Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Amerika Latih Pemberontak Suriah Di Jordania

pemberontak suriah, keamanan yordania

Posted on 12 Mar 2013. Hits : 189

Orang Amerika Serikat melatih petempur pemberontak Suriah di Jordania, kata mingguan Jerman "Der Spiegel" pada Minggu, mengutip keterangan dari yang disebutnya peserta dan penyelenggara.

"Spiegel" menyatakan tidak jelas apakah orang Amerika Serikat itu bekerja untuk perusahaan swasta atau dari tentara, tapi menyatakan beberapa dari mereka mengenakan seragam. Pelatihan itu bertumpu pada penggunaan senjata anti-tank.

Sekitar 200 orang sudah mendapat pelatihan tersebut selama lebih dari tiga bulan dan direncanakan pelatihan untuk 1.200 anggota "Tentara Pembebasan Suriah" di dua markas di bagian selatan dan timur negara itu.

Koran Inggris "The Guardian" juga melaporkan bahwa pelatih asal Amerika Serikat membantu pemberontak Suriah di Jordania. Pelatih asal Inggris dan Prancis juga ikut dalam gerakan pimpinan Amerika Serikat itu, kata "Guardian" pada Sabtu, mengutip keterangan sumber keamanan Yordania.

Dinas sandi Jordania terlibat dalam kegiatan itu, yang bertujuan membangun sekitar selusin satuan sekitar 10.000 petempur dengan mengesampingkan pegaris keras, kata "Spiegel".

"Dinas sandi Jordania ingin mencegah kaum Salafi (pegaris keras) menyeberang dari negara mereka ke Suriah dan kemudian kembali untuk menimbulkan masalah di Jordania," kata salah satu penyelenggara itu.

Laporan tersebut tidak dapat dipastikan secara mandiri.

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat menolak menanggapi laporan "Spiegel" tersebut. Kementerian luar negeri Prancis dan kementerian luar negeri dan pertahanan Inggris juga menolak menanggapi.

Lebih dari 70.000 orang tewas dan sejuta pengungsi lari dari kemelut Suriah itu.

Itu dimulai sebagai unjuk rasa mendukung demokrasi, tapi berubah menjadi perang aliran antara pemberontak terutama dari kaum besar Sunni Suriah dengan pasukan negara itu, yang membela Presiden Bashar Assad, yang mengikuti iman Alawit dari Syiah.

Amerika Serikat menyatakan akan memberi obat-obatan dan makanan langsung ke petempur lawan, namun mengesampingkan bantuan senjata, karena takut jatuh ke pegaris keras, yang kemudian menggunakannya terhadap Barat.

Arab Saudi dan Qatar secara luas diyakini memberikan senjata kepada pemberontak dan menteri Liga Arab pada Rabu memutuskan membiarkan negara anggotanya mempersenjatai mereka.(ant/rd)

WWF : Butuh Rp7.582 Triliun Rehabilitasi Hutan NTT

Pimpinan WWF Indonesia Ridha Hakim mengatakan pemerintah perlu mengalokasikan anggaran sebesar RpRp7.

Moody's Pertahankan Peringkat Prancis Pada Prospek Negatif

Moody's tetap mempertahankan peringkat negatifnya untuk Prancis pada Jumat, namun -- meskipun laporan sebelumnya -- tidak membahas penurunan peringkat ekonomi yang sedang kesulitan itu.

Kredit Perbankan Bermasalah Di Bali Rp879 Miliar

Bank Indonesia (BI) wilayah III Bali-Nusa Tenggara memprediksi kondisi rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) perbankandi tahun 2014 akan meningkat, dalam triwulan II-2014 tercatat Rp879 miliar.

Diskes Denpasar-JICA Kerja Sama Selenggarakan 'TCTP'

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan JICA menyelenggarakan 'The Third Country Training Program (TCTP)' Buku Kesehatan Ibu dan Anak.

BPBD Malang : Daerah Krisis Air Bersih Bertambah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hafie Lutfi, menyatakan daerah yang mengalami krisis air bersih bertambah karena kecamatan yang sebelumnya tidak pernah mengajukan dropping air, sekarang minta dipasok air bersih.