Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Ratusan Guru Bantul Belum Terima Tunjangan Sertifikasi

ratusan guru, di kabupaten bantul, belum menerima tunjangan sertifikasi

Posted on 11 May 2013. Hits : 299

Diperkirakan ratusan guru di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum menerima tunjangan sertifikasi pada triwulan pertama atau periode Januari-Maret 2013.

"Dalam data pokok pendidik, banyak yang tidak sesuai dengan data guru yang sudah dikirim sebelum pencairan triwulan pertama, sehingga memang ada yang belum menerima," kata Ketua Musyawarah Guru Lintas Sekolah (MGLS) Bantul Umi Kulsum di Bantul, Sabtu.

Menurut guru SMP 2 Bantul ini, belum dicairkannya tunjangan sertifikasi karena ketidaksesuaian data guru dan penerima, karena ada kekisruhan di server data guru penerima tunjangan sertifikasi di pemerintah pusat.

"Seperti dari 50 guru bersertifikasi di SMP 2 Bantul setidaknya ada lima guru yang belum menerima tunjangan sertifikasi. Padahal mereka sudah mengirimkan data lengkap secara 'online'. Belum lagi di sekolah lain," katanya.

Menurut dia, permasalahan ini kemungkinan tidak hanya terjadi di Bantul, tetapi juga terjadi di kabupaten/kota di seluruh Provinsi DIY. Padahal tahun sebelumnya (2012) tidak seperti ini, mereka menerima tunjangan sertifikasi sesuai tahapannya.

"Kami juga sudah menanyakan ke pusat, dan diinformasikan data guru kurang lengkap, namun saya menilai ada eror di server pusat karena hanya ada satu server, padahal harus menampung data ribuan guru di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banguntapan, Bantul, Risman Supandi mengatakan seluruh guru bersertifikasi di sekolahnya sebanyak 21 orang belum semuanya memperoleh tunjangan sertifikasi pada triwulan pertama.

"Ini juga karena kesalahan pada pendataan sekolah sendiri. Karena itu, data selalu diperbaiki, sehingga semakin dituntut untuk lebih teliti," katanya.

Ia menyebutkan beberapa kesalahan pendataan seperti alokasi kelas, kurang terpenuhinya waktu 24 jam mengajar dalam seminggu di sekolah itu, kemudian guru menambah kekurangan tersebut di sekolah lain, dan sebagainya, namun sekolah yang bersangkutan belum menyiapkan data.

"Setelah dilakukan konsultasi, semua SK guru di SMP Negeri 2 Banguntapan sudah keluar, sedangkan informasi yang kami terima tunjangan sertifikasi triwulan pertama akan dirapel pada pencairan triwulan kedua (April-Juni)," katanya.(ant/rd)

Pendidikan Seni Idealnya Integrasikan Tiga Pelatihan

Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Wayan Dibia mengatakan lembaga pendidikan tinggi seni idealnya mampu mengintegrasikan tiga jenis pelatihan yang meliputi artistik, estetik, dan kultural.

Legislator Minta Pemkot Denpasar Tertibkan Papan Reklame

Anggota DPRD Bali Ida Bagus Parta meminta pembersihan papan reklame dan pamflet yang mengotori kota dilakukan serius oleh aparat Kota Denpasar, terbukti masih ada terpampang di jalan protokol atau DI tempat strategis.

Objek Wisata Pantai Lampung Diminati Pemudik Lebaran

Sejumlah objek wisata pantai di perbatasan Kota Bandarlampung dengan Kabupaten Lampung Selatan maupun Kabupaten Pesawaran menjadi sasaran utama yang diminati para pemudik dari luar daerah saat berlebaran di daerah itu.

Askati : Jokowi-JK Harus Bawa Kemajuan Daerah Tertinggal

Ketua Asosiasi Kabupaten Tertinggal se-Indonesia (Askati), Mulyadi Jayabaya mengatakan, pasangan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla harus membawa kemajuan bagi daerah tertinggal guna mendukung proses percepatan pembangunan.

Puncak Arus Balik Pelabuhan Bolok H+6

General Manajer PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery Cabang Kupang, Arnol Janssen mengatakan, puncak arus balik menuju Pelabuhan Bolok, Kupang, diperkirakan pada H+6 atau Minggu (3/8).