Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bengkulu Hadapi Tiga Kendala Pembangunan Keluarga Sejahtera

bengkulu, pembangunan keluarga sejahtera

Posted on 23 Nov 2012. Hits : 264

Kepala perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Bengkulu Widati mengatakan bahwa daerahnya menghadapi tiga faktor kendala pembangunan keluarga sejahtra.

"Ketiga faktor itu adalah kelompok bayi dan anak usia 0 sampai 9 tahun sebesar 351.837 jiwa, kelompok Remaja 10 sampai 24 tahun sebesar 496.076 jiwa, dan kelompok usia lanjut umur 60 tahun ke atas sebesar 69.094 jiwa," kata Widati di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan, hasil proyeksi penduduk yang dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu ada tiga kelompok besar yang menyebabkan masalah dalam pembangunan keluarga yang dinamakan dengan kelompok "TRIPLE BURDEN".

Ketiga kelompok besar itu menjadi sasaran utama untuk diatasi pada tahun berikutnya sehingga pertumbuhan penduduk miskin dapat ditekan.

Penduduk Miskin tahun 2011 sebesar 17,36 persen, tingkat pengangguran terbuka 39.285 jiwa pada tahun 2010. Untuk mewujudkan fungsi keluarga secara optimal dapat dilaksanakan dengan cara peningkatan ketahanan keluarga, katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu Honiarty Junaidi imbau masyarakat agar mamanfaatkan keberadaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) di daerah itu.

PPKS itu, kata dia jadikan wadah untuk membangun keluarga berkualitas menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera, sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Bengkulu.

"Saya menaruh perhatian dan harapan besar terhadap wadah PPKS Raflesia Provinsi Bengkulu supaya menjadi wadah pembinaan," ujarnya.

Wadah PPKS tersebut nantinya diharapkan melahirkan ketahanan keluarga dan pembinaan kesejahteraan keluarga agar menjadi yang berkualitas, sejahtera lahir dan bathin sehingga mendukung pelaksanaan fungsi keluarga secara optimal.

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang, dan keluarga dapat berperan sebagai pondasi dasar untuk memulai langkah-langkah pembudayaan karakter melalui pembiasaan bersikap dan berperilaku sesuai dengan karakter yang diharapkan.

Dengan demikian, pembangunan keluarga menjadi strategis karena menentukan masa depan bangsa atau Strong Family Strong Nation (Keluarga Kuat Negara Kuat).

Dengan demikian pembangunan keluarga harus dilaksanakan secara terencana dan harus menjadi komitmen nasional hal itu tidak akan berhasil kalau pemerintah tidak dapat menyelesaikan masalah kependudukan. (ant/as)

Kejari Toboali Dalami Kasus Korupsi Alat Kesehatan

Kejaksaan Negeri Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah setempat tahun anggaran 2013.

Stok Daging di Kutai Aman

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemeritah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menyatakan stok daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat menjelang Idul Fitri 1435 Hijriah relatif aman.

Aksi Vandalisme SOTR Resahkan Pemerintah Kota Bogor

Aksi vandalisme (corat-coret) yang dilakukan oleh para pelajar dalam kegiatan Sahur on the road (SOTR) mulai meresahkan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat.

Sulut Dorong IKM Abon Ikan Masuk MEA

Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong industri kecil menengah abon ikan untuk bisa masuk pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015.

Menteri Pertahanan Minta Bantuan Peralatan Militer

Menteri Pertahanan Irak, Saadun al-Dulaimi, Rabu terbang ke Moskow untuk meminta rekannya peralatan militer, ketika pasukannya sedang berjuang untuk menahan serangan gerilyawan Sunni yang dipimpin jihad, kata seorang juru bicara.