Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

PBB Cari Dukungan Untuk Penggunaan Pesawat Mata-Mata di Kongo

pbb, dukungan penggunaan pesawat, pesawat mata-mata, republik demokratik kongo

Posted on 09 Jan 2013. Hits : 217

Pemimpin PBB, pada Selasa waktu setempat, meminta Dewan Keamanan untuk mendukung penggunaan pesawat mata-mata tak berawak untuk pertama kalinya di Republik Demokratik Kongo.

Penggunaaan pesawat tak berawak itu akan mencerminkan perubahan besar dalam operasi penjaga perdamaian PBB. Namun negara tetangga Kongo, Rwanda, menolak penggunaan tersebut.

Departemen penjaga perdamaian PBB, didukung oleh negara-negara Barat, ingin menngintroduksi pesawat mata-mata untuk memonitor perbatasan timur Kongo. Di tempat itu, Rwanda dicurigai telah menolong pemberontak untuk berperang melawan pemerintah.

Rwanda sendiri menolak tuduhan tersebut.

Kepala penjaga perdamaian PBB, Harve Ladsous mengatakan bahwa dia telah meminta Dewan Keamanan sejumlah peralatan untuk memperkuat operasi di Kongo.

"Mungkin beberapa helikopter dengan kemampuan melihat pada malam hari, dan juga peralatan mata-mata, yaitu pesawat tak berawak," kata Ladsous.

Dewan Keamanan telah mendesakkan adanya tindakan setelah pemberontak M23 berhasil merebut ibu kota Provinsi Goma dan memukul mundur pasukan pemerintah dan penjaga perdamaian PBB pada November lalu.

PBB saat ini menempatkan lebih dari 17.000 pasukan di Kongo. Namun jumlah tersebut tersebar dalam jumlah yang kecil-kecil dalam negara yang sangat besar dan di sisi lain PBB sedang didesak untuk mengurangi pengeluaran.

Beberapa negara Barat mendukung rencana PBB tersebut.

"PBB membutuhkan beberapa peralatan modern, dalam hal ini pesawat mata-mata tak berawak, untuk mendapatkan informasi yang lebih baik sehingga lebih reaktif," kata misi PBB dari Prancis dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Kongo berharap rencana tersebut dapat diwujudkan, namun Rwanda, yang sekarang merupakan satu-satunya negara Afrika yang menjadi anggota Dewan Keamanan menolak.

Ahli dari PBB mengatakan bahwa Rwanda dan Uganda telah memberi dukungan militer bagi pemberontak M23.

"Kami sebagai negara yang berbatasan dengan Kongo, mungkin tidak berada pada posisi yang tepat untuk berbicara tentang hal itu karena negara lain bisa salah paham," kata duta besar Rwanda untuk PBB, Eugene Richard Gasana.

Pejabat PBB mengatakan bahwa pesawat mata-mata mungkin juga dapat digunakan di Sudan Selatan dan Sudan--dua negara besar di mana PBB kekurangan pasukan penjaga perdamaian.

Namun, PBB sendiri menegaskan bahwa pesawat mata-mata tidak akan digunakan tanpa izin dari negara yang bersangkutan.(ant/id)

PMKS Masih Marak di Jakarta Pusat

Meskipun sudah sering ditindak, kehadiran para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS masih marak di ibukota.

‎Ahok: Rp1,35 T Dialokasikan untuk PSO

Public Service Obligation sebesar Rp1,35 triliun akan dianggarkan demi membuat pelayanan transportasi publik Jakarta lebih dapat diandalkan.

Parkir Ilegal, Ratusan Mobil Diderek Paksa

Walaupun para pejabat dari Sub Dinas Komunikasi Jakarta Utara telah secara intensif menyampaikan larangan parkir ilegal di wilayah mereka, sebagian warga tampak tidak mengindahkannya.

Pertamina Fokuskan CSR Madura Pada Pengembangan UMKM

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO) tahun ini akan memfokuskan pembagian "tanggung jawab sosial perusahaan atau "corporate social responsibility" (CSR) di Madura, Jawa Timur pada pengembangan dan pembinaan UMKM.

Pelindo Bangun Pelabuhan Petikemas Modern di Kendari

PT Pelabuhan Indonesia IV akan membangun pelabuhan peti kemas modern di Kawasan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan nilai investasi sekitar Rp630 miliar.