Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

KBRI Himbau Mahasiswa Indonesia di Korsel Beraktivitas Normal

kbri imbau, mahasiswa di korsel, aktivitas normal

Posted on 10 Apr 2013. Hits : 376

Mahasiswa asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Korea Selatan masih belum mengungsi, menyusul imbauan pemerintah Korea Utara agar warga asing segera meninggalkan negara tersebut.

"Kami masih belum mengungsi, karena pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) masih mengimbau untuk menjalani aktivitas secara normal," ujar salah seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Seoul National University (SNU) Ginanjar Mahardikatama ketika dihubungi di Seoul, Rabu (10/4).

Menurut mahasiswa jurusan administrasi publik tersebut, imbauan resmi untuk tetap menjalani aktivitas secara normal diterbitkan oleh pihak KBRI di Seoul melalui lamannya pada Kamis (4/4) lalu.

"Sejauh ini kondisi di Korea Selatan sendiri masih normal, belum ada aktivitas khusus, bahkan warga Korea juga belum ada yang masuk militer," ucapnya.

Selain itu, Ginanjar juga mengutarakan bahwa jika memang ada serangan, para pelajar dan WNI diimbau untuk segera berkumpul di KBRI untuk tindakan lebih lanjut.

"Kalau memang ada serangan, akan ada sirene peringatan terlebih dahulu baru kemudian berkumpul di KBRI," tutur Ginanjar.

Selasa (9/4) Korea Utara mengatakan bahwa semenanjung Korea sedang mengarah kepada perang "termo-nuklir" dan menyarankan para warga asing untuk meninggalkan Korea Selatan.

Imbauan itu muncul setelah imbauan serupa pekan lalu yang disampaikan kepada kedutaan-kedutaan asing di Pyongyang --agar mereka mengungsi paling lambat pada 10 April-- karena perang mungkin akan terjadi.

Peringatan pekan lalu bagi para kedutaan di Pyongyang juga ditepis sebagai retorika kosong dan sebagian besar pemerintah asing menjelaskan bahwa mereka tidak berencana untuk menarik personelnya.

"Situasi di Semenanjung Korea sudah mendekati perang termo-nuklir," kata Komite Perdamaian Asia-Pasifik dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa mereka tidak menginginkan warga asing menjadi korban dan karena itu meminta semua lembaga, perusahaan dan wisatawan asing untuk "mengambil langkah mencari perlindungan dan mengungsi".

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengkritik Pyongyang atas "pernyataan tidak perlu yang hanya akan meningkatkan ketegangan".

Ancaman "perang termo-nuklir" telah dilancarkan beberapa kali dalam bulan-bulan terakhir ini --yang paling baru adalah pada 7 Maret-- kendati para pakar menganggap bahwa kemampuan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir canggih itu masih belum cukup.(ris/ant)

Masyarakat Sambas Masak Nasi Menggunakan Air Parit

Akibat kemarau yang melanda sebagian besar Kabupaten Sambas, warga kabupaten itu mulai mengalami krisis air bersih, sehingga ada warga yang memasak nasi dengan menggunakan air parit yang sudah terintrusi air laut.

PGN Layani Rumah Tangga Pekanbaru 2016

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk akan melayani pelanggan golongan rumah tangga melalui program sayang ibu mulai 2016 seiring dengan pembangunan transmisi dan distribusi di Tenayan Raya, Pekanbaru.

Wakalpolda Cek Jalan Alternatif Di Jalur Puncak

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengecek situasi jalur Puncak Kabupaten Bogor, salah satunya jalan alternatif yang mungkin bisa dilewati kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi pada Kamis.

Korban Boat Tenggelam Di Labuhanbatu 14 Orang

Korban tewas akibat boat tenggelam di perairan Sungai Kubung Sei Berombang, Desa Sei Penggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (30/7) pukul 10.

Arus Penumpang Pelabuhan Batam Naik 400 Persen

Syahbandar Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Batam, mencatat jumlah penumpang yang menggunakan pelabuhan tersebut pada puncak arus mudik dan balik Idul Fitri 1435 Hijriah naik sekitar 400 persen dibanding hari-hari biasa.