Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Wali Kota Batam Ambil Alih Pengangkatan Kepsek

wali kota batam, ambil alih wewenang, pengangkatan kepsek, atasi konflik

Posted on 26 Sep 2013. Hits : 254

Wali Kota Batam mengambil alih wewenang Kepala Dinas Pendidikan dalam mengangkat kepala sekolah dan memutasi guru untuk mengatasi konflik yang kerap terjadi.

'Wali Kota mengambil alih pengangkatan kepala sekolah untuk menghindari konflik antara guru, kepala sekolah dan murid,' kata Pelaksana Tugas Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Kamis.

Ia mengatakan mencabut surat yang memberikan wewenang kepada Kepala Dinas Pendidikan dalam mengangkat kepala sekolah.

Pencabutan wewenang kepala dinas itu sebagai buntut banyaknya masalah yang ditimbulkan Kepsek. Yang terakhir adalah kasus pemukulan seorang siswa SMA Negeri 14 oleh kerabat kepsek dan mutasi guru SMAN 14 yang dilakukan tanpa SK.

'Saya sudah panggil semua pihak untuk mencari tahu apa masalah sebenarnya,' kata Wakil Wali Kota yang menggantikan jabatan Wali Kota karena sedang berada di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin membantah mutu Kepsek tidak baik. Menurut dia, pengangkatan kepsek sudah berdasarkan rekomendasi adan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Muslim juga membantah semua tindakan Kepsek SMAN 14 yang dituding memutasikan guru tanpa alasan profesional dan pemukulan seorang siswa. Ia justru menduga ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan proses belajar mengajar sekolah.

Sebelumnya, Rabu (25/9), sekitar 20 orang guru dan siswa SMA Negeri 14 Batam beramai-ramai melaporkan kepala sekolahnya ke Komisi I DPRD karena bersikap sewenang-wenang dan terlibat dalam pemukulan siswa.

'Saya dimutasi ke SMA 4 tanpa SK, kepala sekolah tidak profesional,' kata guru SMAN 14, Diah Wahyu Ningsih.

Sebelum dimutasi, Diah mengaku adu argumen dengan kepala sekolah. Ia menduga karena hal itu dimutasi.

Menurut dia, Kepsek SMAN 4 tidak profesional, tidak kompeten dan tidak bertanggungjawab, tidak layak memimpin sebuah sekolah.

Selain itu, Kepsek juga melakukan tindak nepotisme, dengan mengangkat adik dan adik iparnya sebagai guru dan pegawai Tata Usaha.

Seorang siswa SMA 14, Rudi Azhari Lubis mengaku dipukul oleh saudara Kepsek yang tinggal di lingkungan sekolah.

'Saya tidak tahu kenapa dipukul,' kata dia.

Rudi bercerita, awal mulanya hanya ingin membantu seorang temannya yang kesurupan, dan membawanya ke masjid untuk ditenangkan. Tapi, saat hendak membawa korban ke masjid, ia justru dipukul kerabat kepsek.(ant/rd)

Pakar : Indonesia Butuh Rencana Hadapi Krisis Air

Pakar dalam bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, Fachruddin Majeri Mangunjaya mengatakan, Indonesia membutuhkan rencana utama atau 'masterplan' dalam menghadapi krisis air bersih di masa mendatang.

Disdik Sulsel Siapkan Penyerahan Penyelenggaraan Pendidikan Menengah

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan penyerahan wewenang penyelenggaraan pendidikan menengah dari kabupaten dan kota ke provinsi sesuai dengan amanah UU Nomor 23 Tahun 2014.

Pembayaran Zakat Fitrah Nunukan Rp30.000

Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menetapkan besaran pembayaran zakat fitrah pada bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah sebesar Rp30.

Panitia 'HSF 2015' Siapkan Kelengkapan Pemanduan Wisata

Panitia 'Home Stay Fair 2015' yang akan digelar di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan sejumlah kelengkapan pemanduan wisata untuk memudahkan wisatawan saat berkunjung ke daerah itu.

Menko : Pejabat Harus Bantu Percepat Pembangunan Infrastruktur

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pejabat pemerintah harus mulai membantu percepatan pembangunan infrastruktur, setelah adanya penerbitan Perpres maupun Inpres anti-kriminalisasi pejabat.