Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

HTI Kalsel Tolak Kontes 'Miss World'

hizbut tahrir indonesia, kalimantan selatan, menolak kontes, miss world di indonesia

Posted on 29 Jun 2013. Hits : 211

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalimantan Selatan bersama sejumlah tokoh muslimah di provinsi tersebut menolak kontes 'Miss World' di Indonesia.

'Kami bersama beberapa tokoh muslimah di banua kita, menolak kontes Miss World di Indonesia,' ujar Humas Dewan Pimpinan Daerah HTI Kalsel Nur Hikmah, di Banjarmasin, Sabtu.

Ia menerangkan, alasan penolakan, karena kontes tersebut bertentangan dengan syariat Islam, merupakan ajang liberalisasi perempuan, serta memberi efek negatif yang besar pada generasi dan tidak memiliki nilai positif sama sekali.

Selain itu, merupakan ajang eksploitasi terhadap perempuan, merupakan ajang kapitalisasi kemaksiatan semata-mata guna kepentingan ekonomi dan politik, lanjutnya.

Dalam pemandangan HTI juga mendustakan konsep 3B (B = Brain/kecerdasan), (B = Beauty/kecantikan) dan (B = Behavior/kepribadian) yang disebut-sebut dalam pelaksanaan kontes kecantikan atau kontes Miss World.

'Konsep 3B dalam kontes kecantikan adalah konsep dusta, dan hanya untuk membungkus kontes semacam itu agar masyarakat menerima. Dalam kontes yang hanya beberapa hari, bagaimana menilai kecerdasan, kecantikan dan kepribadian,' ujar juru bicara HTI itu.

Karena, menurut HTI, hanya dengan Islam dan Khilafah, perempuan menjadi mulia dan bermartabat, bukan dengan kontes-kontesan seperti kontes Miss World.

Oleh sebab itu, HTI Kalsel juga menolak kontes sejenis Miss World diadakan di Indonesia dan menyeru pihak terkait di negeri ini untuk melakukan penolakan.

'Karenanya pula, jangan salahkan kalau para tokoh muslimah melakukan aksi protes bila kontes kecantikan dan atau kontes Miss World tetap berlangsung di Indonesia,' tandas pegiat LSM bidang keagamaan itu.(ant/rd)

Anak-anak Kian Terancam Aksi Kekerasan

Anak-anak kian terancam aksi kekerasan dalam tiga tahun terakhir tanpa mengenal tempat dan latar belakang pelaku aksi kekerasan, kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.

Dua WN Malaysia Bawa Satu Kilogram Sabu

Dua warga negara Malaysia yang diketahui membawa sekitar satu kilogram narkoba jenis shabu atau sabu ditangkap oleh aparat kepolisian di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu PPK Nunukan Rampung

Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pemilu calon anggota legislatif DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Nunukan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara rampung.

Dosen Universitas Trisakti Bersertifikat Capai 40 Persen

Pihak rektorat Universitas Trisakti (Usakti) menyatakan dosen yang memiliki sertifikat kompetensi di kampus swasta itu mencapai 40 persen.

Kontrak Politik Lebih Penting Dari Capres-Cawapres

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah mengatakan kontrak politik yang jelas dalam koalisi jauh lebih penting dibandingkan penentuan calon presiden dan calon wakil presiden.