Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Ratusan Kapal Nelayan Tradisional Di Belawan Menganggur

300 kapal nelayan tradisional, menganggur dan tidak melaut, ombak besar

Posted on 11 May 2013. Hits : 455

Sebanyak 300 kapal nelayan tradisional yang berpangkalan di pinggiran Sungai Deli Kelurahan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan dalam beberapa hari ini menganggur dan tidak melaut, karena ombak besar.

Sekretaris Forum Nelayan Tradisional (Fersonel) Kota Medan, Ruslan (48) di Belawan, Jumat, mengatakan nelayan tersebut tidak menangkap ikan ke laut, karena faktor alam yang kurang mendukung.

Sebab, menurut dia, kalau dipaksakan turun ke laut, dapat membahayakan keselamatan nelayan dan minimbulkan jatuhnya korban jiwa.

"Dalam pekan ini, nelayan di wilayah Medan Utara beristirahat dan tidak melaksakanakan aktivitas," ujarnya.

Ruslan mengatakan, nelayan kecil tersebut juga sulit mendapatkan bahan bakar solar dan semakin mengganasnya pukat gerandong (jaring ditarik dua unit kapal).

Oleh karena itu, katanya, masyarakat juga kesulitan membeli ikan di pajak. "Kalaupun ada yang dijual, harganya juga mahal," ujarnya.

Dia menyebutkan, masih banyak alat tangkap yang dilarang pemerintah kelihatan beroperasi di perairan Belawan dan tidak ada tindakan dari petugas keamanan di laut.

Alat tangkap pukat gerandong dilarang digunakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2011 tentang Larangan Pengoperasian Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan.

Ruslan mengatakan, nelayan tersebut tidak turun ke laut, akibatnya banyak yang terlilit utang pada pengusaha atau toke ikan.

Bahkan, sebahagian anak nelayan tersebut berhenti bersekolah, karena tidak adanya lagi biaya.

"Anak nelayan yang putus sekolah itu pelajar SD dan SMP. Hal ini sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah," kata Ruslan.

Ditanyakan penghasilan nelayan, sebelum adanya pukat gerandong, Ruslan mengatakan, nelayan tersebut mampu membawa pulang uang ke rumah Rp400 ribu per hari.

Namun, setelah pukat gerandong beroperasi, pendapatan nelayan jatuh merosot menjadi Rp100 ribu per hari.

"Untuk keperluan biaya hidup sehari-hari sangat sulit, dan terpaksa harus mengutang kesana-sana kemari," kata Ruslan.(ant/rd)

Warga Kanada Unjuk Rasa

Beberapa ribu orang turun ke jalan di kota-kota terbesar Kanada Sabtu untuk menyerukan legalisasi ganja - unjuk rasa tahunan yang terjadi secara internasional setiap 20 April.

Polres Oku Ringkus Bandar Narkoba

Jajaran Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berhasil meringkus bandar narkoba jenis sabu-sabu dengan tersangka Erw (30), warga Desa Baturaden, Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten setempat, Minggu (20/4).

Pesawat Ringan Jatuh di Filipina

Pesawat ringan lain yang digunakan untuk penyemprotan pestisida di perkebunan pisang jatuh di Filipina selatan selama akhir pekan, kata polisi Senin.

Semangat Belajar Pasar Modal Kaum Wanita Meningkat

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa semangat perempuan untuk belajar mengenal industri pasar modal cenderung meningkat.

'Legowo' Terima Kekalahan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riau menyatakan "legowo" menerima kekalahan pada pemilu legislatif 2014 untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi yang diperkirakan hanya mendapat tiga kursi.