Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Target Produksi Pabrik Gula Pagotan Madiun Naik

target produksi pabrik gula pagotan, madiun, jawa timur, olah mutu tebu

Posted on 21 May 2013. Hits : 530


Target produksi Pabrik Gula (PG) Pagotan-PTPN XI di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada musim giling tahun 2013 naik jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

"PG Pagotan pada musim giling tahun ini mendapatkan target produksi gula sebesar 444.000 ton. Jumlah ini naik dibanding musim giling 2012 yang memasang target produksi gula 380.000 ton," ujar Administratur PG Pagotan Imam Cipto Suyitno, kepada wartawan, Selasa.

Pihaknya optimistis target produksi tersebut dapat tercapai menyusul sejumlah perubahan yang telah ia lakukan pada musim giling tahun ini.

"PG sendiri telah menetapkan dalam program kerja tahun 2013 untuk mengolah mutu tebu yang manis, bersih, dan segar. Hal tersebut sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu," kata dia.

Dengan mutu tebu yang baik diharapkan rendemen yang diperoleh juga tinggi. Adapun tahun ini capaian rendemen ditargetkan mencapai 8,16 persen.

Selain itu, pihaknya juga yakin jika kapasitas pengolahan pabrik akan mencukupi guna mendukung capaian target tersebut. Adapun kapasitas giling PG Pagotan mencapai 3.300 ton tebu setiap harinya atau sekitar 137,5 ton tebu setiap jam.

Imam menambahkan, bahan baku tebu yang dibutuhkan selain diperoleh dari kebun pabrik juga diperoleh dari petani tebu. Adapun, lahan tanaman tebu PG Pagotan tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Madiun, Ponorogo, dan, Magetan dengan luas sekitar 5.900 hektare.

"Kami tetap membutuhkan tebu dari petani untuk mendukung target produksi pabrik. Untuk itu, kami mengimbau kepada petani dan Pemkab Madiun agar tetap menyediakan lahan untuk menanam tebu dan bukan padi semuanya," tambahnya.

Menanggapi permintaan itu, Bupati Madiun Muhtarom menyatakan pihaknya terus mendorong petani menyediakan lahan untuk menaman tebu.

Bupati meminta petani untuk beralih pola tanam, misalnya, dua tahun ditanami padi diselingi palawija, maka tahun ke tiga perlu ditanami tebu. Hal ini guna menjaga kondisi tanah tidak makin menurun, sehingga produksi padi bisa terjaga.

"Apalagi, saat ini sudah ada Pergub Jatim yang mengatur soal tebu dan lainnya, salah satunya rendemen harus mencapai 8 persen dan tolak gula ravinasi untuk melindungi petani tebu," kata Bupati. (ant/ed)

Warga Oesao Tolak Alih Fungsi Lahan

Masyarakat Desa Oesao, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, mendeklarasikan penolakan terhadap alih fungsi lahan pertanian supaya daerahnya bertahan sebagai lumbung pangan.

Harga CPO Jambi Turun

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Provinsi Jambi mengalami penurunan sebesar Rp173 per kilogram dari sebelumnya Rp7.

BI Bantu Petani Tingkatkan Produksi Padi Kalsel

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan membantu petani di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan meningkatkan produksi padi melalui program pemanfaatan bibit unggul.

Sumut Capai Standar Nasional Penanggulangan Tuberculosis

Dinas Kesehatan Sumatera Utara terus berupaya meminimalisir kasus penderita Tuberculosis (TBC), bahkan provinsi itu dewasa ini telah mencapai target nasional untuk penanggulangannya.

Pengamat Khawatirkan Manuver Parpol Terkait Seleksi Menteri

Pengamat politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai proses seleksi menteri yang dilakukan tertutup oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) rentan terhadap manuver partai politik yang melakukan intervensi.