Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bank Di Balikpapan Terlalu Banyak Ambil Untung

bank indonesia, mengambil untung, suku bunga tinggi

Posted on 20 Apr 2013. Hits : 249

Bank Indonesia menyebutkan perbankan di Balikpapan terlalu banyak mengambil untung dari nasabahnya dibandingkan dengan perbankan di daerah lain di Indonesia.

"Hal itu ditunjukkan dengan angka Net Interest Margin (NIM, batas keuntungan dari bunga) perbankan Balikpapan yang mencapai 9,15 persen sementara rata-rata nasional hanya 5,34 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Tutuk SH Cahyono, Jumat (19/4).

Menurut dia, tingginya rasio NIM ini menunjukkan perbankan masih menerapkan suku bunga tinggi kepada pinjaman yang diberikan kepada nasabah.

Dia mengharapkan agar NIM tersebut bisa ditekan setidaknya menyamai rasio pada rata-rata nasional.

"Saya masih kurang 'happy' dengan NIM ini meskipun ada penurunan dari 9,53 persen pada Kuartal IV/2012 menjadi 9,15 persen pada Kuartal/2013," kata Tutuk Cahyono.

Dengan NIM yang lebih rendah, jelas Tutuk Cahyono, pengusaha akan lebih mudah dalam membayar kredit karena beban bunga yang relatif murah.

Konsumen juga akan mendapatkan harga barang yang lebih murah karena biaya investasi yang dikeluarkan pengusaha lebih rendah.

Tutuk Cahyono juga menegaskan menurunkan NIM tidak akan menggerus pendapatan bunga perbankan karena justru akan mendorong pelaku usaha untuk memperluas dan mengembangkan usahanya.

Di sektor riil memang terlihat bahwa bunga pinjaman yang tinggi tidak menimbulkan masalah bagi industri besar atau yang memiliki rasio pengembalian modalnya cukup tinggi seperti pertambangan, perkebunan dan pengolahan.

Bunga tinggi memberi beban kepada sektor usaha kecil dan menengah, apalagi mikro. Beban bunga juga menghambat mereka mengembangkan usahanya.

Kepala BI Balikpapan itu mengakui bahwa penetapan standar bunga merupakan kebijakan dari kantor pusat perbankan masing-masing, yang umumnya berada di Jakarta.

"Namun perwakilan di daerah tentu bisa mengambil batas bawah acuan tersebut sehingga tidak terlalu membebani sektor lain yang memiliki rasio pengembalian modal cukup kecil," kata Tutuk SH Cahyono.

Selain itu, Tutuk juga menyayangkan adanya peningkatan rasio BOPO (Beban Operasional, Pendapatan Operasional) padahal NIM menurun.(ant/rd)

Italia Perlu Satu Jam Kalahkan Malta

Italia memerlukan 69 menit untuk mematahkan perlawanan gigih Malta, sebelum Graziano Pelle mencetak gol untuk membawa mereka menang 1-0 pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 pada Kamis.

Pemimpin Parlemen Se-Dunia Dukung Agenda 2030 PBB

Pertemuan pemimpin parlemen dari sebanyak 140 negara, termasuk Republik Indonesia yang diwakili oleh Ketua DPR RI Setya Novanto, mendukung Agenda 2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan berjanji menempatkan demokrasi pada perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Belgia Bangkit Untuk Menang 3-1 Atas Bosnia

Belgia mengembalikan kualifikasi Piala Eropa 2016 mereka ke jalur yang benar melalui kemenangan 3-1 atas Bosnia di Grup B pada Kamis, di mana pemain baru Manchester City Kevin De Bruyne menjadi salah satu pencetak gol.

LIPI Akan Berikan Bantuan Perikanan Di Rejanglebong

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan memberikan bantuan bidang perikanan di daerah ini, kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejanglebong Provinsi Bengkulu, Amrul Eby, di Rejanglebong, Kamis.

Gol - Gol Garut Bawa Ceko Menang 2-1 Atas Kazakhstan

Republik Ceko meraih kemenangan 2-1 atas Kazakhstan berkat dua gol larut melalui tandukan kepala pada babak kedua dari pemain pengganti Milan Skoda pada Kamis, untuk membuat mereka tetap berada di jalur yang benar untuk Piala Eropa 2016 di Prancis.