Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Nasi Jagung

nasi jagung, jagung kering, jagung

Posted on 05 Dec 2012. Hits : 401

Bahan:

Jagung kering

Cara membuatnya:

-- Seduh jagung kering sebanyak yang dibutuhkan dengan air mendidih sampai jagungnya terendam, dan biarkan semalam.
-- Keesokan harinya, butir-butir jagung ditempatkan di tangguk atau kukusan supaya airnya tiris. Tumbuk sampai hancur, sampai merupakan bubuk/tepung kasar, lalu tampi supaya bersih.
-- Masaklah tepung jagung ini seperti memasak nasi. Letakkan di kukusan, lalu kukus sampai masak. Tuang nasi jagung itu di paso atau panci, siram dengan air panas secukupnya, tutup pancinya sampai airnya terisap, lalu kukus pula nasi jagung tersebut sampai masak.

Catatan:

Nasi jagung empuk dan enak jika dimakan panas-panas. Lauk pauk yang cocok ialah urap-urapan serta ikan teri asin. Dimakan dengan lodeh pun enak, menurut kesukaan masing-masing. Ada juga yang makannya dengan kelapa parut yang dibubuhi garam. Enak dan gurih.

Pemkab Bangka Tengah Bantu Koperasi Rp 20 Juta

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyalurkan bantuan Rp20 juta untuk setiap koperasi di daerah itu.

Hewan Kurban Kambing Lebih Diminati Di Bengkulu

Masyarakat Bengkulu lebih minati kambing dibanding sapi untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah, atau bertepatan tanggal 24 September 2015 Masehi.

Slamet Rahardjo Syukuri Keberhasilan Misi Kesenian Indonesia

Ketua Komite Pertunjukan, Pameran dan Seminar Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 Slamet Rahardjo Djarot mensyukuri keberhasilan misi kesenian Indonesia dalam ajang Museums Uferfest atau Festival Tepi Sungai di Frankfurt, Jerman.

Abrasi Pantai Tarau Mengancam Keselamatan Warga

Pesisir Pantai Kelurahan Tarau, Ternate, Maluku Utara (Malut), mengalami abrasi hingga mendekati 100 meter dari bibir pantai sehingga mengancam keselamatan warga setempat.

Gubernur Tolak Program Kemenkes Tidak Sesuai Kebutuhan

Gubernur Maluku, Said Assagaff menegaskan dirinya akan menolak program yang dialokasikan Kementerian Kesehatan jika peruntukannya tidak sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan di provinsi tersebut.