Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Dinsos Tak Lagi Tangani Gelandangan Psikotik

dinas sosial, gelandangan psikotik

Posted on 03 Jan 2014. Hits : 423

Dinas Sosial tidak lagi mempunyai kewenangan menangani gelandangan psikotik (gila) untuk dikirim ke rumah sakit jiwa, sejak pemberlakuan jaminan kesehatan nasional 1 Januari 2014.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Teguh Suryanto di Temanggung, Jumat, mengatakan selama ini dalam penanganan gelandangan psikotik hasil operasi tim gabungan akan dikirim ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan pengobatan sampai sembuh dengan surat rekomendasi dari Dinas Sosial.

Setelah sembuh, katanya, bagi yang diketahui rumahnya dikembalikan ke keluarganya, sedangkan yang tidak diketahui keluarganya dikirim ke rehabilitasi sosial guna mendapat keterampilan.

Pada 24 Desember 2013, katanya, pihaknya menerima surat dari RSJ Prof Dr Soeroyo Magelang, nomor JP.02.01/III//1937.14/2013 yang mengacu pada surat edaran Menkes nomor JP/Menkes/590/XI/2013 tentang Jamkesmas. Inti surat tersebut, surat rekomendasi dari Dinsos sebagai pengantar orang gila hasil operasi tidak berlaku lagi.

"Surat rekomendasi dari Dinsos tidak bisa lagi digunakan, berarti pengobatan di RSJ harus membayar. Dinsos pun akan berpikir ulang sebelum menerima orang gila hasil operasi yang digelar tim gabungan," ucapnya.

Ia mengatakan, kemungkinan hal tersebut akan berdampak pada pembiaran orang gila yang berkeliaran atau pembuangan orang gila dari satu kabupaten/kota ke kabupaten/kota lainnya.

Ia menuturkan, pihaknya sedang mengusulkan pada Bupati untuk melakukan rapat koordinasi dalam penanganan orang terlantar. Hal ini diperlukan agar penanganan gelandangan psikotik tetap bisa dilakukan sehingga mereka tidak berkeliaran dan sembuh dari penyakit.

Kabid Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Widiarso, mengatakan selama 2012 ada 118 orang yang terjaring operasi ketertiban, 38 orang di antaranya dikirim ke RSJ Magelang, 17 dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Margowidodo Semarang dan 24 dikembalikan pada keluarga.

"Warga yang lain ada yang menjalani hukuman tipiring," tukasnya.

Ia mengatakan, data hasil operasi 2013 masih direkap dan akan dipadukan dengan data orang yang masih dirawat di RSJ Magelang dan Balai Rehabilitasi Sosial Semarang serta instansi terkait.(ris/ant)

Turis Jepang Dominasi Kunjungan Ke Biak

Turis mancanegara dari Jepang setiap tahun mendominasi kunjungan ke Kabupaten Biak Numfor, Papua, untuk mengenang korban Perang Dunia II saat bertempur melawan tentara Sekutu sekitar tahun 1943-an.

Ketua Asosiasi Sepak Bola Argentina Grondona Meninggal

Julio Grondona, presiden veteran dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan wakil presiden FIFA, meninggal dunia Rabu pada usia 82 tahun di klinik Buenos Aires, demikian dilaporkan sumber-sumber AFA.

Mesir Bantah Kirim Pangan Kedaluwarsa Ke Palestina

Pemerintah Mesir membantah laporan dari media massa bahwa pihaknya telah mengirim bantuan bahan makanan dan obat-obatan kedaluwarsa ke Palestina.

Romelu Lukaku Dilaporkan Semakin Dekat Untuk Dimiliki Everton

Everton semakin dekat untuk mengumumkan perekrutan penyerang Romelu Lukaku dengan basis permanen dari sesama klub Liga Utama Inggris Chelsea, demikian dilaporkan media-media Inggris pada Rabu (Kamis WIB).

Liga Utama Inggris Adopsi Penggunaan Semprotan Penanda

Liga Utama Inggris mengumumkan pada Rabu bahwa wasit-wasit di kompetisi strata teratas Inggris akan menggunakan semprotan penanda untuk mengawasi tendangan-tendangan bebas pada awal musim 2014/2015.