Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kurs Rupiah Anjlok, Harga Produk Malaysia Melonjak

kurs rupiah, nilai tukar, mata uang, rupiah anjlok, ringgit malaysia, nunukan

Posted on 21 Feb 2013. Hits : 317

Kurs atau nilai tukar mata uang rupiah terhadap ringgit Malaysia anjlok, menyebabkan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari produksi Malaysia semakin melonjak.

Rastiah, pedagang sembako di Pasar Yamaker Kabupaten Nunukan, Kamis menyatakan kenaikan harga barang berasal Malaysia itu dipicu oleh anjloknya kurs rupiah terhadap ringgit Malaysia.

Menurut dia saat ini nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia berkisar Rp3.275-Rp3.300, padahal pada bulan lalu hanya sekitar Rp 2.625-Rp2.900 per 1 ringgit Malaysia.

Dia menambahkan anjloknya kurs rupiah ini berdampak pada kenaikan harga hingga mencapai Rp2 ribu per kilogramnya untuk barang-barang kebutuhan pokok.

Ia mencontohkan, harga gula pasir dan minyak makan (goreng) yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan semuanya produksi Malaysia mengalami kenaikan antara Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogram.

Rastiah menambahkan, sebelumnya harga gula pasir dijual ke konsumen sebesar Rp11.000 per kilogram dan sekarang menjadi Rp12.000 per kilogram.

Begitu pula dengan minyak goreng sebelumnya dijual seharga Rp12.000 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram.

Dia menambahkan terpuruknya kurs rupiah ini juga disebabkan tindakan spekulan yang menukarkan mata uang ringgitnya langsung ke Tawau Malaysia dan membeli barang kebutuhan sehari-hari untuk dipasok masuk Nunukan.

Rastiah mengatakan, melonjaknya harga produk Malaysia tersebut bukan karena faktor kurangnya stok atau persediaan tetapi semata-mata kurs mata uang saja.

"Banyak juga orang sini (Nunukan) yang punya uang banyak langsung menukarkan di Tawau. Kemudian membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk dijual disini, sehingga ini juga yang memicu naiknya harga barang dari Malaysia," ujar Rastiah.

Pernyataan yang sama diungkapkan H Madi, pemasok produk Malaysia yang ditemui terpisah. Ia mengatakan, kenaikan harga barang-barang asal Malaysia telah berlangsung sejak dua minggu ini walaupun kenaikannya tidak terlalu signifikan.

Tetapi kelihatannya, lanjut dia, sangat mempengaruhi kondisi daya beli masyarakat karena kenaikan itu terjadi serentak pada seluruh produk.

"Memang sangat kelihatan, dari segi jumlah barang. Kalau dulu membeli barang di Tawau sekitar Rp100 juta, jumlah barangnya sudah bisa penuhi kapal. Tapi sekarang ini palin hanya terisi dua pertiganya saja," kata H Madi. (ant/ed)

Wacana Evaluasi Kepemipimpinan Partai Golkar Menguat

Politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang mengatakan, wacana evaluasi kepemimpinan di Partai Golkar menguat menyusul hasil suara partai Golkar pada pemilu legislatif 2014 berdasarkan hitung cepat hanya sekitar 14.

Arema Kembali Rebut Posisi Puncak Klasemen

Arema Cronus Indonesia Malang, Jawa Timur, kembali merebut posisi puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia setelah mengalahkan Pelita Bandung Raya 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu malam.

Kejaksaan Selidiki Proyek Lampu Stadion Tanjabar

Kejaksaan Negeri Kuala Tungkal tengah menyelidiki proyek lampu stadion Persitaj Tanjung JabungBarat (Tanjabar) tahun 2012 senilai Rp2,7 miliar, karena diduga telah terjadi penggelembungan harga (mark up).

Dua Pemuda Ditangkap Menenggak Minuman Keras

Dua orang pemuda ditangkap oleh polisi saat melakukan patroli rutin karena diketahui menenggak minuman keras di lokasi pasar di kota tersebut.

Polisi Banjarmasin Tangkap Penjual Narkoba

Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin, menangkap seorang pria yang diketahui sebagai penjual narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah Pekapuran Raya Banjarmasin Timur.