Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Hutan Kemasyarakatan Santong Jadi Objek Studi Banding Internasional

hutan kemasyarakatan, santong, nusa tenggara barat

Posted on 23 Nov 2012. Hits : 426

Hutan Kemasyarakatan (HKm) Santong di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi objek studi banding internasional karena keberhasilannya mengelola hutan berbahsis masyarakat.

Ketua Kelompok HKm Santong H Artim di Tanjung, Jumat mengatakan pada Oktober 2012 untusan dari 10 negara Asean melakukan studi banding mengenai pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

"Para pecinta lingkungan dari negara-negara Asia itu berkunjung ke HKm Santong untuk belajar mengenai pengelolaan hutan Santong, melihat partisipasi masyarakat dan meminta informasi mengenai proses izin HKm Santong dari Bupati Lombk Utara," ujarnya.

Ia mengatakan hampir setiap tahun delegasi pemerhati hutan dari berbagai negara datang ke HKm Santong, baik melalui asosiasi maupun utusan dari masing-masing negara.

Tahun 2011, kata Artim, utusan dari 14 negara di Asia berkunjung ke HKm Santong untuk mempelajari mengenai keberhasilan pengelolaan hutan di daerah ini.

Sementara pada 2009 rombongan dari Jepang juga melakukan penelitian atas keberhasilan masyarakat sekitar hutan mengelola HKm Santong.

Sementara secara nasional sudah sering berkunjung ke HKm Santong untuk melihat secara langsung keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Dusun Santong, Kecamatan Kayangan ini.

HKm di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, seluas 758 ha, sudah memperoleh sertifikat ekolabel dari Kementerian Kehutanan dan ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk jenis hutan kemasyarakatan.

Penghargaan itu diserahkan pada acara puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2011 di Sentul, Kabupaten Bogor.

"Di tingkat nasional dan dunia, HKm di Lombok sudah tidak asing," ujarnya.

Artim mengatakan, penghargaan ekolobel diraih HKm Santong pada bulan September 2011, karena partisipasi masyarakat dinilai mampu mengelola kelestarian hutan berkelanjutan.

Di kawasan Hutan ini terdapat dua mata air, masing-masing Mata Air Lokok Keropa dan Mata Air Lokok Erat. HKm Santong memiliki luas 221 hektar, yang dikelola oleh 283 orang dengan pembagian masing-masing 75 are.

Namun di luar Santong, areal HKm Santong yang dikelola anggota mencakup beberapa kawasan di Bayan, sehingga total arealnya mencapai 758 ha.

Dalam melaksanakan program konservasi hutan, sejak 1997 legalitas pengelolaan HKm Santong diterbitkan. Jangka waktu pengelolaan itu berlaku selama 35 tahun. Jika jangka waktu ini habis, dapat diajukan perpanjangan kedua hingga 35 tahun lagi. (ant/as)

Polisi: Waspadai Peredaran Uang Palsu Selama Lebaran

Kepolisian Resor Solok Selatan, Sumatera Barat, mengimbau masyarakat setempat untuk mewaspadai kemungkinan peredaran uang palsu selama Lebaran 2015.

Papua - Disparbud Siapkan Pulau Numfor Untuk Festival BMW

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Papua, menyiapkan lokasi di Pulau Numfor untuk penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi (BMW) pada 2016/2017.

Studi: Taksi Tanpa Pengemudi Bantu Kurangi Buangan Karbon

Taksi tanpa pengemudi yang bertenaga listrik dapat secara mencolok mengurangi buangan gas rumah-kaca (GHG) dari kendaraan ringan di Amerika Serikat dalam waktu 20 tahun ke depan, demikian isi dokumen yang disiarkan pada Senin (6/7).

Pengamat : Melegalkan Tambang Rakyat Jangan Tabrak Aturan

Seorang pengamat pertambangan, Bambang Herdiansyah menyatakan upaya pemerintah melegalkan tambang bijih timah rakyat jangan sampai menabrak aturan.

Jumlah Pengemis dan Gelandangan Menurun

Dinas Sosial DKI Jakarta menyatakan jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti gelandangan dan pengemis pada bulan suci Ramadhan tahun ini mengalami penurunan.