Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Seniman Lombok Dukung Larangan Penyiaran Lagu Porno

seniman, lombok, lagu porno, larangan

Posted on 31 Jan 2013. Hits : 508

H Ramiun, seorang seniman di Lombok,mendukung upaya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat melarang seluruh stasiun radio dan televisi menyiarkan lagu dangdut bermasalah yang liriknya porno dan merendahkan martabat kaum perempuan, "Saya selaku seniman mendukung upaya yang dilakukan KPID NTB melarang penyiaran lagu-lagu dangdut yang liriknya porno baik lagu Sasak, Lombok, maupun dangdut berbahasa Indonesia, karena lagu-lagu itu melanggar adat ketimuran termasuk norma agama," katanya di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, lirik sejumlah lagu dangdut terkesan hanya mementingkan keinginan pasar, sehingga cukup mengganggu sebagian masyarakat yang tidak senang mendengarkan liriknya yang mengandung unsur porno dan melecehkan kaum perempuan "Setelah saya cermati akhir-akhir ini lagu berlirik porno dan terkadang melecehkan serta merendahkan kaum perepuan semakin marak," kata Seniman Lombok yang juga Kepala Seksi Lingkungan Budaya dan Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram.

Ia mencontohkan, lagu berbahasa daerah Lombok berjudul "bisok botol" (mencuci botol), "Endek kembe-kembe", (tidak apa-apa) , "Bebalu melet besimbut" (janda ingin berselimut). Lirik lagu tersebut sarat dengan hal-hal yang berbau porno dan tidak mendidik.

Ia mengatakan, kalau dicermati di dalam lagu berjudul "Ndek kembe-kembe" terdapat lirik yang tidak mendidik dan sering menimbulkan pertanyaan anak-anak, terutama pada lirik yang menyatakan "Inak lek bawak, amak lek atas (Ibu di bawah bapak di atas".

Selain itu, katanya, ada juga lagu pop Sasak berjudul "Bebalu bais" (janda bau). Lirik lagu ini melecehkan martabat kaum perempuan, kendati isi lagu itu berisi guyonan.

Ramiun mengatakan, belum lagi lirik lagu dangdut berbahasa Indonesia yang secara vulgar menggunakan kata-kata dan gaya yang berbagau porno.

"Kita sering mendengar anak-anak kecil di desa-desa menirukan lirik lagu 'Ndek kembe-kembe'. Ini merusak mental generasi muda. Karena itu saya mendukung pemerintah melalui KPID untuk melarang penyiaran lagu tersebut baik di radio maupun televisi," katanya.

Ramiun meyakini tidak semua pendengar radio maupun pemirsa televisi yang senang mendengar lagu-lagu yang liriknya berbau porno, merendahkan martabat dan melecehkan kaum wanita. Bahkan sebagian masyarakat akan merasa terganggu dengan lagu yang liriknya tidak mendidik dan melanggar norma itu.

Seniman Lombok yang pernah belajar seni di padepokan seni Bagong Kusudiardjo itu mengatakan, dalam adat Sasak Lombok pantangan membicarakan hal-hal berbau porno secara vulgar, apalagi dituangkan dalam lirik lagu yang didengarkan banyak orang.

"Sebenarnya banyak tema yang bisa diangkat ke dalam lagu daerah Sasak, Lombok, terutama yang bermuatan ajaran agama, norma sopan santun dan yang berisi nasihat termasuk lirik-lirik lagu yang sifatnya mendidik. Saya yakin lagu dangdut Sasak yang bermuatan hal-hal bermanfaat itu lebih digemari masyarakat," ujarnya.(ant/rd)

Waralaba Sekolah Seni Thailand Ingin Ekspansi ke Indonesia

Seni tidak hanya menjadi pelengkap tetapi juga penyeimbang bagi perkembangan anak-anak.

FC Bayern Munchen Meluncurkan Toko Resmi Eklusif di Tmall Global Tawarkan Merchandise Resmi

FC Bayern Munich bekerjasama dengan Tmall Globa, yang merupakan bagian dari Alibaba Group B2C Tmall yang berada di Cina, bersama DHL eCommerce – bagian dari DHL, perusahaan logistik terkemuka di dunia – untuk meluncurkan toko online berbendera resmi FC Bayern Munchen (http://fcb.

PesonaEdu Store Ingin Layani Kebutuhan Konten Edukasi Digital

Bulan ini PesonaEdu Store resmi meluncurkan toko onlinenya dengan alamat Store.

Pemerintah Segera Rumuskan Posisi Indonesia Dalam PBWP

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan segera merumuskan posisi Indonesia dalam perundingan Post-Bali Work Programme (PBWP) di World Trade Organization (WTO), yang diharapkan bisa disetujui pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-10, di Nairobi, Kenya.

Pemerintah Prioritaskan Pertamina Kelola Rokan Setelah 2021

Pemerintah akan memprioritaskan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Rokan, Riau yang habis kontrak dengan PT Chevron Pacific Indonesia pada 2021.