Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Pengelola Madrasah Di Lebak Keluhkan Dana Bos

sejumlah pengelola madrasah tsanawiyah, di kabupaten lebak, banten, mengeluhkan dana bantuan operasional sekolah karena hingga kini belum bisa dicairkan

Posted on 28 Apr 2013. Hits : 480

Sejumlah pengelola Madrasah Tsanawiyah atau setara sekolah lanjutan tingkat pertama di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan dana bantuan operasional sekolah karena hingga kini belum bisa dicairkan.

"Kami kerepotan dengan keterlambatan pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang biasa dicairkan setiap tri wulan itu," kata Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Daarul Ulum Kecamatan Cihara, Bundan di Rangkasbitung, Sabtu.

Ia mengatakan, saat ini dana BOS tidak bisa dicairkan, sehingga pengelola sekolah terpaksa mengutang untuk menutupi biaya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Biasanya, pencairan BOS relatif normal per tri wulan, namun untuk periode kali ini belum dapat dicairkan.

Semestinya, pengelola madrasah sudah menerima dana BOS pada awal April 2013. Akibat keterlambatan itu, ujar Bundan, pihaknya mencari dana talangan agar KBM berjalan dengan cara mengutang kepada orang lain.

"Kami bisa membayar utang itu setelah cair dana BOS itu," katanya.

Menurut dia, pihaknya menerima dana BOS sebesar Rp30 juta per triwulan dengan jumlah siswa sebanyak 166 orang.

Penggunaan dana BOS sangat diperlukan untuk KBM juga pembayaran guru honorer juga peningkatan kompetensi tenaga pengajar.

Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah segera mencairkan dana BOS tersebut.

"Kami sangat membutuhkan dana BOS itu," katanya menjelaskan.

Begitu pula Kepala MTs Darul Hidayah Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Ukar Alexa mengatakan bahwa pihaknya sejaksebulan terakhir terpaksa mengutang untuk menutupi biaya KBM karena dana BOS belum bisa dicairkan.

"Saya kira keterlambatan dana BOS juga berdampak terhadap kualitas pendidikan, sebab guru status honorer sangat membutuhkan uang untuk biaya sehari-hari," katanya.

Ia menyebutkan keterlambatan pencairan dana BOS tahun ini termasuk paling lama dibandingkan tahun sebelumnya.

Biasanya, ujar dia, pengelola sekolah menerima BOS tepat waktu per triwulan, namun saat ini sudah hampir memasuki lima bulan belum juga bisa dicairkan.

Kamerun Pecat Dua Pejabat Militer Setelah Serangan Boko Haram

Presiden Paul Biya Selasa memberhentikan dua perwira senior militer di Kamerun utara jauh menyusul serangan Boko Haram di mana setidaknya tujuh orang tewas dan istri seorang pejabat senior diculik.

Aset Barang Daerah Biak Turun Rp 900 M

Aset kekayaan barang bergerak dan tidak bergerak di lingkup pemerintah Kabupaten Biak numfor, Papua, hingga tahun anggaran 2014 mengalami penurunan hingga sebesar Rp900 miliar.

Mantan Wakil PM Libya Diculik Di Tripoli

Satu kelompok bersenjata menculik seorang mantan wakil perdana menteri Libya yang baru terpilih sebagai anggota parlemen, Mustapha Abu Shagur, di ibu kota Tripoli, Selasa, kata keponakannya.

Luiz Felipe Scolari Pelatih Gremio Setelah Gagal Di Brazil

Luiz Felipe Scolari tidak menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah bencana yang menimpa timnya di Piala Dunia Brazil, ketika ia diumumkan sebaga ipelatih baru Gremio, Selasa.

Legislator : Hutan Energi Jangan Berhenti Di Konsep

Anggota Komisi IV DPR-RI Habib Nabiel Almusawa mengharapkan rencana pengambangan hutan sebagai sumber daya energi tidak berhenti di konsep.