Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

TVRI Kalbar Produksi Film Televisi Pertama

tvri, kalimantan barat, ftv, durasi, pontianak, kearifan

Posted on 21 Nov 2012. Hits : 611

Lembaga Penyiaran Publik TVRI Kalimantan Barat, memproduksi film televisi (FTV) permata di provinsi itu dengan judul film "Salam Rindu Buat Khatulistiwa" yang diperankan oleh anak muda lokal atau asli Kota Pontianak.

"Rencananya, FTV 'Salam Rindu Buat Khatulistiwa' akan ditayangkan, Kamis (22/11) pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB di Stasiun LPP TVRI Kalbar," kata Kepala Stasiun LPP TVRI Kalbar, Yoyok Setyowidodo dalam keterangan persnya di Pontianak, Rabu.

Ia menjelaskan, film tersebut diproduksi sebagai apresiasi dari TVRI Kalbar kepada kreator-kreator yang ada di Kalbar, dan ingin menunjukkan kepada Indonesia, bahwa Kota Pontianak dan Kalbar umumnya juga punya potensi di dalam industri film.

"Ke depannya kami akan memproduksi berbagai film televisi, bahkan tidak menutup kemungkinan film-film dokumenter, dan siap bekerja sama dengan seniman dan kreator yang ada di Kalbar.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, dalam durasinya sekitar 45 menit, film tersebut banyak menonjolkan objek-objek wisata di Kota Pontianak, seperti Tugu Khatulistiwa, Taman Alun-alun Kapuas, indahnya Sungai Kapuas, dan aktivitas warung kopi di Pontianak.

"Meskipun banyak menampilkan objek-objek wisata yang ada di Pontianak, tetapi kami tidak mendapat bantuan produksi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pontianak, dan kami harapkan efek dari film ini pasti luas dalam mempromosikan pariwisata Pontianak," ujarnya.

Sementara itu, Sutradara Film Salam Rindu Buat Khatulistiwa, Agung Triatmojo menyatakan, film tersebut terinspirasi untuk mengenalkan potensi yang cukup bagus yang dimiliki oleh Kota Pontianak.

"Makanya kami membuat alur ceritanya lebih mengedepankan kearifan lokal, dalam pemilihan pemerannya pihaknya sebelumnya terlebih dahulu melakukan casting terhadap mereka. Setelah melalui serangkaian proses, akhirnya kami menemukan sekitar 27 pemeran yang ada di dalam dialog film itu," ujarnya.

Menurut dia, untuk proses pembuatan film itu sendiri pihaknya menghabiskan waktu sekitar satu bulan dengan berbagai keterbatasan yang ada. "Ada beberapa kendala yang kami hadapi, namun kami berhasil membuat film itu hingga selesai," ujarnya.

Agung menambahkan, para pemain film tersebut ada dari Ikatan Keluarga Bujang Dare (IKBD) Kota Pontianak, dan ada juga dari masyarakat yang telah lolos dilakukan casting," katanya.

Dalam film "Salam Rindu Buat Khatulistiwa" lebih banyak memberikan pesan kepada masyarakat Kalbar untuk sukses tidak selalu harus berada di luar Kalbar, seperti harus ke Jakarta, namun di Kalbar juga bisa.

Sutradara Film Salam Rindu Buat Khatulistiwa berharap, film tersebut bukan yang pertama dan terakhir. Ia menargetkan, tahun 2013, LPP TVRI Kalbar, paling tidak bisa memproduksi minimal satu film televisi setiap bulannya. "Ada satu skenario film televisi yang akan saya garap di Kota Pontianak nantinya, yakni menceritakan bagaimana perjuangan hidup masyarakat Pontianak yang bekerja sebagai penyelam pencari besi bekas di dasar Sungai Kapuas, tentunya film tersebut juga dibumbui cinta," katanya.(ant/ev)

Bapedalda: Penanganan Limbah Medis Perlu Komitmen Bersama

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Padang, Sumatera Barat, menyarankan permasalahan pengelolaan limbah medis baik dari rumah sakit, klinik maupun praktik dokter dan bidan diawali dengan komitmen bersama.

Tangerang Tak Mampu Cegah Penyusutan Lahan Produktif

Aparat Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui tidak mampu mencegah terjadi penyusutan lahan produktif akibat dijual pemilik kepada pengembang perumahan.

Dishub Yogyakarta Matangkan Kajian Jalan Searah

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta masih mematangkan kajian perubahan jalan searah khususnya di ruas Jalan Prawirotaman, Tirtodipuran, Kemasan dan Mondorakan, serta Lempuyangan.

PLN Madura Perluas Jaringan di 27 Daerah

PLN Madura, Jawa Timur, memperluas jaringan di 27 daerah yang tersebar di empat kabupaten pada tahun 2015, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

UI-KPPPA Gelar Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Program Studi Kajian Gender dan Pusat Riset Gender Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) akan menggelar malam Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia pada Selasa (31/3).