Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bengkulu Hadapi Tiga Kendala Pembangunan Keluarga Sejahtera

bengkulu, pembangunan keluarga sejahtera

Posted on 23 Nov 2012. Hits : 226

Kepala perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Bengkulu Widati mengatakan bahwa daerahnya menghadapi tiga faktor kendala pembangunan keluarga sejahtra.

"Ketiga faktor itu adalah kelompok bayi dan anak usia 0 sampai 9 tahun sebesar 351.837 jiwa, kelompok Remaja 10 sampai 24 tahun sebesar 496.076 jiwa, dan kelompok usia lanjut umur 60 tahun ke atas sebesar 69.094 jiwa," kata Widati di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan, hasil proyeksi penduduk yang dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu ada tiga kelompok besar yang menyebabkan masalah dalam pembangunan keluarga yang dinamakan dengan kelompok "TRIPLE BURDEN".

Ketiga kelompok besar itu menjadi sasaran utama untuk diatasi pada tahun berikutnya sehingga pertumbuhan penduduk miskin dapat ditekan.

Penduduk Miskin tahun 2011 sebesar 17,36 persen, tingkat pengangguran terbuka 39.285 jiwa pada tahun 2010. Untuk mewujudkan fungsi keluarga secara optimal dapat dilaksanakan dengan cara peningkatan ketahanan keluarga, katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bengkulu Honiarty Junaidi imbau masyarakat agar mamanfaatkan keberadaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) di daerah itu.

PPKS itu, kata dia jadikan wadah untuk membangun keluarga berkualitas menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera, sehingga dapat menekan angka kemiskinan di Bengkulu.

"Saya menaruh perhatian dan harapan besar terhadap wadah PPKS Raflesia Provinsi Bengkulu supaya menjadi wadah pembinaan," ujarnya.

Wadah PPKS tersebut nantinya diharapkan melahirkan ketahanan keluarga dan pembinaan kesejahteraan keluarga agar menjadi yang berkualitas, sejahtera lahir dan bathin sehingga mendukung pelaksanaan fungsi keluarga secara optimal.

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang, dan keluarga dapat berperan sebagai pondasi dasar untuk memulai langkah-langkah pembudayaan karakter melalui pembiasaan bersikap dan berperilaku sesuai dengan karakter yang diharapkan.

Dengan demikian, pembangunan keluarga menjadi strategis karena menentukan masa depan bangsa atau Strong Family Strong Nation (Keluarga Kuat Negara Kuat).

Dengan demikian pembangunan keluarga harus dilaksanakan secara terencana dan harus menjadi komitmen nasional hal itu tidak akan berhasil kalau pemerintah tidak dapat menyelesaikan masalah kependudukan. (ant/as)

PLN Musirawas Bentuk Desa Binaan Atasi Tunggakan

PT PLN (Persero) Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, berencana membentuk desa binaan untuk mengatasi tunggakan konsumen yang saat ini mencapai Rp4,7 miliar dari 69 ribu pelanggan.

Tiga Pembalap Asing Berlaga Di Kota Palu

Tiga pembalap asing dipastikan ikut berlaga pada kejuaraan motocross terbuka di sirkuit Tanah Runtuh Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 25-27 April 2014.

46 Tim Kaltim Berebut Ke Brazil

Sebanyak 46 tim sepak bola anak usia 10-12 tahun di Kaltim, Sabtu (19/4) bersaing ketat di babak penyisihan, dilanjutkan final pada Minggu sore agar bisa berlaga di tingkat nasional yang selanjutnya bertanding dalam Piala Dunia Anak di Brazil.

Persipura Targetkan Pimpin Klasemen LSI

Tim Persipura Jayapura menargetkan bisa memimpin klasemen Liga Super Indonesia (LSI) dengan harapan bisa menahan seri atau meraih poin penuh dari tamunya PSM Makasar pada laga di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Sabtu sore.

PSM Khawatir Kebobolan Dimenit Awal Lawan Persipura

menit awal seperti, Persipura kalahkan Persebaya dengan gol cepatnya,' kata pelatih PSM Makasar Rudy Keltjes di Jayapura via telepon seluler, Sabtu.