Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Gubernur Bali Siapkan Pola Kemitraan dan Perlindungan Usaha Peternakan

gubernur bali, kemitraan peternakan, peternakan

Posted on 21 Jan 2013. Hits : 379

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyiapkan regulasi pola usaha kemitraan dan perlindungan usaha peternakan.

"Dengan adanya peraturan gubernur diharapkan dapat mengatur pola kemitraan atau pengusaha besar yang dilakukan di daerah ini agar tidak sampai menggerus peternakan rakyat," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra di sela-sela sosialisasi rancangan pergub itu di Denpasar, Senin.

Menurut dia, sering kali peternakan rakyat kalah dalam pemasaran karena adanya hambatan produksi dan permodalan.

"Oleh karena itu, pergub nantinya dapat menjadi payung hukum bagi pemerintah, peternak, dan pengusaha untuk berjalan bersama-sama khususnya dalam mengembangkan peternakan babi dan ayam yang konsumennya di daerah kita cukup besar," katanya.

Pergub ini, lanjut dia, mencoba mengatur agar kemitraan berjalan, tetapi perusahaan mandiri juga tetap dikembangkan. Yang boleh melakukan usaha kemitraan tentu saja yang harus berdomisili dan punya izin di Bali.

"Kemitraan mempunyai kewajiban untuk melapor pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait atas pemasaran hasilnya. Jangan sampai pasar peternak mandiri diambil oleh kemitraan," ucapnya.

Adapun beberapa pola kemitraan yang diatur dalam pergub itu yakni usaha budidaya yang sudah dapat dilaksanakan oleh peternak maka usaha besar atau menengah dalam melakukan hubungan kemitraan hanya menyerapkan hasil produksi budaya.

"Usaha besar atau menengah yang akan melaksanakan hubungan kemitraan dengan usaha yang berskala kecil atau peternak mandiri agar melibatkan asosiasi peternak yang ada di Bali. Kemitraan juga dapat dilakukan bagi yang tidak memiliki keterkaitan usaha," ujarnya.

Dalam rancangan pergub yang terdiri atas 21 pasal itu, diatur pula ketentuan bagi usaha besar dan menengah wajib menyediakan rumah potong hewan yang menyebarkan bibit babi atau menghasilkan babi potong 1.000 ekor ke atas dalam satu bulan dan yang menyebarkan bibit ayam atau menghasilkan ayam potong di atas 150.000 ekor per bulan.

Sementara itu, Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gupbi) Bali Putu Hari Suyasa menilai semua usaha kemitraan peternakan yang sudah berjalan selama ini sesungguhnya telah melanggar aturan pemerintah. "Namun ini dibiarkan sekian puluh tahun sehingga menyebabkan ketergantungan peternak pada pasar kemitraan," katanya.

Pihaknya juga menyayangkan seharusnya pertemuan tersebut untuk mendengar kajian hukum dari biro hukum, ternyata dikoreksi ulang lagi sehingga menimbulkan perdebatan kembali. Perdebatan terhadap rancangan sebenarnya sudah sering dilakukan termasuk di DPRD," katanya. (ant/as)

Antrean Penumpang 'Menumpuk' Di Terminal Ponorogo

Antrean penumpang 'menumpuk' di Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diduga akibat kemacetan parah di sejumlah ruas jalan raya jurusan Surabaya sehingga menyebabkan kedatangan bus terhambat hingga berjam-jam.

Pengosongan Identitas Agama Tidak Tepat

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay menilai diperbolehkannya warga negara mengosongkan identitas agama saat mengisi formulir pengurusan identitas kependudukan tidak tepat.

Puncak Arus Balik Di Terminal Jombor H+5

Puncak arus balik di Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan terjadi pada Sabtu (2/8) atau H+5 lebaran.

Arus Balik Melalui Terminal Muntilan Meningkat

Arus balik Lebaran 2014 di Terminal Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan ditandai makin banyaknya pemudik yang membeli tiket bus, terutama ke sejumlah kota besar, Kamis.

700 Aparat Gabungan Razia Kawasan Eks-lokalisasi Dolly

Sebanyak 700 aparat gabungan dari polisi, TNI, Satpol PP, Linmas, Dishub dan Pemadam Kebakaran melakukan razia di kawasan eks-lokalisasi Dolly dan Jarak, Surabaya, Kamis sore.