Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

DPT Kota Kupang Berkurang 1.089 Pemilih

kupang, ntt, dpt, berkurang, validasi pemilih

Posted on 06 Dec 2013. Hits : 265

Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan umum di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, berkurang 1.089 pemilih dari penetapan sebelumnya, pascadilakukan validasi pemilih tanpa nomor induk kependudukan (NIK).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur Jhon Depa di Kupang, Jumat, mengatakan DPT sebelumnya ditetapkan KPU Kota Kupang, tercatat 254.690 dengan jumlah pemilih laki-laki 128.132 dan 126.558 pemilih perempuan, megalami perubahan, pascapenetapan validasi DPT tanpa NIK yang dilakukan pada Senin (2/12).

"Kini DPT Kota Kupang pascavalidasi menjadi 253.601 pemilih, dengan jumlah pemilih laki-laki 127.649 dan pemilih perempuan 125.952 pemilih," katanya.

Jhon mengatakan dari penetapan jumlah DPT tersebut, juga terjadi pengurangan pemilih tanpa NIK, yang sebelumnya tercatat sekitar 70 ribu lebih pemilih, berkurang menjadi 44.082 pemilih.

Pengurangan ini, setelah KPU Kota Kupang bersama perangkatnya panitia pemungutan suara (PPS) di setiap kelurahan, melakukan pendataan sekaligus verifikasi pemilih, untuk memastikan jumlah pemilih yang tidak memiliki NIK, selain karena tidak terdaftar, tetapi juga karena tidak memiliki dokumen kependudukan, katanya.

Kendati telah mendapatkan jumlah DPT Pemilu 2014 serta mengidentifikasi jumlah pemilih tanpa NIK, namun demikian, masih diberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mendaftarkan diri ke setiap kelurahan, jika merasa belum terdata di DPT.

"Kepada warga yang belum terdata atau yang karena peralihan status TNI/Polri, akan didaftarkan dalam daftar pemilih tambahan," katanya.

Juru Bicara Badan Pengawas Pemilu Nusa Tenggara Timur Jemris Fointuna terpisah mengatakan, masih menemukan 174.870 pemilih di provinsi kepulauan itu yang tidak memiliki identitas kependukan.

"Data itu kita temukan dari hasil validasi daftar pemilih tetap yang diplenokan pada Senin (2/12)," katanya.

Dia mengatakan dari jumlah DPT yang telah ditetapkan pada 2 November 2013 sebanyak 3.114.672 mengalami pengurangan pemilih sebanyak 12.761, karena meninggal dunia, pemilih ganda, belum cukup umur dan pengalihan profesi TNI/Polri.

"Setelah validasi jumlah DPT pemilu berubah menjadi 3.101.911 pemilih," katanya.

Sementara itu, berdasarkan validasi nomor induk kependudukan (NIK) dari sebelumnya ditemukan sebanyak 620.435 pemilih tanpa NIK, masih tersisa 174.870 pemilih tanpa identitas.

Kepada pemilih ini, menurut Jemris, oleh Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota, telah dibuatkan berita acara individu sebagai catatan, dan jika nantinya memiliki NIK melalui kartu tanda penduduk (KTP), akan disertakan dalam pemilih tambahan.(ant/vaa)

Banyak Nelayan Seruyan Gunakan Alat Tangkap Terlarang

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, menyebutkan bahwa hingga kini masih banyak nelayan di wilayahnya yang menggunakan alat tangkap terlarang.

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Pospenas 2016

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) ke-7 Tahun 2016.

CPNS Konawe Selatan Protes SK Penempatan

Ratusan Calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara menyerbu kantor badan kepegawaian daerah (BKD) setempat terkait penyerahan surat keputusan (SK) penempatan yang dianggap tidak sesuai dengan harapan mereka.

Forpi Usulkan Pengetatan Izin Pembangunan Hotel

Forum Pemantau Independen Pemerintah Kota Yogyakarta mengusulkan pengetatan pemberian izin pembangunan hotel khususnya di sekitar sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar pascaruntuhnya pagar SMP Negeri 3 Yogyakarta.

Indonesia-Malaysia Bentuk Keseragaman Bahasa Melayu

Indonesia dan Malaysia perlu membuat keseragaman dalam bahasa Melayu agar dapat digunakan sebagai bahasa bersama yang juga dapat menonjolkan jati diri bangsa Melayu di kancah internasional, kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim.