Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

OECD: Prioritas Kebijakan untuk Perdagangan-Ketenagakerjaan Internasional

oecd, prioritas kebijakan, perdagangan internasional, ketenagakerjaan internasional

Posted on 11 Dec 2012. Hits : 299

Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan empat prioritas kebijakan yang harus diperhatikan oleh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja melalui perdagangan internasional.

Analis Kebijakan Perdagangan di Direktorat Perdagangan dan Pertanian OECD, Douglas Lippoldt di Jakarta, Selasa mengatakan,prioritas kebijakan perdagangan dan ketenagakerjaan internasional mampu mengatasi pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

"Iklim ekonomi yang lemah dan angka pengangguran yang tinggi, apa yang bisa pemerintah lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja? Jawabannya terletak pada prioritas kebijakan untuk perdagangan dan ketenagakerjaan internasional," katanya.

Menurutnya prioritas kebijakan tersebut berkaitan dengan keterbukaan pasar, kebijakan pelengkap, proteksionisme, dan perdagangan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan peningkatan produktivitas.

Lippoldt menjelaskan prioritas kebijakan pertama adalah menjaga pasar global tetap terbuka karena ekonomi terbuka cenderung tumbuh lebih cepat daripada yang tertutup.

Dia mengatakan keterbukaan pasar sejak dulu berjalan seiring dengan kinerja ekonomi yang lebih baik, baik di negara maju maupun negara berkembang, karena dapat menciptakan peluang baru bagi pekerja, konsumen dan perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Wacziarg dan Welch pada tahun 2008 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi rata-rata global sebelum liberalisasi perdagangan berada di kisaran 1,3 persen, namun setelah liberalisasi perdagangan pertumbuhannya menjadi lebih tinggi, yaitu mencapai tiga persen.

Prioritas kebijakan kedua, menurut Lippoldt, adalah kebijakan pelengkap di mana pemerintah memberikan landasan yang kuat bagi pendapatan dan pertumbuhan lapangan kerja serta jaringan pengaman sosial.

Dia menjelaskan kebijakan pelengkap itu dapat dilakukan melalui investasi dalam sumber daya manusia dan infrastruktur fisik, pemebentukan jaringan pengaman sosial untuk membantu pekerja, kebijakan ekonomi dan sistem pemerintahan yang menciptakan iklim positif untuk melakukan bisnis dan investasi swasta.

"Jelas bahwa pemerintah harus melindungi pekerja, bukan pekerjaan, dan berinvestasi dalam pelatihan dan pendidikan untuk memungkinkan para pekerja menangkap peluang baru, serta membuat jaring pengaman sosial untuk membantu mereka yang tidak mampu beradaptasi," katanya.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah harus menghindari proteksionisme karena akan mengganggu proses upgrade ekonomi.

Menurut OECD, proteksionisme perdagangan akan menyebabkan pembatasan yang menghambat produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, dan pada gilirannya akan menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan dalam jangka panjang.

"Jadi, proteksionisme adalah respon yang salah terhadap masalah yang terkait ekonomi dan perdagangan ," kata Lippoldt.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa perdagangan yang berhubungan dengan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan produktivitas merupakan prioritas kebijakan lain yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Dia berpendapat, perdagangan mempengaruhi ketenagakerjaan dalam banyak cara, dan salah satu cara yang paling penting adalah melalui pertumbuhan dan peningkatan pendapatan per kapita.

Lippoldt menyatakan, review OECD dari 14 penelitian multi-ekonometrik yang berbeda , yang dilakukan sejak tahun 2000, menemukan bahwa semua studi menyimpulkan untuk mendorong pertumbuhan perdagangan karena berdampak positif pada pendapatan nasional.

"Kekuatan perdagangan untuk meningkatkan pendapatan penting bagi pekerja, karena korelasi erat antara pendapatan perkapita dan upah rata-rata," jelasnya.

Dia menyatakan 'Prioritas Kebijakan untuk Perdagangan dan Ketenagakerjaan Internasional ' merupakan produk dari Inisiatif Kolaborasi Internasional tentang Perdagangan dan Ketenagakerjaan (ICITE) yang membahas isu-isu perdagangan dan ketenagakerjaan pada era globalisasi. (ant/ed)

Tiga 'Srikandi' Gorontalo Berpeluang Raih Kursi DPD

Tiga "srikandi" atau mewakili kaum perempuan di Provinsi Gorontalo, berpeluang besar meraih kursi di Dewan Perwakilan Daerah (Daerah), setelah melalui penghitungan sementara suara pemilu mengungguli calon lainnya.

Wilmots : Januzaj Memilih Bermain Untuk Belgia

Pemain sayap Manchester United Adnan Januzaj telah memutuskan untuk memainkan sepak bola internasional bersama Belgia, kata pelatih tim nasional negara itu Marc Wilmots pada Rabu.

Panwaslu Proses Laporan Terkait Penggelembungan Suara

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan pihaknya akan memproses laporan dari empat partai politik yang menduga telah terjadi penggelembungan suara dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014.

'From Bottom of Heart' Persembahan Untuk Fans

Memasuki babak lima besar , Indonesian Idol 2014 akan digelar dengan format yang agak berbeda dari babak-babak sebelumnya.

Harga Beras Di Tingkat Petani Turun

Harga jual beras lokal di tingkat petani di Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, saat ini mengalami penurunan menjadi Rp13.