Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Satwa Laut di Selat Bering Terkena Limbah Minyak

satwa laut, selat bering, limbah minyak , pencemaran laut, pencemaran limbah minyak di laut

Posted on 11 Nov 2012. Hits : 864

 

Burung laut dan singa laut di perairan Alaska di dekat Selat Bering telah muncul dalam kondisi tercemar minyak dari sumber yang tak diketahui, dan para ahli kelautan bertolak ke wilayah itu untuk menyelidiki misteri tersebut, kata beberapa pejabat negara bagian dan federal baru-baru ini.

Kemunculan hewan mamalia laut dan burung laut dengan tubuh terkena minyak selama dua bulan belakangan telah mengibarkan "bendera merah" di kalangan lembaga negara bagian dan federal yang mengawasi kondisi lingkungan hidup dan margasatwa di wilayah itu, kaa Juru Bicara Penjaga Pantai AS David Mosley.

Luasnya pencemaran minyak secara pasti belum diketahui, tapi pihak berwenang sejauh ini telah mengkonfirmasi dua kasus singa laut yang berlumur minyak dan ditangkap oleh pemburu asli Alaska serta sejumlah murres --burung laut yang biasa hidup di perairan Alaska, katanya.

Wakil dari Penjaga Pantai dan Departemen Pelestarian Lingkungan Hidup Alaska mengunjungi St. Lawrence Island, pojok terpencil Selat Bering, Jumat (9/11). Mereka bermaksud bertemu dengan warga desa, menyelidiki pantai dan berusaha memastikan penyebab pencemaran itu, kata Mosley, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi.

Tak ada potensi sumber minyak yang diidentifikasi.

Meskipun arus lalu lintas pelayaran telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan di Selat Bering dan perairan Kutub Utara, tak ada laporan mengenai kecelakaan laut baru-baru ini. Awak Penjaga Pantai yang terbang di daerah tersebut pada Kamis (8/11) pun tak menemukan pencemaran laut, kata Mosley.

Sampel minyak dari singa laut yang ditangkap dan dari satu burung laut sedang dianalisis oleh para pejabat lingkungan hidup Alaska, ia menambahkan.

Yang juga ikut dalam penyelidikan adalah para ahli dari US Fish and Wildlife Service dan National Oceanic and Atmospheric Administration, kata Mosley.

Kemunculan hewan tercemar itu pertama kali terjadi pada awal September, ketika seorang pemburu menemukan singa laut yang berlumur minyak. Yang paling akhir ialah pada Rabu (7/11), ketika tiga burung murres yang terkena minyak terlihat berenang di perairan tersebut, katanya.

Sejauh ini tak satu pun dari hewan yang tercemar minyak terdaftar sebagai hewan terancam punah, kata beberapa pejabat negara bagian. Namun Selat Bering menyediakan habitat penting bagi banyak spesies yang dilindungi, termasuk singa laut Steller dan beberapa jenis ikan paus.

St. Lawrence Island berada tepat di selatan teluk sempit yang memisahkan Alaska dari Rusia dan terletak 97 kilometer dari daratan utara Siberia.(ant/ ap)

Aceh Kembangkan Perpustakaan Penjara

Pemerintah Aceh melalui Badan Arsip dan Perpustakaan menggandeng lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan untuk mengembangkan perpustakaan di penjara.

Komisi V DPRD Jabar Gelar Tes Urine

Komisi V DPRD Jawa Barat menggelar tes urine bagi 20 orang yang terdiri atas pimpinan dan anggotanya di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin, sebagai upaya penanggulangan terhadap bahaya narkotika.

Disnakeswan Temukan Kasus Rabies di 155 Desa

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali hingga saat ini sudah menemukan kasus anjing positif rabies pada 155 desa di Pulau Dewata.

Aktivis Lingkungan Wujudkan Wisata Bandar Bakau

Seorang aktivis lingkungan di Kota Dumai, Riau, Darwis Saleh, berhasil mewujudkan suatu objek wisata alam bandar bakau di tepi pantai berkat perjuangan bersama yang keras dan gigih selama hampir 10 tahun.

324 Puskesmas Siaga di Jalur Mudik Jabar

Dinas Kesehatan Jawa Barat menyiagakan sebanyak 324 puskesmas selama 24 jam di sepanjang jalur/balik mudik Lebaran 2015/1436 Hijriah di wilayah ini sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi pemudik.