Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Suriah Siap Berperang Melawan Pemberontak Bertahun-tahun

suriah, perang, melawan, pemberontak, pbb, bashar, al-assad, amerika

Posted on 13 Mar 2013. Hits : 365

Suriah Selasa memperingatkan pihaknya siap berperang "selama bertahun-tahun" menghadapi pemberontak, sementara sejumlah negara mengusahakan satu prakarsa baru untuk mencari para pejabat pemerintah yang cocok bagi perundingan perdamaian dengan oposisi.

Badan PBB urusan anak-anak UNICEF mengatakan satu generasi berisiko hilang dalam konflik antara pasukan Presiden Bashar al-Assad dan pemberontak.

Saat pertumpahan darah mendekati tahun ketiga tanpa ada satu solusi, Prancis mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan Rusia dan Amerika Serikat untuk menyusun satu daftar para pejabat pemerintah yang akan berunding dengan kelompok oposisi.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurents Fabius mengatakan "kami bekerja sama mengenai satu gagasan... daftar para pejabat Suriah yang akan dapat disetujui untuk berunding dengan kelompok oposisi Koalisi Nasional." Ketua oposisi Ahmed Moaz al-Khatib mengusulkan perundingan dengan wakil-wakil pemerintah yang tidak memiliki "darah pada tangan mereka." Inggris mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan mengabaikan embargo senjata Uni Eropa dan akan memasok senjata-senjata kepada pemberontak untuk membantu menggulingkan Bashar.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan ia mengharapkan London dapat membujuk mitra-mitra Uni Eropanya "jika dan apabila diperlukan (untuk memberikan senjata-senjata) jika mereka menyetujui gagasan kami." Bulan lalu, Uni Eropa mengamendemen embargonya untuk mengizinkan negara-negara anggota memasok peralatan "non tempur" dan melatih para petempur oposisi tetapi tidak mencabut seluruh embargo itu.

Menjawab pertanyaan apakah Inggris akan memveto embargo senjata itu apabila diajukan perpanjangan dalam tiga bulan, Cameron mengemukakan kepada satu komisi parlemen ia "akan melanjutkan satu pendekatan Uni Eropa." "Jika kami tidak dapat dukungan, maka itu tidak masalah kami mungkin harus melakukan usaha kami sendiri.

Ketika menjawab pertanyaan apakah mempersenjatai pemberontak dapat menimbulkan bahaya, ia menjawab: "Itu bukan satu keputusan yang harus kami ambil dan saya mengharapkan kami tidak melanggar satu pendekatan kerja sama dalam EU.

"Saya hanya membuat satu rencana yang kami kira baik untuk dilakukan, kami akan lakukan." EU terpecah menyangkut mempersenjatai pemberontak. Inggris, Prancis dan Italia cenderung mendukungnya, sementara Jerman dan negara lain menolak.

Di medan tempur, pemberontak dan pasukan terlibat pertempuran seru di distrik Baba Amr, kota terbesar ketiga Homs, dan batu tembak di jalan yang menghubungkan Damaskus ke bandara internasional.

Surat kabar propemerintah Al-Watan memberitakan tentara berada "kondisi sempurna" dan "memiliki pasukan yang kuat dan senjata-senjata untuk berperang selama bertahun-tahun untuk mempertahankan Suriah".

Suriah "berada dalam keadaan perang" dan "menghadapi satu invasi nyata." katanya dan menegaskan para warga dapat ikut bertempur bersama pasukan pemerintah.

Pemerintah Bashar, yang selalu menyalahkan negara-negara asing bagi aksi kekerasan juga mengirim surat-surat kepada PBB mendesak" menekan negara-negara Arab tertentu dan Barat yang memasok bantuan kepada terorisme." Di Homs, pertempuran berpusat di Khaldiyeh, dengan pasukan pemerintah yang didukung tank-tank menggempur distrik utara.

"Pasukan melancarkan serangan-serangan rokete dari Universitas Baath ke bagian-bagian Baba Amr," kata kelompok hak asasi manusia Obeservatorium Suriah untuk hak Asasi Manusia.

Pertempuran juga terjadi di jalan utama Damaskus menuju bandara, kata kelompok itu. Pemberontak berusaha menguasai jalan raya itu selama beberapa bulan.

Observatorium itu mengatakan 77 orang tewas dalam aksi kekerasan di seluruh Suriah, Selasa.

Di Jenewa UNESCO mengeluarkan satu peringatan bahwa satu generasi anak-anak Suriah bisa hilang.

"Saat krisis di Suriah memasuki tahun ketiga, tahun tragis tanpa ada tanda penghentian aksi kekerasan, risiko kehilangan satu generasi meningkat setiap jam, setiap hari dan setiap bulan," kata juru bicara UNICEF Patrick McCormick.

UNICEF mengatakan hampir separuh dari empat juta orang sangat membutuhkan makanan di Suriah adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun, dan 536.000 orang dari mereka adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.

Rusia memberikan bantuan 10 ton pangan kepada Suriah, kata kantor berita SANA, dan mengevakuasi 103 warganya dari negara itu, kata laporan-laporan media dari Moskow. (ant/win)

Banten Kembangkan Karet Jadi Komoditas Unggulan

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten mengembangkan tanaman karet menjadi komoditas unggulan daerah karena terbukti mampu menumbuhkan perekonomian perdesaan dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Naskah Kuno Kesultanan Inderapura Akan Dipamerkan

Naskah kuno milik keturunan Kesultanan Inderapura, Pesisir Selatan, pertama kalinya akan diperlihatkan kepada khalayak ramai Sumatera Barat (Sumbar) dalam pameran yang digelar UPTD Museum Nagari Adityawarman Padang, Selasa (23/9).

Kawasan Sungai Jawi Pontianak Dijadikan Wisata Kuliner

Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akan menata kawasan pinggir Sungai Jawi mulai dari Jalan H Rais A Rahman hingga ujung jembatan Jalan dr Wahidin untuk dijadikan tempat wisata kuliner.

Disperindagpas Indragiri Hulu Awasi Harga Elpiji

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, tetap mengawasi pelaksanaan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 12 kilogram pascakenaikan harga bahan bakar tersebut.

Dua Calhaj Palembang Wafat Di Tanah Suci

Dua calon haji dari Embarkasi Palembang dilaporkan wafat di Tanah Suci yakni Yansuri Zainal Abidin dari kelompok terbang 7 dan Herawati Sukarno dari kloter 3.