pekebun karena dihargai hanya Rp110.000/kg bunga kering di tingkat petani, pada hal awal 2012 mencapai Rp120.000/kg.

Gagang kering dari cengkeh di tingkat petani dihargai Rp7.000/kg bertambah mahal, jika dibandingkan awal 2012 hanya Rp2.500/kg. Bali juga menghasilkan tembakau yang dikembangkan petani di kabupaten Gianyar, Buleleng dan Klungkung dan produksinya dihargai Rp30.000/kg (tembakau rajangan) di tingkat petani. (ant/as)

IPI : Elektabilitas Petahana Pangkep Masih Rawan

Lembaga Survei Indeks Politica Indonesia atau IPI menyebutkan survei untuk elektabilitas Bakal Calon Bupati Petahana Kabupaten Pangkep Syamsuddin Hamid Batara tinggi namun masih rawan dikejar lawan .

Uskup Nilai Roda Pemerintahan Mimika Tidak Jalan

Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua, Mgr John Philip Saklil mengkritik keras kinerja aparatur pemerintah di Kabupaten Mimika yang dinilainya kurang sungguh-sungguh membangun masyarakat.

Spirit Internasional : RTMPE Solusi Tepat Entaskan Kemiskinan

Spirit Internasional selaku lembaga non-governmental organization (NGO) menyatakan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) merupakan solusi tepat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau untuk mengentaskan masalah kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di daerah itu.

Bupati Bengkalis Komitmen Lanjutkan Program PNPM-PD

Bupati Bengkalis, Provinsi Riau Herliyan Saleh berkomitmen pada 2016 akan melanjutkan kembali Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-PD).

Akademisi : Kerjasama Ekonomi Antardesa Efektif Hadapi MEA

Kerjasama pengembangan ekonomi antardesa akan menjadi salah satu upaya efektif untuk menghadapi tantangan perekonomian memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN, kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Erwan Agus Purwanto.