Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Harga Bawang di Lampung Bertahan Tinggi

harga bawang, bawang merah, bandarlampung, brebes

Posted on 19 Mar 2013. Hits : 344

Harga bawang di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandarlampung pada pekan keempat Maret 2013 masih tetap bertahan tinggi, namun harga bawang merah impor di pasar itu lebih murah dibandingkan dengan bawang asal Brebes Jawa Tengah.

Menurut sejumlah pengunjung Pasar Sukarame Bandarlampung, Selasa, harga bawang merah impor mencapai Rp45.000/kg, sedang bawang asal Brebes paling murah Rp52.000/kg.

"Mutu bawang lokal jauh lebih baik dibanding dengan bawang impor. Bawang lokal lebih segar dibandingkan bawang impor," kata Lusi, salah satu pengunjung pasar tersebut.

Meski mutu bawang impor tidak begitu baik, namun banyak juga yang membelinya karena faktor harganya yang lebih murah.

"Karena harga bawang merah tetap selangit, saya hanya beli seperampat kilogram saja," katanya.

Sementara harga bawang putih mencapai Rp43.000/kg.

Di Pasar Lelang Bandarlampung, harga bawang merah masih tetap berkisar Rp48.000- Rp55.000/kg dan bawang putih sekitar Rp50.000/kg.

Para pedagang juga menyebutkan pasokan bawang merah dan bawang putih ke Bandarampung mulai tersendat, dan mutunya juga juga kurang baik.

Menurut Buyung, salah satu agen bawang di Bandarlampung, harga bawang merah di tingkat agen sudah di atas Rp45.000/kg, sehingga harga ecerannya bisa menembus di atas Rp60.000/kg.

"Pasokan bawang dalam beberapa hari terakhir tersendat. Biasanya paling cepat satu hari sudah tiba pesanan, kini bisa dua hingga tiga hari," kata dia.

Meskipun harganya tinggi, permintaan atas bawang diperkirakan tidak turun drastis.

Sementara itu di Jakarta, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan importir bawang putih sepakat untuk melepas bawang putih ke para distributor dengan harga Rp15.000 per kilogram dan diharapkan bisa menurunkan harga bawang putih yang meroket selama beberapa waktu lalu.

"Kita sudah melakukan komunikasi dengan pelaku usaha yang telah memenuhi syarat, dan mereka sepakat untuk melepas bawang putih ke distributor dengan harga Rp15 ribu per kilo," katanya.

Gita mengatakan, dengan adanya pasokan tersebut diharapkan harga bawang putih yang beberapa waktu ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi bisa membantu untuk menurunkan harga bawang putih tersebut.

Gita menjelaskan, pasokan tersebut berasal dari ratusan kontainer bawang putih yang sempat tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu lalu akibat dari tidak lengkapnya dokumen-dokumen para importir dalam melakukan kegiatan impor.

"Kontainer yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak sudah teridentifikasi lebih dari 500 kontainer, dan sudah ada sebanyak 332 kontainer yang sudah memenuhi syarat," jelas Gita. (ant/as)

Bawaslu Sulsel Jamin Tidak Ada Nepotisme Panwaslu

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan Laode Arumahi menjamin perekrutan panitia pengawas pemilu di 10 kabupaten yang akan menggelar pemilihan umum kepala daerah serentak di provinsi itu bebas dari unsur nepotisme atau titipan.

KPU Minta Tambahan Anggaran Untuk Pilkada Langsung

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI minta Komisi II DPR menambah anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah langsung di 196 kabupaten/kota dan delapan provinsi.

Maluku Optimistis ARB Ketua Umum Golkar

DPD Partai Golkar Maluku optimistis Aburizal Bakrie yang disapa 'ARB' terpilih kembali menjadi Ketua Umum dalam Munas IX yang dijadwalkan di Bali, 30 November-3 Desember 2014 karena dukungan sebagian besar pengurus daerah.

Pemprov Kaltim Kejar Target Pembangunan Tiap SKPD

Pelaksana Tugas Sekprov Kalimantan TimurRusmadi MS mengatakan sisa waktu kurang lebih sebulan dioptimalkan mengejar target pembangunan, khususnya terkait realisasi penyerapan anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Tingkat Emisi Rujukan Berpeluang Tarik Investor

Rancangan dokumen Tingkat Emisi Rujukan untuk Deforestasi dan Degradasi Hutan (FREL) yang diprakarsai oleh Badan Pengelola Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (BP REDD+) berpeluang menarik investor menanamkan modalnya di Indonesia.