Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Padangpanjang Bangun MCK Plus Di Sigando

mandi cuci kakus, swadaya masyarakat setempat

Posted on 16 Mar 2013. Hits : 504

Pemerintah Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, membangun tempat mandi cuci kakus (MCK) plus di Kelurahan Sigando untuk memudahkan masyarakat yang tidak memiliki jamban.

"Kita berharap masyarakat bisa memanfaatkan MCK plus tersebut dengan sebaik-baiknya," kata Wakil Wali Kota Padangpanjang Edwin di Padangpanjang, Jumat.

Dia mengatakan, pembangunan MCK plus tersebut sangat dibutuhkan warga, mengingat sebagian besar masyarakat di Batang Tibarau Kelurahan Sigando itu tidak memiliki jamban.

MCK plus tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, karena juga dilengkapi dengan sarana tempat ibadah umat Islam, yakni surau yang dibagun di lantai dua.

Bangunan MCK plus yang berukuran sekitar 6 x 10 meter persegi itu, sudah diresmikan pemakaiannya oleh Wakil Wali Kota Padangpanjang Edwin, Kamis (14/3).

"Saat ini masyarakat sudah bisa memanfaatkan MCK plus itu, sehingga keluhan masyarakat terhadap minimnya jamban di daerah itu tidak ada lagi," kata dia.

Pembangunan MCK plus memerlukan waktu sekitar tiga bulan dan pengerjaannya itu juga atas partisipasi dan swadaya masyarakat setempat.

"Swadaya masyarakat sangat menentukan terlaksananya pembangunan MCK ini berupa penyerahan lahan untuk kepentingan umum dengan harga sekitar Rp25 juta," kata dia.

Pembangunan setiap unit MCK plus tersebut menelan biaya sekitar Rp500 juta. Dana tersebut Rp470 juta di antaranya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pekerjaan Umum dan selebihnya swadaya masyarakat.

"Sejak 2011, kita sudah membangun empat unit MCK di Kota Padangpanjang ini masing-masing di kelurahan Kampung Manggis, Ganting, Sigando dan Koto Panjang," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padangpanjang Defrial.

Dia menyebutkan, untuk 2013, Pemkot Padangpanjang juga akan membangun MCK plus di dua kelurahan yang ada di daerah itu.

"Sekarang kita masih dalam tahap penjajakan kelurahan mana yang cocok," kata dia.(ant/rd)

Lebak Potensial untuk Agrobisnis

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, potensial untuk pengembangan produk komoditas pertanian pangan, hortikultura, dan palawija guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan.

KIT Diminta Digarap Serius

Indonesia meminta penanam modal Tiongkok untuk serius dan komitmen dengan minatnya berinvestasi dalam pengembangan 13 Kawasan Industri Terpadu (KIT) di luar Pulau Jawa yang menjadi prioritas.

Pengamat: Manajemen Dana Desa Mesti Terbuka

Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joubert Maramis mengatakan pengelolaan dana desa harus transparan atau lebih terbuka.

Tiongkok Melambat, Menperin Tetap Optimis

Menteri Perindustrian Saleh Husin optimis kinerja ekonomi Indonesia dan Tiongkok akan bertumbuh positif, meski pertumbuhan ekonomi Tiongkok mengalami pelambatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemprov Akan Bangun Rumah Adat Daerah Terpenncil

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membangun dan memperbaiki tempat tinggal rumah adat masyarakat terpencil di daerah itu.