Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bantul Susun Perda Kawasan Lahan Pangan Berkelanjutan

bantul, kawasan lahan pangan

Posted on 12 Dec 2012. Hits : 306

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,menyusun Peraturan Daerah yang mengatur tentang kawasan lahan pangan berkelanjutan di daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana di Bantul, Rabu, mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) kawasan lahan pangan itu bertujuan untuk mengendalikan alih fungsi lahan dari pertanian ke nonpertanian.

"Sementara ini baru dalam tahap izin prinsip untuk melihat status apakah kawasan ini hijau atau kuning. Jadi nanti ketika ada alih fungsi diarahkan pada zona yang berwarna kuning," katanya.

Sementara, kata dia pada kawasan yang disebutkan berwarna hijau harus terus dipertahankan sebagai lahan pertanian berkelanjutan dan tidak boleh dialihfungsikan guna menghasilkan pangan.

"Pembahasan Rancangan Perda kawasan pangan akan mulai diproses pada 2013 mendatang bersama teman-teman di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul," katanya.

Menurut dia, untuk memberikan rangsangan terhadap petani yang memiliki lahan yang masuk dalam zona hijau agar tidak mengalihfungsi lahan ke nonpertanian, maka pihaknya memberikan penghargaan.

"Kami akan meringankan pajak bumi dan bangunan (PBB) terhadap petani yang bersedia mengabadikan lahan pertanian sepanjang tahun," katanya.

Sementara, Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Bantul, Bambang Pin Erwanta belum lama ini mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pangan di Bantul, harus ada lahan pertanian lestari seluas 13.000 hektare dan posisi saat ini masih ada seluas 15.000 hektare.

"Alih fungsi lahan mencapai empat hingga enam hektare per tahun, makanya diperketat agar tidak menganggu ketahanan pangan, paling tidak produksi pangan Bantul masih mencukupi kebutuhan," katanya.

Ia mengatakan, selain meringankan pajak petani, pemkab juga akan membantu mempermudah sertifikasi lahan pertanian yang dilestarikan serta diutamakan untuk mendapat bantuan benih demi kesejahteraan petani. (ant/as)

Dokter Tiongkok Perkenalkan Pengobatan Kanker Dengan Terapi

Dokter ahli onkologi asal Tiongkok memperkenalkan pengobatan penyakit kanker dengan cara terapi, dalam seminar bertajuk 'Penyakit Kanker dan Pengobatannya' di Gedung Rato Ebhu Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, Sabtu.

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis Hewan Laboratorium

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB Prof Dr drh Dondin Sajuthi mengatakan Indonesia kekurangan tenaga dokter spesialis hewan laboratorium bersertifikat sekalipun kebutuhan akan bidang keilmuan tersebut sangat penting dalam penelitian bidang pengobatan dan keilmuan lainnya.

Menpora : Madura Sasaran Empuk Pengedar Narkoba

Manteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan Pulau Madura merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran empuk peredaran narkoba.

DPD : Harga BBM Jangan Sering Naik-Turun

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono mengingatkan pemerintah jangan terlalu sering menaik-turunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Hamilton Start Pertama Di GP Malaysia

Lewis Hamilton merebut posisi start pertama untuk Grand Prix Malaysia setelah memenangi babak kualifikasi yang diguyur hujan deras di sirkuit Sepang, Sabtu.