Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Dua Kapal Bantuan untuk Nelayan Belum Beroperasi

kapal bantuan, nelayan

Posted on 28 Nov 2012. Hits : 407

Dua kapal ukuran 30 grosston Inka Mina bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk nelayan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum beroperasi, karena keterbatasan biaya dan kemampuan sumber daya manusianya.

"Kapal nelayan bantuan pada 2011 ini, belum dapat dioperasikan maksimal oleh nelayan, karena keterbatasan biaya operasional, dan sumber daya manusianya," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunung Kidul Suwarno, Rabu.

Bahkan, menurut dia, satu kapal di antaranya masih perlu dilengkapi lagi berbagai peralatan tangkap ikan.

Menurut Suwarno, kapal Inka Mina perlu dilengkapi berbagai peralatan, karena alat tangkap mini "purse seine" atau jaring lingkar yang sudah ada, masih belum mencukupi untuk digunakan menangkap ikan, sehingga perlu ada penambahan alat tersebut.

Ia mengatakan satu unit kapal untuk KUB di Pantai Baron, Gunung Kidul, sama sekali belum dioperasikan. "Kemungkinan karena KUB penerima bantuan kapal tersebut, tidak memiliki modal yang cukup untuk mengoperasikannya," katanya.

Menurut dia, untuk satu kali trip kapal itu harus ada biaya minimal Rp30 juta. "Apalagi kapal tersebut masih perlu penyempurnaan dan penambahan jaring," katanya.

Memang, kata dia, bantuan kapal dari Kementerian Perikanan dan Keluatan perlu ada penambangan fasilitas alat tangkap ikan.

Selain itu, perlu adanya sumber daya manusia (SDM) yang memadai. "Selama ini, nelayan Gunung Kidul masih melakukan penyesuaian," kata dia.

Ia menyebutkan satu kapal Inka Mina 163 milik KUB Akselerasi Inka Mina Sadeng pernah beroperasi tiga trip dengan pendapatan kotor Rp179 juta.

Namun, kata dia, untuk mengoperasikan kapal KUB Akselerasi masih harus menyempurnakan kapal dan kelengkapan jaring dengan biaya sendiri Rp150 juta.

Pada awalnya dalam pengoperasian kapal tersebut, nelayan Gunung Kidul bekerja sama dengan nelayan Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai anak buah kapal (ABK), mengingat nelayan lokal takut mengoperasikannya.

Pada trip pertama masih melibatkan empat nelayan lokal, pada trip kedua nelayan lokal hanya dua orang, tetapi setelah trip terakhir seluruh ABK dari Pekalongan kembali ke daerahnya, dan berhenti mengoperasikan kapal INKA Mina 163.

"Kemungkinan ada ketidakcocokkan antara ABK dari Pekalongan dengan KUB pengelola kapal, maka nelayan asal Pekalongan memilih berhenti," katanya.

Pada 2012, kata Suwarno, nelayan Gunung Kidul menjalin kerja sama dengan kelompok nelayan Sedang Biru, Pondok Dadap, Malang, Jawa Timur, untuk meningkatkan manajemen dan SDM nelayan Gunung Kidul.

"Kami akui bahwa manajemen nelayan Gunung Kidul kurang bagus. Selain itu, SDM-nya perlu ada peningkatan dan pelatihan khusus untuk mengoperasikan kapal ukuran besar," kata dia.

Ia membantah jika nelayan Gunung Kidul dikatakan belum siap mengoperasikan kapal dengan ukuran di atas 30 grosston. "Bukan tidak siap, tetapi memang perlu ada penyesuaian dan peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan kapal ukuran besar," katanya. (ant/as)

KKP : Indonesia Butuh Infrastruktur Maritim Yang Mumpuni

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja mengatakan, Indonesia membutuhkan infrastruktur maritim yang mumpuni guna mengoptimalkan sumber daya kelautan di Tanah Air.

Distan : Sulteng 2013 Surplus Beras 300.000 Ton

Provinsi Sulawesi Tengah pada musim panen 2013 mengalami surplus beras sebanyak 300 ribu ton, kata Kepala Dinas Pertanian setempat Trie Iriany Lamakampali.

P2TP2A Tingkatkan Kesadaran Perlindungan Anak

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung berupaya meningkatkan kesadaran dalam perlindungan anak melalui sosialisasi.

Perpustakaan Soeaman HS Alternatif Wisata Akhir Pekan

Perpustakaan Soeman HS menjadi alternatif liburan akhir pekan, lewat beragam fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang berbasiskan pendidikan.

Gelombang Laut Perairan Bangka Belitung Meningkat

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada Minggu (26/10) ketinggian gelombang laut di sejumlah perairan Bangka Belitung meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.