Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Ratusan Kapal Nelayan Tradisional Di Belawan Menganggur

300 kapal nelayan tradisional, menganggur dan tidak melaut, ombak besar

Posted on 11 May 2013. Hits : 604

Sebanyak 300 kapal nelayan tradisional yang berpangkalan di pinggiran Sungai Deli Kelurahan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan dalam beberapa hari ini menganggur dan tidak melaut, karena ombak besar.

Sekretaris Forum Nelayan Tradisional (Fersonel) Kota Medan, Ruslan (48) di Belawan, Jumat, mengatakan nelayan tersebut tidak menangkap ikan ke laut, karena faktor alam yang kurang mendukung.

Sebab, menurut dia, kalau dipaksakan turun ke laut, dapat membahayakan keselamatan nelayan dan minimbulkan jatuhnya korban jiwa.

"Dalam pekan ini, nelayan di wilayah Medan Utara beristirahat dan tidak melaksakanakan aktivitas," ujarnya.

Ruslan mengatakan, nelayan kecil tersebut juga sulit mendapatkan bahan bakar solar dan semakin mengganasnya pukat gerandong (jaring ditarik dua unit kapal).

Oleh karena itu, katanya, masyarakat juga kesulitan membeli ikan di pajak. "Kalaupun ada yang dijual, harganya juga mahal," ujarnya.

Dia menyebutkan, masih banyak alat tangkap yang dilarang pemerintah kelihatan beroperasi di perairan Belawan dan tidak ada tindakan dari petugas keamanan di laut.

Alat tangkap pukat gerandong dilarang digunakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2011 tentang Larangan Pengoperasian Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan.

Ruslan mengatakan, nelayan tersebut tidak turun ke laut, akibatnya banyak yang terlilit utang pada pengusaha atau toke ikan.

Bahkan, sebahagian anak nelayan tersebut berhenti bersekolah, karena tidak adanya lagi biaya.

"Anak nelayan yang putus sekolah itu pelajar SD dan SMP. Hal ini sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah," kata Ruslan.

Ditanyakan penghasilan nelayan, sebelum adanya pukat gerandong, Ruslan mengatakan, nelayan tersebut mampu membawa pulang uang ke rumah Rp400 ribu per hari.

Namun, setelah pukat gerandong beroperasi, pendapatan nelayan jatuh merosot menjadi Rp100 ribu per hari.

"Untuk keperluan biaya hidup sehari-hari sangat sulit, dan terpaksa harus mengutang kesana-sana kemari," kata Ruslan.(ant/rd)

ISIS Serukan Serang Mesir

Kelompok Daulah Islam (atau juga dikenal dengan nama ISIS) Senin menyeru pemberontak Mesir di Semenajung Sinai untuk terus menyerang pasukan keamanan di negaranya.

IHSG Ditutup Melemah 7,77 Poin

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Senin, ditutup bergerak melemah sebesar 7,77 poin mengikuti bursa saham di kawasan Asia yang cenderung tertekan.

Penerimaan PBB Kudus Rp 11,52 Miliar

Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga 15 September 2014 mencapai Rp11,52 miliar atau 66,96 persen dari rencana penerimaan selama setahun sebesar Rp17,2 miliar.

Gorontalo Gelar Mutasi Pejabat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melakukan mutasi pejabat eselon III, sebagai bentuk penyegaran pejabat di lingkungan pemerintahan itu.

TNI Paparkan Kronologis Penembakan Anggota

Mabes TNI Angkatan Darat (Mabes AD) memaparkan kronologis penembakan anggota TNI dari Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti, Batam, oleh oknum anggota Brimob Polda Kepulauan Riau yang melakukan penggerebekan gudang diduga lokasi penimbunan BBM, Minggu (21/9) malam.