Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bank Di Balikpapan Terlalu Banyak Ambil Untung

bank indonesia, mengambil untung, suku bunga tinggi

Posted on 20 Apr 2013. Hits : 220

Bank Indonesia menyebutkan perbankan di Balikpapan terlalu banyak mengambil untung dari nasabahnya dibandingkan dengan perbankan di daerah lain di Indonesia.

"Hal itu ditunjukkan dengan angka Net Interest Margin (NIM, batas keuntungan dari bunga) perbankan Balikpapan yang mencapai 9,15 persen sementara rata-rata nasional hanya 5,34 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Tutuk SH Cahyono, Jumat (19/4).

Menurut dia, tingginya rasio NIM ini menunjukkan perbankan masih menerapkan suku bunga tinggi kepada pinjaman yang diberikan kepada nasabah.

Dia mengharapkan agar NIM tersebut bisa ditekan setidaknya menyamai rasio pada rata-rata nasional.

"Saya masih kurang 'happy' dengan NIM ini meskipun ada penurunan dari 9,53 persen pada Kuartal IV/2012 menjadi 9,15 persen pada Kuartal/2013," kata Tutuk Cahyono.

Dengan NIM yang lebih rendah, jelas Tutuk Cahyono, pengusaha akan lebih mudah dalam membayar kredit karena beban bunga yang relatif murah.

Konsumen juga akan mendapatkan harga barang yang lebih murah karena biaya investasi yang dikeluarkan pengusaha lebih rendah.

Tutuk Cahyono juga menegaskan menurunkan NIM tidak akan menggerus pendapatan bunga perbankan karena justru akan mendorong pelaku usaha untuk memperluas dan mengembangkan usahanya.

Di sektor riil memang terlihat bahwa bunga pinjaman yang tinggi tidak menimbulkan masalah bagi industri besar atau yang memiliki rasio pengembalian modalnya cukup tinggi seperti pertambangan, perkebunan dan pengolahan.

Bunga tinggi memberi beban kepada sektor usaha kecil dan menengah, apalagi mikro. Beban bunga juga menghambat mereka mengembangkan usahanya.

Kepala BI Balikpapan itu mengakui bahwa penetapan standar bunga merupakan kebijakan dari kantor pusat perbankan masing-masing, yang umumnya berada di Jakarta.

"Namun perwakilan di daerah tentu bisa mengambil batas bawah acuan tersebut sehingga tidak terlalu membebani sektor lain yang memiliki rasio pengembalian modal cukup kecil," kata Tutuk SH Cahyono.

Selain itu, Tutuk juga menyayangkan adanya peningkatan rasio BOPO (Beban Operasional, Pendapatan Operasional) padahal NIM menurun.(ant/rd)

Dinas : 2.438 Lampu PJU Bekasi Padam

Sekitar 2.438 titik lampu penerangan jalan umum di Kota Bekasi, Jawa Barat, padam akibat mengalami kerusakan sepanjang 2014.

Dubes Resmikan Rumah Joglo di Eropa

Rumah Joglo yang merupakan satu satunya di Eropa diresmikan Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia, Rachmat Budiman bersama Menteri Kebudayaan Slovenia Uro Grilc, di Kebun Raya Arboretum, Slovenia.

Polisi Terus Selidiki Kamatian Mahasiswi Poltekes Kupang

Wakil Kepala Polres Kupang Kota Kompol Yulian Perdana mengatakan kasus kematian Poltekes jurusan gizi Kemenkes Kupang Fransiska Bifel (20) pada 23 Desember 2013 masih dalam tahap penyelidikan aparat penegak hukum setempat.

Pembawa Sabu Diamankan Polisi

Jajaran Polres Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan mengamankan dua orang warga Kota Lubuklinggau diperegoki membawa narkoba jenis sabu.

IMF Gelar Pertemuan

Dana Moneter Internasional (IMF), Kamis, mengatakan bahwa dewan eksekutif dijadwalkan menggelar pertemuan untuk mempertimbangkan paket bantuan bagi Ukraina pada 30 April.