Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Amerika Latih Pemberontak Suriah Di Jordania

pemberontak suriah, keamanan yordania

Posted on 12 Mar 2013. Hits : 183

Orang Amerika Serikat melatih petempur pemberontak Suriah di Jordania, kata mingguan Jerman "Der Spiegel" pada Minggu, mengutip keterangan dari yang disebutnya peserta dan penyelenggara.

"Spiegel" menyatakan tidak jelas apakah orang Amerika Serikat itu bekerja untuk perusahaan swasta atau dari tentara, tapi menyatakan beberapa dari mereka mengenakan seragam. Pelatihan itu bertumpu pada penggunaan senjata anti-tank.

Sekitar 200 orang sudah mendapat pelatihan tersebut selama lebih dari tiga bulan dan direncanakan pelatihan untuk 1.200 anggota "Tentara Pembebasan Suriah" di dua markas di bagian selatan dan timur negara itu.

Koran Inggris "The Guardian" juga melaporkan bahwa pelatih asal Amerika Serikat membantu pemberontak Suriah di Jordania. Pelatih asal Inggris dan Prancis juga ikut dalam gerakan pimpinan Amerika Serikat itu, kata "Guardian" pada Sabtu, mengutip keterangan sumber keamanan Yordania.

Dinas sandi Jordania terlibat dalam kegiatan itu, yang bertujuan membangun sekitar selusin satuan sekitar 10.000 petempur dengan mengesampingkan pegaris keras, kata "Spiegel".

"Dinas sandi Jordania ingin mencegah kaum Salafi (pegaris keras) menyeberang dari negara mereka ke Suriah dan kemudian kembali untuk menimbulkan masalah di Jordania," kata salah satu penyelenggara itu.

Laporan tersebut tidak dapat dipastikan secara mandiri.

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat menolak menanggapi laporan "Spiegel" tersebut. Kementerian luar negeri Prancis dan kementerian luar negeri dan pertahanan Inggris juga menolak menanggapi.

Lebih dari 70.000 orang tewas dan sejuta pengungsi lari dari kemelut Suriah itu.

Itu dimulai sebagai unjuk rasa mendukung demokrasi, tapi berubah menjadi perang aliran antara pemberontak terutama dari kaum besar Sunni Suriah dengan pasukan negara itu, yang membela Presiden Bashar Assad, yang mengikuti iman Alawit dari Syiah.

Amerika Serikat menyatakan akan memberi obat-obatan dan makanan langsung ke petempur lawan, namun mengesampingkan bantuan senjata, karena takut jatuh ke pegaris keras, yang kemudian menggunakannya terhadap Barat.

Arab Saudi dan Qatar secara luas diyakini memberikan senjata kepada pemberontak dan menteri Liga Arab pada Rabu memutuskan membiarkan negara anggotanya mempersenjatai mereka.(ant/rd)

Agung Laksono Minta Prabowo Legowo

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengharapkan Prabowo Subianto legowo terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilihan presiden 2014.

KRCS Kirim Bantuan Medis

Masyarakat Bulan Sabit Merah Kuwait (KRCS) akan mengirim bantuan medis mendesak untuk rumah sakit di Gaza yang sangat kekurangan obat-obatan dan peralatan, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina.

Arus Mudik di Makassar Masih Sepi

Arus mudik di Terminal Regional Daya (TRD) Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki H-4 perayaan Idul Fitri 1435 Hijriyah masih sepi.

Satpol PP Penajam Segel BTS Tak Berizin

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyegel tiga menara pemancar/penerima sinyal atau base transceiver station/BTS milik PT Protelindo dan PT Dayamitra Telekomunikasi karena belum memiliki perizinan.

Rhoma Irama Siap Silaturahmi Dengan Muhaimin

"Raja dangdut" H Rhoma Irama yang sempat menjadi capres PKB menyatakan siap bersilaturrahmi dengan Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar bila diundang DPP PKB untuk merayakan Lebaran 1435 Hijriah.