Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Eva: Implementasi Otonomi Daerah Hambat Gerakan KB

otonomi daerah, faktor penghambat kb, anggota dpr ri, eva kusuma

Posted on 10 Jan 2013. Hits : 345

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, menilai implementasi otonomi daerah merupakan salah satu faktor penghambat keberhasilan gerakan keluarga berencana (KB).

"Sejak pemberlakuan otonomi daerah (otda), terjadi penyusutan drastis jumlah pegawai negeri sipil (PNS) penyuluh KB, yakni semula satu petugas untuk 1-2 desa, kini seorang penyuluh harus melakukan pendampingan 4-6 desa sekaligus," katanya kepada ANTARA di Semarang, Kamis pagi.

Selain itu, kata Eva K. Sundari, dukungan yang lemah dari pemerintah daerah juga berdampak pada terhambatnya kerja-kerja sukarelawan KB desa dan kecamatan akibat tiadanya dukungan uang transpor dan operasional dari pemda yang memadai.

"Tidak mengherankan bila laju pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan pascapenerapan otda," kata Eva yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu.

Ia mencontohkan Provinsi Jawa Timur yang mengalami kenaikan dari 0,69 menjadi 0,76 persen, sebagaimana data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim 2010.

"Kenaikan laju pertumbuhan penduduk Jatim itu harus diwaspadai semua pihak," kata anggota DPR RI berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI (Blitar, Kediri, dan Tulungagung) itu.

Tidak berbeda dengan daerah lain, kata dia, sekitar 93 persen akseptor KB di Tulungagung adalah perempuan. Sedikitnya akseptor KB laki-laki itu (tujuh persen) selain faktor kultural juga ada problem pembiayaan.

Akibat sektor kesehatan yang diotonomikan, termasuk untuk mendukung pendapatan asli daerah (PAD), pembiayaan vasektomi di RSUD--sebagaimana SK Bupati Tulungagung--sebesar Rp600 ribu, sedangkan di RS Bhayangkara Rp200 ribu.

Oleh karena itu, politikus PDI perjuangan itu bertekad memperjuangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang responsif terhadap isu kependudukan dan KB.

Hal itu, kata Eva, sesuai dengan aspirasi para sukarelawan KB yang disampaikan dalam dialog bertajuk "Kependudukan dan Pembangunan Berkelanjutan dengan Dukungan ProRep-Partnership" di Hotel Bharata Tulungagung, Sabtu (5/1).

Dialog kependudukan yang diikuti 70 sukarelawan KB itu juga dihadiri Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Wiwik Triasmoro, anggota Komisi A DPRD Tulungagung Soebianto, serta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPAKB) Kabupaten Tulungagung Suharmiyati.

Dalam dialog itu, para sukarelawan KB juga mengingatkan hambatan-hambatan serius dalam pelaksanaan program KB yang sifatnya sistemik. Misalnya, program penundaan usia menikah menjadi terganggu akibat situs porno yang bebas diakses dari internet hingga ke telepon seluler milik para remaja.

Demikian pula, katanya, sektor pendidikan, bukan saja miskin materi pendidikan "life skill" (kecakapan hidup) soal hak reproduksi, ketiadaan sekolah menengah pertama (SMP) di desa-desa terpencil juga berkontribusi terhadap masih tingginya usia menikah dini.

Menyadari lemahnya komitmen politik pemda-pemda terhadap program KB di Jatim, kecuali Kabupaten Bojonegoro dan Madiun, maka dialog ditutup dengan penandatanganan "Deklarasi Komitmen Politikus PDI Perjuangan untuk Memperjuangan APBD yang Responsif Kependudukan".

Deklarasi ditandatangani oleh Eva K. Sundari (anggota DPR RI), Soebianto dan Wiwik Triasmoro (keduanya dari DPRD Kabupaten Tulungagung). Acara itu disaksikan para sukarelawan KB dan Kepala PPPAKB Kabupaten Tulungagung Suharmiyati.(ant/id)

Hipertensi Dominasi Penyakit Pemudik Di Kampung Rambutan

Gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh stres, kecapaian dan kurang tidur mendominasi penyakit pemudik yang memerlukan pertolongan kesehatan di pos kesehatan Lebaran Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.

Jokowi Gelar Open House Di Kampung Halaman

Ribuan warga Kota Solo dan daerah sekitarnya hadiri acara 'open house' yang digelar oleh Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di gedung Graha Saba di Sumber, Solo, Rabu.

Pusat Pembelanjaan Di Kupang Mulai Ramai

Pusat pembelajaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ramai dikunjungi konsumen untuk membeli kebutuhan pokok pascapenutupan pada puncak Idul Fitri dan hari pertama Lebaran 1435 Hijriah.

Ribuan Masyarakat Hadiri 'Open House' Jokowi

Ribuan masyarakat baik dari Kota Surakarta maupun luar daerah tampak antusias menghadiri acara 'Open House' atau halal bihalal dengan calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Pertemuan Graha Saba, Sumber Banjarsari Solo, Rabu.

DPRD Surabaya Minta Swalayan Langgar Aturan Ditindak

Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota menindak toko atau pasar swalayan yang melanggar aturan selama Ramadhan tahun ini.