Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Daya Saing Produk Perikanan Indonesia Dinilai Relatif Rendah

produk perikanan, perikanan

Posted on 05 Dec 2012. Hits : 484

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan, daya saing produk perikanan Indonesia masih rendah antara lain dilihat masih sedikitnya jumlah produk perikanan dalam negeri yang diekspor.

"Dibandingkan dengan negara-negara perikanan, Indonesia relatif rendah," kata Rokhmin di Jakarta, Rabu.

Rokhmin memaparkan, nilai ekspor perikanan Indonsia pada 2011 sebesar 3,5 miliar dolar AS, sedangkan Vietnam 6,2 miliar dolar dan Thailand 8,5 miliar dolar AS.

Ia juga menuturkan, pangsa udang Indonesia dalam pasar udang global menempati peringkat ke empat, di bawah Thailand, China, dan Vietnam.

Rokhmin yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia itu mengemukakan, dari segi volume produksi dan konsumsi ikan per kapita, sektor perikanan menunjukkan kinerja yang cukup bagus.

"Sebelum ada Departemen Kelautan dan Perikanan atau Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 1999, produksi perikanan 3,9 juta ton, tahun 2004 sebesar 6 juta ton dan 2011 sebesar 13,4 juta ton," katanya.

Namun, ujar dia, dari segi produktivitas nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah hasil perikanan dinilai masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara perikanan utama lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

Ia memaparkan, keberlanjutan dan daya tahan baik usaha perikanan budidaya maupun perikanan tangkap masih rendah akibat ledakan penyakit dan faktor alam.

Sejumlah faktor yang disorot Rokhmin terkait dengan daya saing produk perikanan Indonesia antara lain adalah teknologi yang digunakan masih rendah dan belum diterapkannya manajemen yang profesional.

Selain itu, baik persoalan infrastruktur, sistem logistik, maupun ketersediaans arana produksi perikanan masih terbatas dan harganya relatif mahal khususnya di luar Jawa.

"Di negara-negara perikanan utama lain seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, India, dan China, sektor perikanan mendapat subsidi, khususnya BBM, benih, dan pakan," katanya. (ant/as)

DPRD Banten Minta Pelayanan Arus Mudik Ditingkatkan

Komisi IV DPRD Banten meminta pihak-pihak terkait yang menyiapkan pelayanan arus mudik di Banten diharapkan bisa meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Pemudik Diimbau Istirahat Tiap 4 Jam

Pemudik yang menempuh perjalanan jauh diimbau beristirahat setiap empat jam sekali guna menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kelelahan, kata Kasat Lantas Polres Kudus AKP Billy Andha Hildiario Budiman.

Timses Jokowi-JK Jamin Kondisi Aman Pasca-Putusan KPU

Tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin kondisi keamanan di wilayah ini aman, dan tidak perlu khawatir adanya kerusuhan pascapengumuman hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum atas kemenangan Jokowi-JK pada Pemilu 2014.

KNPI Maluku Sesalkan Sikap Prabowo

Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Maluku Victor Peilouw menyesalkan sikap Prabowo Subianto yang menarik diri dari proses pemilihan umum presiden karena hal itu menunjukkan yang bersangkutan tidak siap kalah.

Jokowi Ngantor Lagi di Balai Kota, Ahok: Selamat Pak Presiden!

Terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemenang Pilpres 2014 mendapat ucapan selamat dari rekan kerja sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama saat Jokowi kembali 'ngantor' di Balai Kota sebagai Gubernur DKI Jakarta, Rabu (23/7).