Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bengkulu Hadapi Tiga Kendala Pembangunan Keluarga Sejahtera

bengkulu, pembangunan keluarga sejahtera

Posted on 23 Nov 2012. Hits : 273

Kepala perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Bengkulu Widati mengatakan bahwa daerahnya menghadapi tiga faktor kendala pembangunan keluarga sejahtra.

"Ketiga faktor itu adalah kelompok bayi dan anak usia 0 sampai 9 tahun sebesar 351.837 jiwa, kelompok Remaja 10 sampai 24 tahun sebesar 496.076 jiwa, dan kelompok usia lanjut umur 60 tahun ke atas sebesar 69.094 jiwa," kata Widati di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan, hasil proyeksi penduduk yang dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu ada tiga kelompok besar yang menyebabkan masalah dalam pembangunan keluarga yang dinamakan dengan kelompok "TRIPLE BURDEN".

Ketiga kelompok besar itu menjadi sasaran utama untuk diatasi pada tahun berikutnya sehingga pertumbuhan penduduk miskin dapat ditekan.

Penduduk Miskin tahun 2011 sebesar 17,36 persen, tingkat pengangguran terbuka 39.285 jiwa pada tahun 2010. Untuk mewujudkan fungsi keluarga secara optimal dapat dilaksanakan dengan cara peningkatan ketahanan keluarga, katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu Honiarty Junaidi imbau masyarakat agar mamanfaatkan keberadaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) di daerah itu.

PPKS itu, kata dia jadikan wadah untuk membangun keluarga berkualitas menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera, sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Bengkulu.

"Saya menaruh perhatian dan harapan besar terhadap wadah PPKS Raflesia Provinsi Bengkulu supaya menjadi wadah pembinaan," ujarnya.

Wadah PPKS tersebut nantinya diharapkan melahirkan ketahanan keluarga dan pembinaan kesejahteraan keluarga agar menjadi yang berkualitas, sejahtera lahir dan bathin sehingga mendukung pelaksanaan fungsi keluarga secara optimal.

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang, dan keluarga dapat berperan sebagai pondasi dasar untuk memulai langkah-langkah pembudayaan karakter melalui pembiasaan bersikap dan berperilaku sesuai dengan karakter yang diharapkan.

Dengan demikian, pembangunan keluarga menjadi strategis karena menentukan masa depan bangsa atau Strong Family Strong Nation (Keluarga Kuat Negara Kuat).

Dengan demikian pembangunan keluarga harus dilaksanakan secara terencana dan harus menjadi komitmen nasional hal itu tidak akan berhasil kalau pemerintah tidak dapat menyelesaikan masalah kependudukan. (ant/as)

DPRD Pamekasan Tolak Usulan Pencabutan TAP MPRS

DPRD Pamekasan, Jawa Timur, menegaskan menolak usulan sebagian kelompok masyarakat yang hendak mencabut TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI, karena dinilai bisa merusak keutuhan bangsa ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SKK Migas: Bisnis Minyak Mentah Sedang Lesu

Bisnis minyak mentah di Indonesia saat ini sedang lesu setelah harga jatuh ke titik terendah yakni di kisaran 40 dolar---50 dolar AS per barel, kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Tirat Sambu Ichtijar.

Santai Menikmati Sarapan,Makan Siang dan Makan Malam Anda di Zupan

Zupan memiliki toko roti, kopi, juga menyajikan menu hidangan siap saji untuk sarapan pagi, makan siang ataupun makan malam anda sambil menikmati suasana santai nyaman.

Anggota Wantimpres : Menteri Menghina Presiden Harus Diganti

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres) Suharso Monoarfa mengatakan, jika benar ada menteri Kabinet Kerja yang menghina Presiden Jokowi, maka sebaiknya menteri itu diganti saja.

Data Sementara Penumpang Hercules Tujuan Natuna

Posko Informasi Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengumumkan data sementara penumpang tujuan Ranai yang tercatat dalam manifest pesawat Hercules yang pada Selasa jatuh di Medan, Sumatera Utara.