Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

DPT Kota Kupang Berkurang 1.089 Pemilih

kupang, ntt, dpt, berkurang, validasi pemilih

Posted on 06 Dec 2013. Hits : 262

Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan umum di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, berkurang 1.089 pemilih dari penetapan sebelumnya, pascadilakukan validasi pemilih tanpa nomor induk kependudukan (NIK).

Ketua Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur Jhon Depa di Kupang, Jumat, mengatakan DPT sebelumnya ditetapkan KPU Kota Kupang, tercatat 254.690 dengan jumlah pemilih laki-laki 128.132 dan 126.558 pemilih perempuan, megalami perubahan, pascapenetapan validasi DPT tanpa NIK yang dilakukan pada Senin (2/12).

"Kini DPT Kota Kupang pascavalidasi menjadi 253.601 pemilih, dengan jumlah pemilih laki-laki 127.649 dan pemilih perempuan 125.952 pemilih," katanya.

Jhon mengatakan dari penetapan jumlah DPT tersebut, juga terjadi pengurangan pemilih tanpa NIK, yang sebelumnya tercatat sekitar 70 ribu lebih pemilih, berkurang menjadi 44.082 pemilih.

Pengurangan ini, setelah KPU Kota Kupang bersama perangkatnya panitia pemungutan suara (PPS) di setiap kelurahan, melakukan pendataan sekaligus verifikasi pemilih, untuk memastikan jumlah pemilih yang tidak memiliki NIK, selain karena tidak terdaftar, tetapi juga karena tidak memiliki dokumen kependudukan, katanya.

Kendati telah mendapatkan jumlah DPT Pemilu 2014 serta mengidentifikasi jumlah pemilih tanpa NIK, namun demikian, masih diberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mendaftarkan diri ke setiap kelurahan, jika merasa belum terdata di DPT.

"Kepada warga yang belum terdata atau yang karena peralihan status TNI/Polri, akan didaftarkan dalam daftar pemilih tambahan," katanya.

Juru Bicara Badan Pengawas Pemilu Nusa Tenggara Timur Jemris Fointuna terpisah mengatakan, masih menemukan 174.870 pemilih di provinsi kepulauan itu yang tidak memiliki identitas kependukan.

"Data itu kita temukan dari hasil validasi daftar pemilih tetap yang diplenokan pada Senin (2/12)," katanya.

Dia mengatakan dari jumlah DPT yang telah ditetapkan pada 2 November 2013 sebanyak 3.114.672 mengalami pengurangan pemilih sebanyak 12.761, karena meninggal dunia, pemilih ganda, belum cukup umur dan pengalihan profesi TNI/Polri.

"Setelah validasi jumlah DPT pemilu berubah menjadi 3.101.911 pemilih," katanya.

Sementara itu, berdasarkan validasi nomor induk kependudukan (NIK) dari sebelumnya ditemukan sebanyak 620.435 pemilih tanpa NIK, masih tersisa 174.870 pemilih tanpa identitas.

Kepada pemilih ini, menurut Jemris, oleh Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota, telah dibuatkan berita acara individu sebagai catatan, dan jika nantinya memiliki NIK melalui kartu tanda penduduk (KTP), akan disertakan dalam pemilih tambahan.(ant/vaa)

Kadin Jabar : Pimilu Presiden Kondusif Investasi Positif

Suasana pascapemilu Presiden 2014 yang kondusif membuat investasi di Indonesia, termasuk di Jawa Barat positif untuk mendatangkan pemodal baru, kata Ketua Kadin Jabar Bidang Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Johny Andela di Bandung, Rabu.

Kota Bandung Tertibkan PKL Bermobil

Wali Kota Bandung H Ridwan Kamil menginstruksikan Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Kembang untuk melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal dan parkir di sejumlah bahu jalan.

Harga Tiket Pesawat Palembang-Jakarta Normal

Pengguna jasa angkutan udara di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, seusai Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriyah/2014 ini belum menunjukkan peningkatan berarti sehingga harga tiket pesawat relatif normal.

Kurs Dolar Menguat Di Tengah Pertemuan FED

Kurs dolar AS berbalik menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor memperkirakan Federal Reserve akan menunjukkan nada lebih 'hawkish' pada pertemuan kebijakan yang sedang berlangsung.

AS Perluas Sanksi Atas Rusia Gara-gara Krisis Ukraina

Presiden AS Barack Obama pada Selasa (29/7) menyatakan Washington telah menjatuhkan sanksi baru atas sektor keuangan, energi dan senjata di Rusia sehubungan dengan krisis Ukraina.