Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Peran Perempuan dalam Politik Terkendala Kultur

politik, peran perempuan dalam politik

Posted on 28 Nov 2012. Hits : 341

Peran perempuan di panggung politik Indonesia terutama di sejumlah daerah masih mengalami kendala yang berbenturan dengan persepsi adat istiadat dan agama, demikian hasil studi Pusat Penelitian Politik LIPI.

Hasil studi yang dirilis di Jakarta, Rabu, dan disusun dalam sebuah buku Perempuan, Partai Politik dan Parlemen itu antara lain menemukan fakta mengejutkan bahwa 50 persen perempuan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus janda cerai karena tidak mendapat dukungan dari suami.

"Di daerah Aceh dan NTB, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, perempuan masuk ke ranah politik itu tabu dan melanggar nilai-nilai agama," kata salah satu tim penulis yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Yanuarti.

Selain itu, di Papua perempuan tidak punya hak untuk masuk dalam ruang pengambilan keputusan dan kebijakan adat bagi masyarakat.

Parpol di Papua kesulitan memenuhi syarat keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di pemilihan umum (pemilu) karena partisipasi perempuan Papua di politik rendah.

Meskipun sudah dituangkan dalam Peraturan Otonomi No.21/2001, yang memberikan kesempatan bagi para perempuan Papua untuk berkontribusi di politik, jumlah perempuan politisi masih saja kurang dari 30 persen.

Masalah tersebut terjadi karena kondisi keamanan daerah setempat. Hasil temuan LIPI menyebutkan bahwa situasi konflik juga menjadi pemicu perempuan Papua lebih memilih untuk mengurusi persoalan internal keluarga mereka daripada bertarung di panggung politik.

Namun, dari segala keterbatasan kultur tersebut, sebenarnya potensi dan kemampuan yang dimiliki perempuan dapat dimanfaatkan untuk menuju ke ranah parlemen.

"Perempuan yang berhasil menjadi anggota DPRD umumnya melakukan strategi melalui jaringan sebagai guru atau pengajar, karena di daerah tertentu profesi tersebut dianggap terhormat," tambahnya.

Dalam kajian tersebut disimpulkan dua hal terkait persoalan perempuan di bidang politik, yaitu rendahnya partisipasi perempuan di ruang politik dan belum ada parpol yang secara konkret membela perempuan.

Untuk mengatasi hal itu, menurut dia, peran parpol dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) diperlukan agar terbangun komitmen kuat untuk mendukung perjuangan perempuan dalam berpolitik. (ant/as)

Minyak Merosot Lagi Kirim WTI Pada Terendah 2003

Tanpa berita penggerak pasar tertentu tapi kelebihan pasokan minyak mentah global terus bertahan, pasar minyak meluncur lagi pada Kamis (Jumat pagi WIB), menyeret minyak mentah AS ke harga terendah dalam hampir 13 tahun.

Emas Naik Tajam Karena Ekuitas As Jatuh

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena ekuitas AS mengalami penurunan tajam dalam bereaksi terhadap kemerosotan harga minyak.

IMF : Ekonomi Tepi Barat Melambat Akibat Blokade Israel

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Tepi Barat yang diduduki Israel, melambat ke perkiraan 2,8 persen pada 2015 dan kemungkinan akan tetap di bawah tiga persen tahun ini.

Jerman Janjikan Irak 500 Juta Euro Untuk Bangun Infrastruktur

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis mengumumkan kredit bagi Irak senilai 500 juta euro (567,53 juta dolar AS) untuk membantu membangun kembali infrastruktur dan mengatasi tantangan keuangan karena harga minyak yang lemah.

Bank Sentral Swedia Pangkas Kembali Suku Bunga Negatifnya

Bank sentral Swedia pada Kamis mengirim suku bunga repo utamanya ke wilayah negatif lebih lanjut, karena dikatakan inflasi yang rendah akan bertahan lebih lama lagi daripada yang diperkirakan sebelumnya.