Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Banyak Wilayah Jateng yang Jadi Penghasil Bawang Putih

jateng, bawang putih, penghasil bawang, bawang

Posted on 26 Mar 2013. Hits : 2328

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan bahwa banyak daerah di Jateng yang menjadi penghasil bawang putih selain bawang merah dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

"Banyak daerah yang menjadi penghasil bawang putih seperti di Tawangmangu, Dieng, dan lereng Gunung Slamet. Jateng tidak ada masalah (dapat tercukupi bawang putih lokal, red.)," kata Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo seusai acara peresmian website Sistem Informasi Harga dan Produksi Komiditi (SiHaTi) di Kantor Bank Indonesia Semarang, Selasa.

Gubernur menegaskan bahwa Jateng memiliki daerah, petani, hingga pupuk untuk pengembangan bawang putih. Bahkan untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) saat ini juga sangat mudah.

"Jadi tinggal pengendalian dari dinas pertanian kabupaten dan kota setempat untuk menanam bawang putih, selain bawang merah. Saat ini hanya kurang ulet dan gigih, serta daya juang yang kurang," katanya.

Terkait impor bawang putih dan bawang merah, Gubernur menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menolaknya. Akan tetapi, ia berharap agar waktu dan kuota impor memperhatikan kondisi petani lokal.

"Pada saat petani panen, seharusnya tidak boleh barang masuk karena dapat merugikan petani. Kuncinya adalah harus memperhatikan waktu dan volume apa pun jenis impornya agar tidak melakukannya pada saat panen, sehingga petani tidak diragukan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengaku heran bawang putih dan bawang merah dapat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Jawa Tengah.

"Bawang putih, bawang merah, dan cabai kok bisa mempengaruhi inflasi. 'Gumun' (heran, red.) karena setiap masak bisa tidak harus pakai bawang merah atau bawang putih. Cabai, tidak semua orang juga 'doyan' sambel. Beda dengan beras, semua pasti makan nasi," katanya.

Kesempatan terpisah Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Jam Jam Zamachsyari mengatakan bawang putih dan bawang merah serta cabai dapat menjadi pemicu inflasi karena memiliki bobot yang tinggi.

"Walau pun harganya relatif kecil, tetapi saat terjadi kenaikan harga bisa 'gila-gilaan'. Harga bawang naiknya bisa sampai Rp15 ribu per kilogram. Sementara beras, saat harga naik meskipun Rp100 per kilogram tetapi karena bobotnya besar juga dapat berpengaruh terjadinya inflasi," kata Jam Jam.

Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM Dwidjono Hadi Darwanto menambahkan bahwa Jateng merupakan salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia dan perlu ada peningkatan produksi karena produksi nasional masih rendah terhadap kebutuhannya.

Produksi bawang merah 2001--2011 rata-rata 251.005 ton, impor 20.206 ton, dan ekspor 7.372 ton. Ketersediaan bawang merah dari produksi mampu memenuhi kebutuhan 113,93 persen.

Sementara produksi bawang putih 2001--2011 rata-rata 14.107 ton, impor 3.706 ton, dan ekspor 92 ton. Ketersediaan bawang putih dari produksi mampu memenuhi kebutuhan 78 persen dari konsumsi. (ant/as)

Legislator : Pemkot Medan Sikapi Pembongkaran Jalan

Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, diharapkan dapat bersikap terhadap kerusakan sebagian ruas jalan di daerah itu yang diakibatkan pembongkaran berbagai badan jalan dengan dalih untuk keperluan pembangunan infrastruktur.

DPRD Klungkung Kritisi Kinerja Pemerintah Setempat

Ketua Komisi I DPRD Klungkung, Bali Komang Suantara alias Otal berupaya mengkritisi kinerja pemerintah setempat, karena sasaran program kerja dinilainya belum sesuai dengan harapan.

Dinkes Bali Ingatkan Kebersihan Sebelum Konsumsi Buah

Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengingatkan masyarakat terkait kebersihan sebelum mengonsumsi buah dan makanan agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri berbahaya.

Pemkab Batang Siap Fasilitasi Pembangunan Tol

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap memfasilitasi pembangunan tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer yang sempat terhenti akibat masalah pembebasan sisa lahan.

Anggota DPRD Kabupaten Solok Reses Ke Dapil

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan kunjungan lapangan (reses) ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat pada 28 Januari hingga 2 Februari 2015.