Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Gaji Neymar di Barca Sedikit Dibawah Lionel Messi

gaji neymay, setara, riki, kaka

Posted on 28 May 2013. Hits : 342

Agen Neymar, Wagner Ribeiro menagakui bahwa kliennya tetap akan mendapat gaji yang tinggi di Barcelona, meskipun telah menolak tawaran rival Barcelona, Real Madrid.

Wagner mengungkapkan bintang Santos tersebut akan menerima gaji setara dengan Ricardo Kaka di Santiago Bernabeu.

"Dia akan menerima lebih sedikit dari Lionel Messi, tetapi dengan gaji seperti Kaka saat ini di Real Madrid," ungkap Ribeiro.

"Dia telah berkembang dan memilih uang. Dia diminta bermain untuk Barcelona seperti klub itu ada di hatinya. Presiden Madrid jatuh cinta pada Neymar, dan dia sangat menginginkannya," lanjut sang agen.

"Dia berbicara di telepon selama 15 menit dengan saya dan berterima kasih pada sikap saya karena dia tahu saya tidak menyembunyikan apapun. Jika dia (Neymar) anak saya, saya ingin dia bermain untuk Real Madrid," tutup Ribeiro.(ris)

RTRWP Kalsel Masih Terganjal

Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, hingga kini masih terganjal di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, terutama evaluasi terhadap penetapan kawasan.

DPRD Manokwari Bahas Jadwal Pelantikan Ketua Definitif

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari, 31 Oktobeer 2014 akan menggelar rapat pleno pembahasan jadwal pelantikan Ketua Definitif.

Pemkab OKU Belum Temukan Kesepakatan Tapal Batas

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, masih belum menemukan kesepakatan dengan Pemerintah OKU Timur, terkait wilayah perbatasan di area Kecamatan Peninjauan.

PASI Harapkan Satu Organisasi Olahraga

Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Mohammad Hasan mengharapkan hanya ada satu induk organisasi keolahragaan yang mengurusi cabang-cabang olahraga di Indonesia.

Mendag Diminta Cabut Permendag 44/2014

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang meminta Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44 Tahun 2014, karena mendorong penyelundupan timah dalam jumlah besar.