Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Tim Jepang Dilibatkan untuk Waduk Wae Ela

waduk, wai ela, ambon, maluku,

Posted on 05 Nov 2012. Hits : 575

Tim ahli sumber daya air dari Jepang dilibatkan pemerintah guna memastikan ketepatan program penanganan waduk bentukan alam di Sungai Wai Ela akibat longsoran Gunung Ulakhatu, Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon, Maluku pada 13 Juli 2012.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Natural Dam Wai Ela, Leonard Elwarin, ketika dikonfirmasi, Senin, mengatakan, tim ahi itu melakukan peninjauan pada 1 November 2012 guna memastikan program penanganan waduk yang perkembangannya ditanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Timnya telah kembali ke Jakarta, tadi (Senin) pagi, guna mengantispasi kemungkinan kesimpang siuran rekomendasi program penanganan yang nantinya diputuskan Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," ujarnya.

Tim ahli dari Jepang itu merupakan konsultan Kementerian PU sehingga diminta untuk menindaklanjuti peninjauan ke "waduk" Wae Ela, beberapa waktu lalu guna menjawab keraguan program penanganan yang diajukan Balai Wilayah Sungai Maluku.

Balai Wilayah Sungai Maluku, kata Leonard, penanganan tanggap darurat telah memasang empat unit pompa air di "waduk" guna mengantisipasi bertambahnya debit air.

Saat ini, ketinggian paras air dari dasar "waduk' mencapai 81 meter, sedangkan rembesan air sebanyak 39 titik, sedanghkan pada awalnya hanya delapan titik.

Sebelumnya Gubernur maluku, Karel Albert Ralahalu mengatakan akan melaporkan kondisi "waduk" di Sungai Wai Ela kepada Presiden Ssusilo Bambang Yudhoyono.

Gubernur Ralahalu untuk maksud tersebut kembali meninjau "waduk" tersebut pada 25 Oktober 2012.

Peninjauan tersebut Gubernur didampingi Kadis PU Maluku, Ismael Usemahu, Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Muhammad Marasabessy dan Danrem 151/ Binaya dan Kolonel (Inf) Asep Kurnaedi.

"Data maupun perkembangan terakhir kondisi 'waduk' di Wai Ela dirampungkan melalui koordinasi dengan Dinas PU Maluku dan Balai Wilayah Sungai setempat untuk disampaikan kepada Presiden SBY," Gubernur.

Gubernur Ralahalu mengakui, Presiden Yudhoyono menanyakan kondisi "waduk" di Sungai Wai Ela darinya pada 18 Oktober 2012.

"Kepala Negara menelepon dan menanyakan masalah kemungkinan bobolnya 'waduk' tersebut," kata Gubernur Ralahalu.

Ia mengatakan dirinya ditelepon Presiden setelah menerima laporan Menteri PU Djoko Kirmanto pada 17 Oktober 2012.

"Presiden Yudhoyono menanyakan kondisi 'waduk' itu terkait upaya penanganan, baik tanggap darurat hingga jangka panjang yang perlu ditangani secara lintas sektoral," katanya.

Dalam perbincangan per telepon itu, Kepala Negara mengarahkan langkah-langkah penanganan yang strategis dengan melibatkan berbagai komponen bangsa, termasuk TNI dan Polri agar sinergis dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam itu.

Gubernur memastikan dirinya dan Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal, telah meninjau "waduk" di Sungai Wai Ela, termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Negeri Lima terkait ancaman kemungkinan bobolnya kawasan tersebut yang didesain menjadi natural dam.

Bahkan, ada sirene untuk peringatan bila debit air di "waduk" melampaui tebingnya sehingga meluap.

Penduduk Desa Negeri Lima tercatat lebih dari 800 kepala keluarga atau 4.777 jiwa pu siap direlokasi pemerintah. (ant/as)

Dekati Akhir Tahun, IHSG DIramal Tembus 6.350

Gedung Bursa Saham Indonesia terlihat dari jalan protokol.

Hart Tanda Tangan Kontrak Baru Di City

Kiper Manchester City Joe Hart telah menandatangani kontrak baru pada Jumat (Sabtu WIB) yang akan membuat dirinya bertahan di klub juara Liga Utama Inggris itu sampai 2019.

Bayern Torehkan Rekor Baru Saat Kalahkan Mainz

Bayern Munich menorehkan dua rekor baru di Liga Jerman pada Jumat (Sabtu WIB), ketika Bastian Schweinsteiger dan Arjen Robben mencetak gol saat mereka bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 di markas Mainz yang membuat mereka unggul 14 angka bersih.

Muluskan Proyek MRT, Pemda DKI Temui Pemilik Lahan

Proyek MRT Jakarta tampak masih berjalan di kawasan SBCB Jakarta.

Kulon Progo Kembangkan 'OVOP' Cokelat Kalibawang

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan 'one village, one product' cokelat di Kecamatan Kalibawang.