Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

DKP Bangka Selatan Bangun Bantalan Kapal Nelayan

bangka selatan, nelayan, kapal nelayan, bangka belitung

Posted on 18 Dec 2012. Hits : 271

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, akan membangun bantalan kapal di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ketapang sebagai penahan benturan kapal saat berlabuh.

"Mudah-mudahan pertengahan 2013 PPI Ketapang sudah memiliki bantalan kapal sehingga kapal nelayan tidak lagi mengalami kerusakan atau pecah karena menghantam beton di pelabuhan tersebut," ujar Kepala DKP Bangka Selatan Kristializar di Toboali, Selasa.

Ia menjelaskan, bantalan kapal akan dilakukan di PPI Ketapang sepanjang 96 meter, sehingga nelayan tidak lagi cemas saat sandar di pelabuhan untuk membongkar hasil tangkapan ikannya.

"Selama ini, sebagian bantalan kapal di PPI Ketapang hanya menggunakan kayu, sehingga banyak kapal tradisional yang rusak, bahkan ada yang pecah karena menabrak langsung beton atau kayu di dermaga," ujarnya.

Ia mengatakan, bantalan kapal ini berbahan baku karet berkualitas baik dengan komposisi yang tepat, kuat dan fleksibel disesuaikan dengan tujuannya sebagai penahan benturan ke dermaga saat kapal berlabuh.

"Dengan adanya bantalan kapal ini akan meningkatkan aktivitas bongkar hasil tangkapan ikan, sehingga pelabuhan akan menjadi pusat perdagangan atau pelelangan ikan," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, sebagian kapal nelayan berkapasitas lima gross ton ke atas tidak membongkar hasil tangkapan ikan di PPI Ketapang, nelayan khawatir jika bersandar akan rusak karena pelabuhan belum memiliki bantalan kapal.

Jumlah kapal nelayan di Bangka Selatan 2.575 unit yang tersebar di Kecamatan Toboali, Lepar Pongok, Tukak Sadai, Pulau Besar, Simpang Rimba, sementara penduduk di dua Kecamatan Payung dan Air Gegas tidak ada yang berprofesi nelayan.

Dari 2.575 kapal nelayan tersebut, jumlah perahu tanpa motor sebanyak 420 unit, perahu motor tempel 151 unit, kapal nelayan berkapasitas 5 GT hingga 10 GT sebanyak 1.891 unit, kapal berkapasitas 10 hingga 20 GT sebanyak 15 unit.

Menurut dia, pada saat gelombang di pelabuhan cukup besar, risiko kecelakaan atau kerusakan kapal cukup tinggi akibat dorongan gelombang yang cukup kuat.

"Kapal nelayan ini tidak seperti kendaraan lainnya, seperti sepeda motor, mobil yang setiap saat bisa direm atau dihentikan, sehingga banyak nelayan membongkar hasil tangkapan ikan di pelabuhan lainnya seperti di Pangkalpinang, Sungailiat dan pelabuhan lainnya yang memiliki bantalan kapal. Ini mengakibatkan stok ikan di Bangka Selatan berkurang," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, dengan pembangunan bantalan kapal ini, hasil tangkapan ikan di PPI Ketapang akan meningkat dan kebutuhan ikan di masyarakat akan mencukupi dengan harga terjangkau.

"Saat ini, harga ikan cukup tinggi karena hasil tangkapan ikan nelayan berkurang seiring perairan yang mulai memburuk, sehingga harga ikan di pasaran mulai merangkak naik yang memberatkan ekonomi masyarakat," ujarnya. (ant/as)

Tak Diisi, Billboard Halte Dicorat-coret

Sebuah papan iklan atau billboard di atas atap halte di ruas jalan Sudirman-Thamrin yang kosong diisi dengan corat-coret dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Trotoar Museum Nasional Kurang Tertib

Trotoar di depan Museum Nasional di Jl. Medan Merdeka Barat tampak kurang tertib dengan kehadiran para pedagang asongan dan gerobak di depannya.

Kisah Hidup Hendra Gunawan Terangkum dalam Seni Hologram 3D

Perjalanan hidup mendiang pelukis Indonesia Hendra Gunawan dirangkum dalam sebuah karya seni hologram 3 dimensi.

Tak Hanya di Acara Resmi, Perempuan Indonesia Perlu Pakai Kain dalam Keseharian

Bertempat di Museum Tekstil di Jakarta Sabtu kemarin, para perempuan Indonesia pecinta kain yang hadir diimbau untuk mengenakan busana kain asli Indonesia dalam keseharian mereka.

Rayakan Hari Ibu, Komunitas Cinta Berkain Meriahkan Museum Tekstil

Seorang perempuan mancanegara tampak asyik membatik di salah satu bangunan Museum Tekstil, Jl.