Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Desa Wahyu Penghasil Kemiri

desa wahyu, penghasil komoditi kemiri

Posted on 08 Jun 2013. Hits : 460

Desa Wahyu, salah satu dari sejumlah desa yang berada di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini sebagai daerah penghasil komoditi kemiri.

'Warga di sini dalam beberapa tahun terakhir ini menggantungkan hidup mereka dari hasil komoditi itu,' kata Deden, salah seorang petani asal Desa Wahyu, Sabtu.

Ia mengatakan hampir 95 persen warga desa tersebut sebagai petani kemiri.

Selain kemiri, petani di desa yang terletak di Pegunungan Matantimali juga mengembangkan komoditas perkebunan lain seperti kakao dan cengkeh.

'Tapi yang terbesar adalah tanaman kemiri,' kata ayah tiga putera itu.

Menurut dia, kondisi tanah dan juga iklim yang ada di Pegunungan Matantimali sangat cocok bagi pengembangan kemiri.

Kemiri yang dikembangkan terdiri atas kemiri lokal dan juga bogor. Kedua jenis kemiri itu sangat cocok dikembangkan di daerah itu.

Kemiri dalam jangka lima tahun sudah berproduksi dengan lebat.

Hasil produksi petani selama ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional yang ada di Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Harga biji kemiri dijual petani kepada pedagang saat ini berkisar Rp15.000,00 per kilogram. Harga kemiri pernah naik mencapai Rp30.000,00 per kilogram.

Petani selain menjual ke Palu, juga banyak pedagang yang datang membeli langsung di kebun petani, sehingga pemasaran komoditi tidak susah.(ant/rd)

Arus Balik Melalui Pelabuhan Masih Berlangsung

Arus balik melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih berlangsung hingga saat ini, kata Manajer SDM dan Umum PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Nugroho Cristianto.

Bus Sugeng Rahayu Terguling di Ngawi

Satu unit Bus Sugeng Rahayu jurusan Surabaya-Semarang, Kamis (30/7) malam terguling di Jalan Raya Ngawi-Solo Km 6, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hingga membuat puluhan penumpangnya terluka.

Pembangunan Jalan Akses Tol Priok Butuh Rp4,9 Triliun

Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun Tol Akses Tanjung Priok diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp4,9 triliun, kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini.

Rasio Kredit Bermasalah UMKM Sulsel Turun Tipis

Rasio kredit bermasalah atau 'Non Performing Loan' (NPL) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Selatanturun tipis dari 5,41 persen pada bulan Mei menjadi 5,14 persen pada Juni 2015.