Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Tim Khofifah-Herman Temukan Kecurangan Pilkada Jatim

tim khofifah-herman, temukan, kecurangan, pilkada jawa timur

Posted on 04 Sep 2013. Hits : 217

Tim Khofifah-Herman menemukan kecurangan Pilkada Jatim pada 29 Agustus 2013, bahkan kecurangan yang ditemukan lebih parah dibandingkan dengan hal serupa yang terjadi pada Pilkada Jatim 2008.

"Pelanggaran dan kecurangan Pilkada Jatim kali ini sangat beragam, mulai dari keterlibatan aparat desa hingga petugas TPS yang turut mencoblos pasangan tertentu secara berjamaah," kata anggota koordinator tim media Khofifah-Herman, Ahmad Millah Hasan di Surabaya, Rabu.

Selain itu, kata penulis buku "Melawan Pembajakan Demokrasi" itu, pihaknya juga menemukan kasus surat suara dicoblos sendiri oleh aparat desa, C-6 (undangan pencoblosan) yang tak dibagikan ke pemilih.

"Marak juga penyalahgunaan kekuasaan untuk menggiring pemilih untuk mencoblos pasangan tertentu. Kalau Pilkada Jatim 2008 hanya masalah DPT (daftar pemilih tetap) yang paling heboh, sehingga Ketua KPU Jatim saat itu sempat menjadi tersangka atas dugaan itu," ucapnya.

Menurut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) itu, Pilkada Jatim 2013 juga diwarnai kinerja KPU yang tak profesional, sehingga jumlah golongan putih sangat besar karena KPU kurang melakukan sosialisasi.

"Itu dosa KPU. Angka golput sangat tinggi karena sosialisasi yang kurang. Satu suara saja bisa menentukan nasib Jawa Timur. KPU harus bertanggung jawab. Parahnya, Bawaslu justru kurang aktif mengawasi pelaksanaan Pilkada Jatim," ujar pemuda asal Paciran, Lamongan itu.

Oleh karena itu, langkah hukum patut dilakukan. "Itu perlu dilakukan agar terang benderang, siapa yang menang dengan cara curang dan siapa yang kalah karena dicurangi. Ini untuk menyelamatkan demokrasi di Jatim," ucapnya, menegaskan.

Baginya, Jawa Timur adalah barometer politik nasional. "Suksesnya penyelenggaraan Pilkada Jatim akan sangat berpengaruh pada penyelenggaraan Pemilu 2014. Jangan-jangan kecurangan Pilkada Jatim ini merupakan eksperimentasi kecurangan yang lebih parah di pemilu mendatang, sebab kasus DPT fiktif juga merebak pada Pemilu 2009," tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Korps PMII Jatim, Athik Hidayatul Ummah menyayangkan ulah pasangan calon Cagub-Cawagub yang menghalalkan segala cara untuk menang. "'Money politic' (politik uang) sangat marak. Kemiskinan dimanfaatkan untuk berbuat curang," tandasnya.

Ia mencontohkan sejumlah daerah mengalami penukaran C-6 dengan mi instan oleh relawan salah satu pasangan. "Jadi, ada orang yang datang ke rumah pemilih dengan membawa mi instan. C-6 ditukar dengan mi instan serta janji uang 20 ribu rupiah," ungkapnya.

Padahal, katanya, semua pasangan Cagub-Cawagub sudah mengikuti deklarasi Pilkada Damai, namun hal itu hanya menjadi catatan di atas kertas, karena di lapangan kecurangan masih marak. "Janji siap menang dan siap kalah seharusnya diikuti dengan permainan yang 'fair' di lapangan," tukasnya.(ris/ant)

Cici Tegal Akui Terima Uang Dari Siti Fadilah

Artis Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal mengakui menerima uang sebesar Rp500 juta dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Bareskrim Gandeng Kemkominfo Blokir 360 Situs Judi

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir sebanyak 360 situs judi online.

Kantor Urusan Kemanusiaan PBB Prihatin Terhadap Serangan di Mali

Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan mitranya prihatin bahwa serangan oleh orang dan kelompok bersenjata di sekitar Timbuktu di Mali Utara memaksa banyak orang meninggalkan rumah mereka.

Puskesmas Asoklokobal Beri Layanan Kesehatan Gratis

Puskesmas Kampung Asoklokobal, Distrik Asoklokobal, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis.

Menag: Lima Kiat Hindari Travel Umrah Berisiko

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membagikan lima kiat untuk menghindari biro perjalanan umrah berisiko, menilik belakangan terdapat kasus penelantaran 49 orang jamaah di Jeddah, Arab Saudi dan kejadian serupa sering terulang.