Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Dinsos Tak Lagi Tangani Gelandangan Psikotik

dinas sosial, gelandangan psikotik

Posted on 03 Jan 2014. Hits : 435

Dinas Sosial tidak lagi mempunyai kewenangan menangani gelandangan psikotik (gila) untuk dikirim ke rumah sakit jiwa, sejak pemberlakuan jaminan kesehatan nasional 1 Januari 2014.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Teguh Suryanto di Temanggung, Jumat, mengatakan selama ini dalam penanganan gelandangan psikotik hasil operasi tim gabungan akan dikirim ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan pengobatan sampai sembuh dengan surat rekomendasi dari Dinas Sosial.

Setelah sembuh, katanya, bagi yang diketahui rumahnya dikembalikan ke keluarganya, sedangkan yang tidak diketahui keluarganya dikirim ke rehabilitasi sosial guna mendapat keterampilan.

Pada 24 Desember 2013, katanya, pihaknya menerima surat dari RSJ Prof Dr Soeroyo Magelang, nomor JP.02.01/III//1937.14/2013 yang mengacu pada surat edaran Menkes nomor JP/Menkes/590/XI/2013 tentang Jamkesmas. Inti surat tersebut, surat rekomendasi dari Dinsos sebagai pengantar orang gila hasil operasi tidak berlaku lagi.

"Surat rekomendasi dari Dinsos tidak bisa lagi digunakan, berarti pengobatan di RSJ harus membayar. Dinsos pun akan berpikir ulang sebelum menerima orang gila hasil operasi yang digelar tim gabungan," ucapnya.

Ia mengatakan, kemungkinan hal tersebut akan berdampak pada pembiaran orang gila yang berkeliaran atau pembuangan orang gila dari satu kabupaten/kota ke kabupaten/kota lainnya.

Ia menuturkan, pihaknya sedang mengusulkan pada Bupati untuk melakukan rapat koordinasi dalam penanganan orang terlantar. Hal ini diperlukan agar penanganan gelandangan psikotik tetap bisa dilakukan sehingga mereka tidak berkeliaran dan sembuh dari penyakit.

Kabid Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Widiarso, mengatakan selama 2012 ada 118 orang yang terjaring operasi ketertiban, 38 orang di antaranya dikirim ke RSJ Magelang, 17 dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Margowidodo Semarang dan 24 dikembalikan pada keluarga.

"Warga yang lain ada yang menjalani hukuman tipiring," tukasnya.

Ia mengatakan, data hasil operasi 2013 masih direkap dan akan dipadukan dengan data orang yang masih dirawat di RSJ Magelang dan Balai Rehabilitasi Sosial Semarang serta instansi terkait.(ris/ant)

Matematika Dalam Kehidupan

Pria Pintar + Wanita Pintar = Kisah RomantisPria Pintar + Wanita Bodoh = KehamilanPria Bodoh + Wanita Pintar = PerselingkuhanPria Bodoh + Wanita Bodoh = PerkimpoianAtasan Pintar + Bawahan Pintar = ProfitAtasan Pintar + Bawahan Bodoh = ProduksiAtasan Bodoh + Bawahan Pintar = Kenaikan JabatanAtasan Bodoh + Bawahan Bodoh = OvertimePria akan membayar Rp.

Koni Libatkan Sopir Lokal Angkut Atlet Poprov

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, Bali melibatkan sopir lokal di daerah itu mengangkut para atlet dari hotel menuju beberapa lokasi pertandingan.

Bantul Terima Laporan Dua Perusahaan PHK Karyawan

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima laporan bahwa dua perusahaan yang beroperasi di daerah ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Kodam Jaya Berikan Uang Kerohiman

Kodam Jaya akan memberikan uang kerohiman kepada 99 penghuni di Kompleks Detasemen Intel (Denintel) Kodam Jaya di Jalan Jambore, Cibubur, Jakarta Timur.

Panwas Ikut Awasi Perbaikan Data Pemilih Kotim

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ikut mengawasi perbaikan data pemilih agar tidak ada warga yang kehilangan kesempatan memilih hanya karena tidak terdata dalam daftar pemilih.