Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kurs Rupiah Anjlok, Harga Produk Malaysia Melonjak

kurs rupiah, nilai tukar, mata uang, rupiah anjlok, ringgit malaysia, nunukan

Posted on 21 Feb 2013. Hits : 381

Kurs atau nilai tukar mata uang rupiah terhadap ringgit Malaysia anjlok, menyebabkan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari produksi Malaysia semakin melonjak.

Rastiah, pedagang sembako di Pasar Yamaker Kabupaten Nunukan, Kamis menyatakan kenaikan harga barang berasal Malaysia itu dipicu oleh anjloknya kurs rupiah terhadap ringgit Malaysia.

Menurut dia saat ini nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia berkisar Rp3.275-Rp3.300, padahal pada bulan lalu hanya sekitar Rp 2.625-Rp2.900 per 1 ringgit Malaysia.

Dia menambahkan anjloknya kurs rupiah ini berdampak pada kenaikan harga hingga mencapai Rp2 ribu per kilogramnya untuk barang-barang kebutuhan pokok.

Ia mencontohkan, harga gula pasir dan minyak makan (goreng) yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan semuanya produksi Malaysia mengalami kenaikan antara Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogram.

Rastiah menambahkan, sebelumnya harga gula pasir dijual ke konsumen sebesar Rp11.000 per kilogram dan sekarang menjadi Rp12.000 per kilogram.

Begitu pula dengan minyak goreng sebelumnya dijual seharga Rp12.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram.

Dia menambahkan terpuruknya kurs rupiah ini juga disebabkan tindakan spekulan yang menukarkan mata uang ringgitnya langsung ke Tawau Malaysia dan membeli barang kebutuhan sehari-hari untuk dipasok masuk Nunukan.

Rastiah mengatakan, melonjaknya harga produk Malaysia tersebut bukan karena faktor kurangnya stok atau persediaan tetapi semata-mata kurs mata uang saja.

"Banyak juga orang sini (Nunukan) yang punya uang banyak langsung menukarkan di Tawau. Kemudian membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk dijual disini, sehingga ini juga yang memicu naiknya harga barang dari Malaysia," ujar Rastiah.

Pernyataan yang sama diungkapkan H Madi, pemasok produk Malaysia yang ditemui terpisah. Ia mengatakan, kenaikan harga barang-barang asal Malaysia telah berlangsung sejak dua minggu ini walaupun kenaikannya tidak terlalu signifikan.

Tetapi kelihatannya, lanjut dia, sangat mempengaruhi kondisi daya beli masyarakat karena kenaikan itu terjadi serentak pada seluruh produk.

"Memang sangat kelihatan, dari segi jumlah barang. Kalau dulu membeli barang di Tawau sekitar Rp100 juta, jumlah barangnya sudah bisa penuhi kapal. Tapi sekarang ini palin hanya terisi dua pertiganya saja," kata H Madi. (ant/ed)

Gubernur Babel Revolusi Mental Pejabat Eselon

Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendi menyatakan akan merevolusi mental pejabat eselon untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di daerah itu.

Bangka Barat Dorong Pembangunan Pelabuhan Tanjungular

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung mendorong rencana pembangunan pelabuhan di Tanjungular, Muntok untuk mempercepat terbentuknya kawasan industri terpadu di daerah itu.

OASE-KK Gandeng Media Sosialisasikan Deteksi Dini Kanker

Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) akan menggandeng media massa dalam menyosialisasikan dan menyebarluaskan imbauan pentingnya melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker.

Gubernur Imbau Masyarakat Tenang Sikapi Harga BBM

Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendi mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp500 per liter.

Sulbar Dapatkan Rp330 Miliar Dari Kementerian Perhubungan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendapatkan bantuan anggaran dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp330 miliar untuk membangun sarana infrastruktur di bidang perhubungan.